
Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan kini Putri sudah boleh pulang ke mansion itu pun karena Putri mengancam Leo agar dirinya bisa pulang.
Awalnya kemarin Putri boleh pulang berdasarkan perkataan dokter cantik tersebut namun dokter cantik tersebut memintanya untuk menginap lagi satu hari di rumah sakit dengan alasan tubuh Putri belum begitu fit mengingat waktu itu Putri keracunan dan nyaris kehilangan nyawanya.
Leo yang sangat kuatir memaksa Putri untuk menginap lagi membuat Putri terpaksa menuruti permintaan Leo terlebih ke dua orang tuanya menyetujui permintaan Leo.
Dokter cantik tersebut tersenyum bahagia karena dirinya masih ada kesempatan untuk mendekati Leo.
Dokter cantik tersebut berusaha menarik perhatian Leo tapi Leo sama sekali tidak memandang dirinya membuat dokter cantik tersebut menahan amarahnya.
Di hari ketiga Putri memaksa sekaligus mengancam Leo untuk pulang ke mansion dan Leo pun terpaksa menuruti permintaan Putri karena Putri mengancam tidak akan menemui Leo dan tidak akan kuliah yang sama dengan Leo sedangkan ke dua orang tuanya hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan sifat keras kepala Putri.
Kini mereka berada di ruang keluarga untuk mengobrol bersama hingga ke dua orang tua Putri meninggalkan Putri dan Leo berdua di ruang keluarga.
"Kamu senangnya mengancam," ucap Leo dengan wajah di tekuk.
Grep
"Maaf Kak, habis aku itu benci jika terlalu terlama di rumah sakit karena itulah aku terpaksa mengancam Kakak," jawab Putri sambil menggenggam tangan Leo.
"Kalau boleh tahu kenapa kamu membenci rumah sakit?" tanya Leo sambil membalas genggaman tangan Putri.
"Karena aku trauma Kak," jawab Putri.
"Trauma kenapa?" tanya Leo penasaran.
"Ketika waktu aku kecil, Mommy dan daddy pergi ke ruang jenasah untuk melihat adik sepupuku yang bernama Dewi korban kecelakaan. Tanpa sengaja aku melihat hantu di sudut ruangan jenasah dengan wajah yang sangat menyeramkan dan sejak saat itu aku sering melihat penampakan yang menyeramkan," jawab Putri.
"Sampai sekarang?" tanya Leo.
"Iya sampai sekarang," jawab Putri.
"Bukannya dirimu di rawat ruang perawatan dan tidak ke ruang jenasah?" tanya Leo penasaran.
__ADS_1
"Memang benar, aku melihat ada penampakan di sudut ruang perawatan makanya aku meminta Kak Leo untuk menemaniku untuk tidur bersama," jawab Putri dengan jujur.
"Makanya kamu memeluk Kakak karena kamu takut hantu?" tanya Leo memastikan.
Putri hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Leo hanya tersenyum dan dalam hatinya dirinya kini tahu kalau Putri mempunyai kelemahan yaitu takut akan hantu 👻 dan suatu saat nanti bisa digunakan oleh Leo.
"Kalau minum obat? Kenapa kamu tidak suka minum obat?" tanya Leo mengalihkan pembicaraan.
"Waktu aku kecil ketika lagi sakit, Mommy memberikan obat namun ketika obatnya mengenai lidah aku memuntahkannya karena sangat pahit hingga Mommy memaksaku untuk meminum obat. Sejak kejadian itu aku berusaha untuk tidak sakit agar aku tidak minum obat yang sangat pahit itu,'' jawab Putri.
"Tapi kan jika kamu sakit kamu harus minum obat karena dengan meminum obat tubuhmu sehat kembali." ucap Leo dengan nada lembut.
"Aku tahu Kak, tapi aku tidak bisa meminum obat karena obatnya sangat pahit," ucap Putri menjelaskan.
"Berarti jika kamu sakit dan tidak mau minum obat maka Kakak akan memberikan obat lewat mulut," ucap Leo.
Bugh
"Itu maunya Kak Leo," jawab Putri dengan wajah di tekuk.
"Hehehehe... Makanya minum obat jika nanti kamu sakit," ucap Leo.
"Aku akan usahakan untuk tidak sakit," ucap Putri.
Leo hanya tersenyum melihat wajah Putri yang sangat menggemaskan. Mereka saling mengobrol hingga hampir dua jam kemudian Leo turun dari sofa begitu pula dengan Putri.
"Sudah sore, Kakak pamit pulang," ucap Leo.
"Sebentar Kak, aku panggil ke dua orang tuaku," ucap Putri.
"Tunggu sebentar, kapan rencana pergi ke luar negri?" tanya Leo.
"Dua hari lagi aku pergi ke luar negri," jawab Putri.
__ADS_1
"Kalau begitu kita berangkat bersama," ucap Leo.
"Ok, aku panggil ke dua orang tuaku dulu," ucap Putri.
Leo hanya menganggukkan kepalanya kemudian Putri berjalan menaiki anak tangga untuk memanggil ke dua orang tuanya sedangkan Leo menunggu kedatangan Putri dan ke dua orang tua Putri.
Tidak berapa ke dua orang tua Putri dan Putri menuruni anak tangga kemudian Leo mengecup punggung tangan ke dua orang tua Putri secara bergantian sedangkan dengan Putri hanya bersalaman saja.
Leo pergi meninggalkan tempat tersebut sedangkan Putri dan ke dua orang tuanya berjalan ke arah kamar mereka masing - masing untuk istirahat.
Di tempat yang berbeda seorang pria paruh baya dan wanita yang belum menikah melakukan hubungan suami istri hingga akhirnya mereka berteriak tanda mereka mendapatkan pelepasan setelah beberapa saat pria paruh baya tersebut menarik tombak saktinya kemudian duduk sambil bersandar di kepala ranjang.
"Sayang, aku sudah memberikan mu kepuasan jadi aku minta sayangku menyuruh anak buah sayangku untuk melakukan hubungan suami istri ke Putri dan salah satu anak buah sayangku merekam adegan ranjang agar Putri tidak ada semangat untuk hidup lagi," ucap wanita tersebut sambil menahan amarahnya terhadap Putri.
"Baik, akan aku lakukan tapi dengan satu syarat selama seminggu kamu puaskan aku," ucap pria paruh baya tersebut.
"Ok, tidak masalah," ucap wanita tersebut.
"Sekarang aku ingin istirahat nanti malam kita lanjut lagi," ucap pria paruh baya tersebut sambil membaringkan tubuhnya ke ranjang.
"Ok," jawab wanita tersebut dengan singkat.
'Aku terpaksa melakukan ini agar tidak ada lagi orang yang memuji Putri,' ucap wanita tersebut sambil menahan amarahnya.
'Putri, tunggulah pembalasanku,' sambung wanita tersebut dalam hati.
Wanita itu pun memejamkan mata dan tidak berapa lama mereka tidur dengan pulasnya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1