Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Tahu Darimana?


__ADS_3

Baru saja berjalan ke arah pondok bersamaan mobil yang tadi ditumpangi Putri tiba-tiba meledak dan menghanguskan semua penumpang mobil tersebut.


"Maaf aku lebih memilih gadis ini yang lebih dulu aku selamatkan karena sepertinya kalian penjahat terlihat dari pakaian kalian." ucap Kakek tersebut sambil melanjutkan langkahnya menuju ke pondoknya.


xxxxxxxx


Hari menjelang malam Putri belum juga pulang membuat Mommynya Putri gelisah menunggu kedatangan putri semata wayangnya di ruang keluarga karena tidak biasanya Putri pergi selama ini terlebih Putri tidak pulang sejak lima jam yang lalu.


Empat jam yang lalu Ayahnya Putri bersama anak buahnya mencari keberadaan Putri namun sampai sekarang Putri belum juga ada kabar beritanya.


"Mommy akan coba lagi telepon Leo." ucap Ibunya Putri berbicara sendiri sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi Leo.


Mommynya Putri mencari nomer telepon Leo di kontak telepon setelah ketemu Mommynya Putri menekan nomer tersebut dan langsung terhubung. Di mana sambungan pertama langsung di angkat oleh Leo.


("Malam Tante, ada apa?" tanya Leo karena tidak biasanya Ibunya Putri menghubungi malam - malam begini).


("Malam Nak Leo, maaf ganggu malam - malam begini. Waktu Putri pulang dari kantor apakah Putri bilang sesuatu ke Nak Leo? Soalnya sampai sekarang Putri belum juga pulang." ucap Mommynya Putri).


("Tidak Tante, apa Putri tidak menghubungi Tante atau Paman?" tanya Leo).


("Putri tidak menghubungi kami malah kami menghubungi ponsel milik Putri tapi tidak aktif sejak tiga jam yang lalu." jawab Mommynya Putri).


("Ini saja Ayahnya Putri bersama anak buahnya masih mencari dua jam yang lalu sampai sekarang belum pulang." sambung Mommynya Putri).


("Baik Tante Leo akan minta bantuan keluarga untuk mencari keberadaan Putri." ucap Leo yang juga perasaannya tidak enak sejak tadi).


("Maaf ngerepotin Nak Leo." Ucap Mommynya Putri).

__ADS_1


("Tidak apa-apa Tante, bye." Pamit Leo).


("Bye." jawab Mommynya Putri singkat).


Tut Tut Tut Tut


"Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Ibunya Putri menggenggam ponselnya dengan perasaan yang tidak menentu dan berharap Putri baik - baik saja.


Di tempat yang berbeda setelah selesai menerima panggilan dari Mommynya Putri, Leo menyimpan ponselnya kembali ke dalam sakunya karena Leo baru saja pulang dari kantor.


Ke dua orang tua Leo yang berada di tempat ruang keluarga di mana mereka kedatangan Daddy Alvonso, Mommy Laras, Katarina, Mikael dan Alex menatap ke arah Leo.


"Putri kenapa Leo?" tanya Soraya yang mendengar sekilas.


"Putri belum pulang Mom sampai sekarang sejak keluar dari perusahaan Leo tadi siang." jawab Leo.


"Apa? Kenapa bisa?" tanya Soraya dengan wajah terkejut


"Baik Nenek Buyut." jawab Leo sambil membuka tasnya yang diletakkan di lantai dekat sofa ruang keluarga.


Leo mengambil laptopnya kemudian diletakkan di meja dekat Mommy Laras. Mommy Laras langsung menyalakan laptopnya setelah menyala dan bisa digunakan barulah Mommy Laras mengutak-atik laptopnya.


"Jam berapa Putri keluar dari kantormu?" tanya Mommy Laras.


"Kira - kira jam tiga belas lima belas menit Putri keluar dari rumah sakit.'' Jawab Leo.


Mommy Laras hanya menganggukkan kepalanya sambil masih mengotak atik laptopnya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Mommy Laras berhasil meretas rekaman cctv kemudian Mommy Laras memperlihatkan laptop milik Leo.


Leo dan yang lainnya menatap ke layar laptop di mana terlihat Putri keluar dari ruangan Leo sambil sesekali mengusap air matanya dan berjalan ke arah lift khusus CEO.


"Stop dulu rekaman videonya." pinta Soraya.


Mommy Laras hanya menganggukkan kepalanya sambil menghentikan rekaman cctv.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Putri menangis?" tanya Soraya sambil menatap tajam ke arah Leo.


Leo menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menceritakan apa yang telah terjadi dari awal Putri di culik hingga membawa Putri ke perusahaan sampai Putri keluar dari ruangannya karena Leo marah dan kecewa hanya karena mimpi buruk Leo. Semuanya diceritakan tanpa ada yang ditutup-tutupi membuat Alex memijat keningnya.


"Lemos, boleh aku minjam laptop milikmu?" tanya Mikael.


"Buat apa?" tanya Lemos dengan wajah bingung.


"Aku akan coba retas cctv siapa yang menyerang Putri." jawab Mikael.


"Ok." jawab Lemos singkat sambil turun dari sofa dan berjalan ke arah ruang kerjanya.


"Leo," panggil Alex.


"Ada apa Kak?" tanya Leo.


"Kenapa kamu percaya dengan bunga tidur?" tanya Alex.


"Tapi sepertinya nyata karena itulah aku marah sama Putri." jawab Leo dengan wajah polosnya.

__ADS_1


"Asal kamu tahu kalau Putri masih menjaga kehormatannya." ucap Alex.


"Kak Alex tahu dari mana?" tanya Leo bingung.


__ADS_2