Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Ungkapan


__ADS_3

"Nanti kamu akan tahu," jawab Leo sambil tersenyum bahagia.


Putri hanya membalas senyuman Leo tanpa curiga sedikitpun terlebih dirinya percaya kalau Leo tidak mungkin mencelakai dirinya. Hingga setengah jam kemudian mereka sudah sampai di perusahaan milik Leo.


Para karyawan dan karyawati melihat kedatangan Leo dan Putri membuat mereka menyapa Leo dan Putri namun dalam hati para karyawati sangat iri melihat Putri berjalan beriringan dengan Leo.


"Selamat siang Tuan, selamat siang Nona," ucap para karyawan dan karyawati bersamaan.


"Selamat siang," jawab Putri sambil tersenyum ramah.


Grep


Leo hanya diam namun tangan kanannya memeluk pinggang Putri membuat Putri menatap ke arah Leo.


'Bukankah kamu mengatakan : Sebagai ungkapan terima kasih, aku akan mengabulkan apapun yang Kak Leo minta dan Kakak mengatakan : tapi kamu jangan banyak protes ataupun mengeluh jika aku meminta sesuatu darimu," bisik Leo tepat di telinga Putri.


Putri hanya terdiam dan membiarkan Leo memeluk dirinya hingga telinga Leo yang sangat tajam mendengar dua anak buahnya sedang berbisik.


'Paling wanita itu yang menggoda Tuan muda Leo,' bisik gadis pertama.


'Betul sekali, dasar wanita mu x ra x han,' jawab gadis ke dua sambil menatap Putri dengan tatapan kebencian begitu pula dengan temannya dan yang lainnya.


Leo menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya begitu pula dengan Putri. Leo menatap tajam ke arah ke dua gadis itu sekaligus karyawatinya. Leo menjentikkan jarinya sebanyak dua kali dan dua bodyguard langsung datang menghampiri Leo.

__ADS_1


"Selamat siang Tuan, ada yang bisa kami bantu Tuan?" tanya ke dua bodyguard tersebut dengan serempak.


"Bawa ke dua gadis itu ke ruang HRD," ucap Leo sambil menunjuk ke dua gadis itu.


"Baik Tuan," jawab ke dua bodyguard bersamaan.


"Tuan muda Leo, kenapa kami di bawa ke ruangan HRD?" tanya ke dua gadis itu sambil berusaha memberontak namun tenaganya kalah jauh.


"Pikirkan saja sendiri," jawab Leo sambil kembali membalikkan badannya begitu pula dengan Putri.


"Kenapa Kak Leo marah?" tanya Putri sambil melangkahkan kakinya ke arah lift begitu pula dengan Leo.


"Mereka merendahkan mu karena itulah Kakak marah pada mereka," ucap Leo sambil menekan tombol lift khusus CEO.


Ting


"Siapapun yang menghina orang yang aku cintai maka Kakak akan menghukumnya," ucap Leo.


"Memang hukuman apa yang Kakak lakukan?" tanya Putri.


Putri sangat terharu dengan perkataan Leo yang mengatakan orang yang aku cintai membuat Putri Tersenyum bahagia.


"Memecat dua wanita itu dan tidak akan bisa di terima kerja dimana pun mereka ingin melamar kerja," jawab Leo dengan nada tegas.

__ADS_1


"Bukankah hukuman yang mereka terima terlalu berat?" tanya Putri.


Ting


Pintu lift terbuka dan mereka pun keluar dari ruangan segi empat tersebut menuju ke ruangan milik Leo.


"Hukuman itu pantas untuk mereka agar di kemudian hari tidak ada lagi orang yang menghina orang yang aku cintai," jawab Leo.


Putri hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian Leo membuka pintu ruangannya dengan lebar agar Putri masuk ke dalam ruangan tersebut dan diikuti oleh Leo.


Leo berjalan ke arah kursi kebesarannya sedangkan Putri menatap ke sekeliling ruangan milik Leo.


"Putri," panggil Leo sambil duduk di kursi kebesaran nya.


"Ya," jawab Putri yang masih berdiri sambil menatap wajah tampan Leo.


"Aku ingin kamu duduk di pangkuanku," ucap Leo sambil mengambil dokumen yang menumpuk di mejanya.


"Apa? Maaf Kak aku tidak mau," tolak Putri.


"Bukannya tadi kamu bilang : Sebagai ungkapan terima kasih, aku akan mengabulkan apapun yang Kak Leo minta dan Kakak mengatakan : tapi kamu jangan banyak protes ataupun mengeluh jika aku meminta sesuatu darimu," ucap Leo.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2