Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Tunangan


__ADS_3

Putri menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mengambil kotak merah tersebut dan melihat cincin yang sangat cantik.


Leo yang melihat Putri hanya menatap cincin membuat Leo turun dari kursi kemudian berdiri.


"Kakak tidak marah jika kamu tidak memakainya, maaf Kakak pergi dulu karena dua jam lagi Kakak harus sudah sampai di bandara. Mengenai pulang aku sudah memerintahkan dua orang bodyguard ku untuk mengantarmu pulang." ucap Leo sambil melangkahkan kakinya melewati Putri.


Deg


Jantung Putri berdetak kencang dan ada rasa kehilangan jika Leo pergi dari kehidupannya membuat Putri mengambil cincin tersebut dan memakainya.


Selesai memakai cincin Putri turun dari kursi kemudian berlari mengejar Leo sedangkan Leo yang tahu Putri akan memakai cincinnya berjalan dengan perlahan menuju ke arah parkiran mobil.


Grep


"Hiks ... Hiks .... Hiks ... Jangan pergi, aku mau menerima Kak Leo menjadi kekasihku." Mohon Putri sambil terisak dan memeluk Leo.


Leo menurunkan kepalanya dan melihat Putri memakai cincinnya membuat Leo tersenyum kemudian melepaskan pelukan.


Leo membalikkan badannya dan mengangkat dagu Putri agar menatap dirinya sambil tersenyum bahagia karena Putri mau menerima dirinya.


"Kamu serius?" tanya Leo.


Grep


Putri hanya menganggukkan kepalanya membuat Leo langsung memeluk Putri dan Putri pun membalas pelukan Leo. Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya.


"Kak Leo." Panggil Putri.


"Ya." Jawab Leo singkat.


"Kak Leo tidak jadi pergi kan?" Tanya Putri yang tidak bisa jauh dari Leo.


"Karena kamu mau menerima Kakak maka Kakak berencana memundurkan jadwal untuk pergi ke luar negri." Ucap Leo.


"Berarti Kakak tetap pergi terus aku bagaimana?" tanya Putri dengan wajah sendu.


"Kita bicara di dalam mobil." Ucap Leo.


"Ok." Jawab Putri kemudian Putri berjalan ke arah mobil dengan diikuti oleh Leo.


Kini mereka berada di dalam mobil dan duduk di kursi sambil saling memandang.


"Kakak akan pergi dan mengajak mu jika kita resmi menikah. Jadi maukah kamu menikah dengan Kakak?" Tanya Leo.

__ADS_1


Putri langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Leo kembali tersenyum kemudian Leo menyalakan mobil.


"Kalau begitu kita pergi ke rumah orang tuamu untuk melamar mu." Ucap Leo.


"Melamar ku? Secepat itu? Biasanya kalau lamaran bersama orang tua dan keluarga besarnya." Ucap Putri.


"Lebih cepat lebih baik. Mengenai lamaran bersama orang tuaku dan keluarga besar ku mereka sudah berada di rumah orang tuamu." Jawab Leo sambil masih mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


"Apa? Kak Leo tidak bercanda kan?" tanya Putri dengan wajah terkejut.


"Nanti kamu akan tahu." Jawab Leo.


Putri langsung terdiam hingga dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Putri lebih tepatnya mansion.



Dua orang bodyguard membuka gerbang mansion kemudian Putri dan Leo masuk ke dalam mansion dan langsung di sambut oleh kepala pelayan.


"Silahkan Nona dan Tuan Muda, sudah di tunggu di ruang keluarga." Ucap kepala pelayan.


"Terima kasih Paman." Jawab Putri namun wajahnya terlihat jelas kalau Putri masih bingung dengan apa yang telah terjadi sambil menatap ke arah Leo untuk meminta penjelasan.


"Nanti kamu akan tahu." Ucap Leo yang mengerti arti tatapan Putri.


Putri hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mereka berjalan ke arah ruang keluarga dan matanya membulat sempurna.


"Jangan bengong, ayo kita pergi ke kamarmu untuk merias wajahmu." Ucap Ibunya Putri sambil menarik tangan Putri.


