
Malam menjelang pagi, perlahan Putri membuka matanya kemudian turun dari ranjang menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Lima belas menit kemudian Putri sudah selesai mandi dan memakai dress warna putih. Putri memakai bedak natural dan lipstik warna pink sesuai warna bibirnya. Walau riasan Putri sederhana namun tidak mengurangi kadar kecantikannya yang terpancar di wajahnya.
"Sekarang tinggal pakai parfum biar wangi," ucap Putri sambil menyemprotkan minyak wangi ke arah tubuhnya.
Setelah selesai Putri keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga menuju ke meja makan di mana ke dua orang tuanya sudah menunggu dirinya.
"Anak Mommy dan Daddy,mau kemana? Kok cantik sekali," tanya Ibunya.
"Paling mau bertemu dengan Leo," celetuk Ayahnya.
"Tidak kok Dad, Putri ingin pergi ke mall mau beli sesuatu buat persiapan besok pergi ke luar negri," jawab Putri.
"Ajak Leo, Put," pinta Ibunya.
"Benar kata Mommy, lebih baik kamu ajak Leo ke mall," sambung Ayah nya.
Entah kenapa ke dua orang tuanya lebih percaya dengan Leo kalau Leo bisa melindungi putri semata wayangnya.
"Tidak enak Mom, Dad, kan aku sama Kak Leo belum resmi menjadi pasangan kekasih," jawab Putri.
"Mommy tahu tapi entah kenapa Mommy merasa kalau Leo bisa melindungi mu dari orang jahat," ucap Ibunya.
"Daddy juga sama seperti apa yang dikatakan sama Mommy terlebih keluarga besar Alexander terkenal melindungi anggota keluarga besarnya dan sangat setia sama pasangannya masing-masing," sambung Ayahnya.
"Maafkan Putri, Dad, Mom karena saat ini Putri ingin menata dulu hati Putri yang masih terluka," ucap Putri dengan mata berkaca-kaca.
Apa yang dilakukan oleh mantan calon suaminya dan mantan sahabatnya sangat membekas di hati Putri dan membuat Putri trauma untuk mempercayai pria lain ataupun teman Putri yang lainnya.
Grep
"Mommy mengerti akan perasaanmu tapi Mommy harap kamu jangan terlarut akan kesedihan yang berkepanjangan," ucap Ibunya sambil menggenggam tangan Putri dengan nada lembut.
"Iya Mom," jawab Putri patuh.
"Lebih baik kita makan sekarang nanti keburu dingin," ucap Ayahnya mengalihkan pembicaraan.
"Baik Dad," jawab istrinya dan Putri secara bersamaan.
Mereka pun berdoa bersama setelah selesai mereka makan bersama tanpa mengeluarkan suara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
__ADS_1
Putri turun dari kursi begitu pula dengan ke dua orang tuanya. Ketika Putri ingin merapikan piring-piring dan gelas-gelas kotor di larang oleh Ibunya.
"Tinggalkan saja Put, biar pelayan yang membereskan semuanya," jawab Ibunya.
"Baik Mom, kalau begitu, Putri berangkat dulu ya," pamit Putri.
"Hati-hati di jalan di antar sama sopir dan bodyguard," ucap Ayahnya Putri.
"Tidak usah Dad, Putri ingin mengendarai mobil sendiri saja," jawab Putri.
"Tidak boleh, Daddy masih pikiran kalau pria brengs*k itu akan menyakitimu lagi," ucap Ayahnya Putri dengan nada tegas.
"Baik Dad," jawab Putri patuh.
Putri mencium punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian kemudian pergi meninggalkan mansion milik ke dua orang tuanya.
"Perasaan Mommy kok mendadak tidak enak ya?" tanya istrinya.
"Sama Mom," jawab Suaminya.
"Mommy akan telepon Soraya, Ibunya Leo," ucap istrinya sambil mengeluarkan ponselnya.
"Mommy punya telepon Soraya?" tanya suaminya dengan wajah terkejut.
Suaminya hanya menganggukkan kepalanya kemudian mencari nomer telepon Soraya dan sambungan komunikasi langsung terhubung.
("Hallo, panggil Lemos dengan nada dingin).
Ibunya Putri menatap ke arah ponselnya dan nomer telpon nya benar membuat Ibunya menempelkan kembali ponselnya di telinganya.
("Hallo, saya Ibunya Putri apa bisa dengan Soraya?" tanya Ibunya Putri).
("Sebentar," jawab Lemos).
Hening
Hening
("Hallo Stela, Ada yang bisa aku bantu?'' tanya Soraya yang bisa menebak pasti meminta bantuan).
("Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin minta nomer telepon Leo, apakah boleh?" tanya Stela).
__ADS_1
("Boleh, tapi kebetulan orangnya ada di depanku," jawab Soraya sambil menyerahkan ponselnya ke Leo).
("Siapa Mom?" tanya Leo dengan wajah bingung sambil menerima ponsel milik Soraya).
("Ibunya Putri ingin bicara denganmu, apa kamu bikin masalah?" tanya Soraya dengan wajah menyelidik).
("Aish ... Mommy, masa tidak percaya dengan anak sendiri," jawab Leo dengan wajah di tekuk).
("Siapa tahu," ucap Soraya asal).
Leo hanya menatap Soraya dengan kesal membuat Lemos menatap tajam ke arah putra sulungnya. Leo yang mendapatkan tatapan tajam hanya senyum pepsodent.
("Mommy, Daddy galak," adu Leo).
("Daddy," panggil Soraya).
("Hehehehe...").
("Sudah jawab ponselnya, siapa tahu penting," ucap Soraya).
("Baik Mom," jawab Leo sambil turun dari sofa dan berjalan agak menjauh dari ke dua orang tuanya agar orang tuanya tidak mendengarkan percakapan nya).
("Hallo Tante," panggil Leo).
("Hallo, Nak Leo hari ini sibuk?" tanya Stela).
("Iya Tante, hari ini Leo mau ke kantor untuk mengurus perusahaan karena besok Leo mau berangkat ke luar negri. Memangnya ada apa Tante?" tanya Leo).
("Tidak apa-apa Nak Leo, tadi Tante pikir Nak Leo tidak sibuk tapi ternyata sibuk," jawab Stela dengan nada kecewa).
("Kalau boleh tahu memang Tante minta bantuan apa?" tanya Leo yang bisa menebak kalau Stela meminta bantuan dirinya).
("Sebenarnya Tante minta bantuan Nak Leo untuk menemani Putri ke mall karena entah kenapa perasaan Tante tidak enak." jawab Stela).
Hening
Hening
("Hallo Nak Leo," panggil Stela karena Leo tidak menjawab ucapannya).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :