Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Putri dan Leo


__ADS_3

Putri menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian Putri berjalan ke arah Leo yang masih mengecek dokumen.


'Putri, umurmu tidak akan lama jadi lakukan yang terbaik buat pria sebaik Kak Leo,' ucap Putri dalam hati.


"Aku duduknya bagaimana? Maksudnya apa menghadap Kak Leo atau duduk membelakangi Kak Leo atau duduk menyamping?" tanya Putri ketika Putri berdiri tepat di depan Leo.


"Terserah kamu saja yang penting kamu duduk di pangkuanku," jawab Leo.


"Bagaimana kalau menghadap Kak Leo?" tanya Putri.


'Karena aku ingin melihat wajah Kak Leo sepuasnya untuk terakhir kalinya,' sambung Putri dalam hati.


''Boleh," jawab Leo singkat.


glek


Putri perlahan duduk di pangkuan Leo dan saling berhadapan hingga terlihat paha putih nan mulus membuat Leo menelan saliva nya dengan kasar ketika melihat ke dua paha mulus milik Putri.


Leo memalingkan wajahnya ke arah samping kemudian konsentrasi mengerjakan dokumen yang masih menumpuk. Putri mengalungkan ke dua tangannya ke leher Leo kemudian memandangi wajah tampannya.


"Jika di lihat dari dekat Kak Leo sangat tampan, alisnya hitam, hidungnya mancung dan ..." ucap Putri menggantungkan kalimatnya.


"Dan apa?" tanya Leo penasaran.


'Aku salah seharusnya tidak meminta Putri untuk duduk di pangkuanku,' sambung Leo dalam hati.


"Tidak lupakan," jawab Putri sambil melepaskan ke dua tangannya yang tadi dikalungkan ke leher Leo.


"Dan apa?" tanya Leo mengulangi perkataannya karena dirinya sangat penasaran sambil masih mengerjakan dokumen untuk menghilangkan pikiran mesumnya.1


Grep


Putri memeluk pinggang Leo kemudian meletakkan tubuhnya di dada bidang Leo. Bau parfum milik Leo yang di hirup Putri membuat Putri merasa nyaman dan tenang membuat Putri memejamkan matanya sambil memeluk tubuh Leo tanpa menyadari kalau tombak sakti milik Leo mulai bereaksi.

__ADS_1


"Dan bibir Kak Leo membuatku ingin merasakan lagi," ucap Putri yang nyaris tidak terdengar namun Leo dapat mendengarnya dengan jelas.


Leo meletakan dokumennya kemudian menarik dagu Putri dengan lembut agar menatap dirinya.


"Coba ulangi lagi?" tanya Leo sambil menatap bibir Putri.


"Tidak ada siaran ulang," jawab Putri dengan wajah memerah.


Cup


Leo mendekatkan wajahnya ke wajah Putri kemudian mengecup bibir Putri dengan singkat.


"Aku juga ingin mencium bibirmu tapi aku takut kamu marah dan tidak mau menemui ku lagi karena itulah aku tahan," ucap Leo.


Debby hanya tersenyum kemudian mengalungkan kedua tangannya ke leher Leo kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Leo dan menciumnya.


Leo menyelipkan tangannya ke tengkuk Putri dan ciuman tersebut berubah menjadi lu x ma x tan hingga beberapa saat Putri memukul bahu Leo tanda dirinya hampir kehabisan nafas. Leo yang mengerti langsung melepaskan ciumannya sedangkan Putri langsung menghirup udara sebanyak-banyaknya.


Cup


"Ahhhhhhh.."


"Kita lanjutkan di kamar pribadiku," bisik Leo yang ingin menuntaskan hasr**nya.


Putri hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian Leo menggendong tubuh Putri seperti bayi koala menuju ke arah kamar pribadinya.


Ceklek


Leo membuka pintu kamarnya kemudian mendorong pintu kamarnya dengan menggunakan kaki kanannya.


Leo meletakkan tubuh Putri ke arah ranjang secara perlahan kemudian Leo melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun. Setelah selesai Leo berjalan ke arah ranjang kemudian menaiki tubuh Putri.


Leo kembali mencium bibir Putri sambil melepaskan dress milik Putri dan entah bagaimana kini tubuh Putri ikut polos sama seperti Leo. Leo memberikan pemanasan selama lima belas menit membuat Putri berkali - kali mengeluarkan suara merdunya.

__ADS_1


"Sayang, aku ingin dimasukkan," pinta Putri dengan wajah berkabut ga x irah.


"Kamu yakin sayang?" tanya Leo.


"Aku sangat yakin," jawab Putri.


Leo mulai menuntun tombak saktinya ke goa milik Putri dan sekali hentakkan tombak saktinya berhasil masuk ke dalam membuat wajah Leo langsung berubah.


"Putri, kehormatan mu sudah hilang? Sebelum aku siapa?" tanya Leo sambil menarik tombak saktinya.


"Tentu saja calon suamiku tapi sayang kami tidak jadi menikah," jawab Putri tanpa dosa.


"Jadi kamu menjebak ku?" tanya Leo sambil menatap tajam ke arah Putri.


"Tentu saja karena aku hamil dan aku akan mengatakannya kalau kamu adalah Ayah nya," jawab Putri.


"Putri!" teriak Leo dengan suara menggelegar.


Bugh


"Kak Leo, berisik," ucap Putri sambil memukul bahu Leo.


Leo langsung membuka matanya dan melihat Putri dengan tatapan kesal.


"Kak Leo, Putri kan lagi tidur kenapa Kak Leo berteriak dan menatap tajam?" tanya Putri tanpa ada rasa takut sama sekali.


Leo menatap ke arah Putri kemudian ke dirinya sendiri lalu menatap ke sekeliling ruangan dan dirinya baru sadar kalau dirinya barusan bermimpi.


'Si*l kenapa aku mimpi seperti itu? Apakah benar Putri sudah melakukan itu bersama pria bren**ek itu dan sekarang Putri hamil?' tanya Leo pada dirinya sendiri.


"Sekarang turunlah dari pangkuanku," ucap Leo dengan nada dingin.


Putri yang melihat perubahan wajah Leo turun dari pangkuan Leo kemudian menatap Leo sambil tersenyum.

__ADS_1


"Maaf Kak Leo, sepertinya kehadiran ku membuat Kak Leo menjadi seperti ini jadi lebih baik aku pulang ke mansion," ucap Putri sambil masih tersenyum.


__ADS_2