"Sebenarnya apa yang terjadi Mom?" Tanya Putri yang masih bingung dengan apa yang dilihatnya.


"Kamu dan Leo bertunangan dan bulan depan kalian menikah." Jawab Ibunya Putri sambil menaiki anak tangga satu demi satu menuju kamar Putri begitu juga dengan Putri.


"Secepat itukah?" Tanya Putri.


ceklek


"Lebih cepat lebih baik, sudah jangan banyak tanya dan protes." ucap Ibunya Putri sambil membuka pintu kamar Putri.


"Silahkan Nona." ucap penata rias.


Putri hanya menganggukkan kepalanya kemudian Putri mulai di rias begitu pula dengan Leo tapi tidak seribet Putri.


"Rencana Mommy, oke kan?" Tanya Soraya ketika menemani putranya bersama suaminya yang bernama Lemos.

__ADS_1


"Oke banget Mom, Putri langsung mengambil cincin itu dan bersedia menjadi kekasih Leo." Ucap Leo sambil mengingat beberapa jam yang lalu.


xxxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


"Leo sejak tadi Mommy lihat kamu makan sedikit dan banyak melamun, ada apa?" Tanya Soraya ketika mereka duduk di ruang keluarga.


Leo menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah Soraya.


"Leo mengikuti semua ucapan Mommy dan Daddy, memberikan perhatian dan musuh-musuh yang mengganggu Putri sudah Leo singkirkan termasuk pria terakhir yang mendekati Putri dengan niat jahat tapi semua sia - sia saja. Hati Putri sampai sekarang masih tertutup." Jawab Leo dengan wajah frustasi.


Soraya dan Lemos terdiam begitu pula dengan Leo. Lemos dan Soraya tidak tega dengan Leo putra kesayangannya frustasi hingga dua belas menit kemudian Soraya mendapatkan ide.


"Mommy ada ide." Ucap Soraya setelah beberapa saat terdiam.


Serentak Lemos dan Leo menatap ke arah Soraya.


"Ide apa Mom?" Tanya Lemos dan Leo bersamaan.


"Sekarang kamu telepon Putri dan katakan kamu akan menjemputnya dan ingin makan siang bersama di restoran." Ucap Soraya.


"Baik Mom." Jawab Leo.


Walau bingung Leo mengikuti perkataan Soraya setelah selesai menghubungi Putri, Leo menatap ke arah Soraya untuk mendengarkan ide selanjutnya. Soraya yang di tatap langsung mengatakan semuanya sedangkan Leo dan Lemos mendengarkan ucapan Soraya.


"Bagaimana Leo?" Tanya Soraya.


"Ide Mommy bagus dan Leo setuju tapi kalau ternyata Putri tidak menerima cincin itu bagaimana?" Tanya Leo ragu.


"Percaya sama Mommy, pasti Putri akan menerima cincin itu." Ucap Soraya dengan nada yakin.


"Baiklah Mom, Leo akan mengikuti saran Mommy." Ucap Leo sambil turun dari sofa kemudian berjalan ke arah Soraya.


Lemos yang tahu putranya akan memeluk dan mencium Soraya langsung turun dari sofa kemudian berdiri dan menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya.


"Stop, jangan mencium ataupun memeluk Mommy karena Mommy milik Daddy." Ucap Lemos.


"Aish Daddy, Leo kan anaknya Mommy masa tidak boleh peluk dan mencium Mommy?" Tanya Leo dengan nada protes.


"Ngga, Mommy milik Daddy kalau kamu mau peluk maka peluk saja Putri." Ucap Lemos tidak mau kalah.


"Sudah ... Sudah .... Jangan bertengkar, Leo lebih baik kamu jemput Putri dan jalankan rencana Mommy!" Perintah Soraya yang melihat Leo ingin mengeluarkan suaranya.


"Baik Mom." Jawab Leo sambil menatap kesal ke arah Lemos sedangkan Lemos hanya tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Soraya hanya bisa memijat keningnya yang tidak pusing melihat kelakuan suami dan anaknya.


xxxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxx


__ADS_2