Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Bertemu Kembali


__ADS_3

'' Tidak Dad, Kak Leo adalah masa lalu begitu pula dengan Vincent. Putri tidak ingin mengenal mereka karena Putri yang dulu sudah lama mati dan yang ada sekarang adalah Patricia.'' Jawab Putri.


"Patricia, apakah kamu tidak lihat penyesalan dan kerinduan Leo di matanya?" tanya Daddynya.


"Patricia tahu Dad, tapi Patricia sangat kecewa dengan Kak Leo yang tiba-tiba dingin sama Putri padahal Putri tidak melakukan kesalahan sedikitpun." Jawab Patricia.


"Daddy, jika ada orang yang menanyakan siapa Putri bilang saja seperti itu kalau Putri sudah meninggal waktu jatuh di jurang dan sekarang yang ada adalah saudara kembarnya yang bernama Patricia." Pinta Patricia.


"Baiklah, Daddy akan turuti permintaanmu tapi yang penting kamu harus berpenampilan culun karena Daddy tidak ingin kamu celaka lagi seperti dulu." Pinta Daddynya.


"Baik Dad." Jawab Patricia patuh.


"Oh ya kenapa gulali nya tidak kamu makan?" tanya Daddynya mengalihkan pembicaraan.


"Oh ya lupa." Jawab Patricia sambil mengambil gulali tersebut kemudian memakannya.


Dua puluh lima menit kemudian mobil mereka sudah sampai di perusahaan Patricia Oktavia Putri Cooperration. Ayah dan anak turun dari mobil dan berjalan ke arah lobby perusahaan, para pegawainya menganggukkan kepalanya sebagai tanda hormat sambil mengucapkan selamat pagi.


Mereka berdua berjalan ke arah lift khusus CEO bersamaan kedatangan dua pria tampan dan memanggil nama Putri siapa lagi kalau bukan Leo bersama Lemos.

__ADS_1


"Putri, tunggu." panggil Leo sambil berjalan dengan langkah cepat.


Putri yang sangat familiar dengan suara Leo hanya diam dan tidak menghentikan langkahnya karena dirinya tidak ingin ketahuan.


"Nona Patricia." Panggil Leo


Patricia menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membalikkan badannya menatap wajah tampan yang selama ini selalu dirindukannya.


"Ada apa Tuan?" Tanya Patricia.


"Panggil namaku Leo jangan pakai Tuan." Pinta Leo.


"Ok." Jawab Patricia singkat.


Walau Patricia masih kesal dengan Leo tapi Lemos tidak ada hubungannya


"Panggil Paman jangan pakai Tuan." Pinta Lemos.


"Baik Paman." Jawab Patricia sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kenapa dengan Daddy tersenyum sedangkan denganku kenapa tidak tersenyum?" tanya Leo dengan nada kesal.


Ting


Ketika Patricia ingin menjawab pintu lift terbuka membuat Patricia membalikkan badannya dan masuk ke dalam kotak persegi empat bersama Daddynya dan diikuti oleh Lemos dan Leo.


Patricia menekan tombol lift dan tidak berapa lama pintu lift tertutup dengan rapat. Patricia hanya terdiam sambil berharap agar dirinya segera keluar dari kotak persegi empat tersebut.


Leo yang melihat Patricia terdiam seperti tidak ingin bicara hanya bisa diam hingga akhirnya pintu lift keluar dan mereka keluar dari kotak persegi empat tersebut.


"Paman Sam, bolehkah aku bicara sebentar dengan Patricia?" tanya Leo ketika mereka berjalan ke ruangan khusus rapat.


"Tergantung Patricia, apakah bersedia atau tidak." Jawab Paman Sam yang tidak ingin memaksa putrinya.


"Patricia aku ingin bicara setelah itu aku janji tidak akan mengganggumu lagi." Ucap Leo.


Patricia diam namun dirinya sedang berfikir untuk menjawab permintaan Leo hingga dirinya menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Setelah selesai rapat, kita bicara di restoran Gabriel." Ucap Patricia.

__ADS_1


"Restoran Gabriel adalah restoran favorit Putri , apakah kamu memang Putri?" tanya Leo.


"Bukan, maaf sebentar lagi rapat akan di mulai," ucap Putri sambil melangkahkan kakinya.


__ADS_2