
Lemos ingat waktu dirinya bertemu dengan Ayahnya Putri dan mereka mengobrol di ruangan milik Ayahnya Putri.
xxxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
"Sudah lama kita tidak berjumpa, kemana saja?" Tanya Lemos.
"Betul sekali sudah lama kita tidak berjumpa itu dikarenakan kami berada di luar negri." Jawab Ayahnya Putri.
"Apakah gadis itu Putri?" Tanya Lemos.
Ayahnya Putri menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya karena dirinya tidak bisa berbohong dengan Lemos terlebih mereka rekan bisnis dan yang lebih penting dari itu semua dirinya terkadang meminta bantuan dalam hal mengenai Putri.
"Aku sudah menebaknya, walau memakai pakaian cupu aku bisa tahu kalau gadis itu adalah putrimu. Bisa ceritakan apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Lemos penasaran.
Ayahnya Putri menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi sedangkan Lemos mendengarkan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Itulah yang terjadi sebenarnya." Ucap Ayahnya Putri.
"Semoga saja anak-anak kita berjodoh karena keluarga kami sangat senang dengan Putri dan kami berharap Putri menjadi menantuku." Ucap Lemos dengan tulus.
"Amin. Kami pun juga sama sangat cocok dengan Leo dan berharap Leo bisa menjadi menantuku." ucap Ayahnya Putri.
__ADS_1
Merekapun mengobrol tentang masalah bisnis setelah hampir satu jam lebih Lemos pamit untuk pergi ke perusahaan miliknya yang sudah diserahkan ke putranya yang bernama Leo.
xxxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
Leo dan sekretaris nya pergi meninggalkan perusahaan menuju ke perusahaan milik orang tua Putri dan sudah diserahkan ke Putri.
Ketika sudah hampir mendekati perusahaan Putri, Leo menghubungi Putri kalau dirinya sebentar lagi sudah sampai hingga sepuluh menit kemudian Leo sudah berada di parkiran khusus tamu VVIP.
Sekretaris Leo yang merangkap sebagai sopir membuka pintu mobil kemudian membuka pintu mobil belakang pengemudi untuk mempersilahkan Putri duduk di samping Leo.
"Kak Leo, memang meeting sama perusahaan mana?" tanya Putri ketika sudah duduk di samping Leo.
"Kalau kamu Put?" Tanya Leo yang pura-pura lupa padahal dirinya ingat.
"Perusahaan Lu Qian Kemana Aja." Jawab Putri.
"Oh ya mengenai kita pura-pura menjadi pasangan kekasih memang kenapa dengan pemilik Perusahaan Lu Qian Kemana Aja?" Tanya Leo yang penasaran.
"Pemiliknya menyukaiku tapi aku tidak suka karena itulah aku meminta bantuan Kak Leo untuk berpura-pura menjadi kekasihku." Jawab Putri.
"Kenapa tidak suka? Bukankah pria itu sangat kaya, punya perusahaan sendiri dan lumayan tampan.' Ucap Leo.
__ADS_1
"Kurang satu lagi." Ucap Putri.
"Apa itu?" Tanya Leo.
"Buaya buntung." Jawab Putri.
"Buaya buntung?" tanya Leo sambil menaikkan salah satu alis matanya.
"Mata keranjang, jika menyukai seseorang dia akan mengejar terus sampai dapat setelah dapat dan mendapatkan apa yang diinginkan dia bosan dan mencari yang baru begitu seterusnya.'' Jawab Putri.
"Kalau seandainya dia tidak seperti itu, bagaimana?" Tanya Leo dengan wajah yang berbeda.
"Aku tidak tahu karena untuk saat ini aku belum bisa membuka pintu hatiku untuk pria lain."Jawab Putri dengan jujur.
"Maaf Tuan dan Nona, kita sudah sampai." ucap sekretaris Leo sambil membuka pintu mobil belakang pengemudi.
Putri yang tidak ingin menunggu lama membuka pintu mobil kemudian turun dari mobil begitu pula dengan sekretaris Putri.
Kini Leo dan Putri sudah berada di lobby Hotel Pusing Kepalaku bersama sekretaris masing-masing.
"Aku ke arah kanan kamu ke arah mana?" Tanya Leo yang melihat rekan bisnisnya sambil menunjuk ke arah rekan bisnisnya.
__ADS_1