Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Patricia 2


__ADS_3

Lemos dan Leo saling memandang kemudian tanpa banyak bicara Leo membuka pintu mobilnya dan berjalan dengan cepat ke arah mobil di mana Patricia sedang menunggu gulali.


"Putri," panggil Leo dengan mata membulat sempurna.


Leo tidak menyangka orang yang selama ini di kira sudah meninggal ternyata masih hidup bahkan sekarang berada di depannya.


Grep


"Syukurlah aku sangat senang ternyata kamu masih hidup.'' Ucap Leo sambil memegang tangan Patricia dan menatap Patricia dengan tatapan sendu.


"Maaf Tuan siapa? Aku bukan Putri namaku Patricia." Jawab Patricia dengan tatapan bingung sambil menarik tangannya.


"Putri, walau kamu berpenampilan culun tapi aku tahu kalau kamu itu Putri terlebih suaramu aku ingat dengan jelas. Aku minta maaf jika aku menyakiti perasaanmu." Ucap Leo.


"Maaf Tuan, aku tidak kenal dengan Tuan dan aku bukan Putri." Ucap Patricia.


"Daddy, lebih baik kita pergi dari sini." sambung Patricia sambil menatap ke arah Daddynya.


"Bagaimana dengan gulali nya?" Tanya Daddynya.


"Patricia tidak pengen lagi Dad." Jawab Patricia.


Leo yang sangat familiar dengan suara Daddy nya Patricia langsung mengarahkan pandangannya ke arah Daddynya Putri yang juga sedang menatap dirinya.

__ADS_1


"Paman Sam." Panggil Leo dengan wajah terkejut.


"Maaf Nak Leo, dia bukan Putri tapi Patricia." Jawab Paman Sam.


"Kami mempunyai dua putri kembar dan yang di sebelahku adalah putri kami yang ke dua." sambung Paman Sam.


"Tapi..." Ucapan Leo terpotong oleh Paman Sam.


"Maaf Nak Leo, kami tidak bisa berlama-lama." ucap Paman Sam.


"Daddy, ayo kita pergi." pinta Patricia.


"Itu bodyguardnya sudah datang?" ucap Daddy Sam.


"Terima kasih Paman, kita pergi sekarang Paman." Ucap Patricia tanpa memandangi tatapan sendu Leo.


"Maaf Nak Leo, kami pergi dulu." Ucap Daddy Sam.


"Baik Paman." Jawab Leo.


Mobil itupun pergi meninggalkan Leo sendirian sedangkan Leo hanya memandangi mobil tersebut hingga tidak terlihat bayangannya.


"Aku sangat yakin kamu adalah Putri dan aku akan mengejar mu agar kamu mau memaafkan dan menerima diriku." ucap Leo sambil berjalan ke arah mobilnya.

__ADS_1


"Bagaimana Leo? Apakah dia Putri?" Tanya Lemos setelah Leo duduk di sebelahnya.


"Leo sangat yakin kalau dia adalah Putri walau tampilannya culun dan mengaku namanya Patricia tapi mata dan hati Leo tidak bisa dibohongi." Ucap Leo.


"Apakah Putri tidak mengenalmu atau pura-pura tidak mengenal dirimu?" Tanya Lemos penasaran.


"Leo sangat yakin kalau Putri mengenalku tapi Putri pura-pura tidak mengenal diriku." Jawab Leo.


"Maaf Tuan, ini gulali nya." ucap anak buahnya yang tiba-tiba datang sambil membawa gulali.


Leo menerima gulali tersebut kemudian membuka bungkusan plastik yang menutupi gulali. Sedangkan anak buahnya membuka pintu dan duduk di samping pengemudi.


"Setahu Daddy, kamu tidak suka yang manis-manis termasuk gulali." Ucap Lemos.


"Leo memakan gulali ini sebagai perayaan Putri kembali dan tidak pergi dari kehidupan Leo." Ucap Leo kemudian memasukkan gulali ke dalam mulutnya.


"Daddy akan mencari siapa sebenarnya Patricia dan Daddy sangat yakin akan mudah mencari identitas Patricia." Ucap Lemos dengan nada yakin.


Lemos yang tidak tega melihat kesedihan dan rasa bersalah putranya pada Putri membuat Lemos ingin berusaha agar Leo tidak terpuruk akan kesalahannya terhadap Putri.


Selain itu Lemos ingin melihat senyum kebahagiaan putra kesayangannya ketika melihat Leo bersama Putri sebelum kejadian kecelakaan tersebut.


Di tempat yang berbeda Patricia meletakkan gulali di samping jok mobil dan pikirannya menerawang jauh.

__ADS_1


"Apakah kamu masih mencintai Leo?" Tanya Daddy Sam yang melihat putri kesayangannya terlihat sedih.


__ADS_2