Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Pernikahan Leo dan Putri


__ADS_3

"Mommy gitu lho." Ucap Soraya bangga.


"Tidak sia-sia Daddy menikahi Mommy." Ucap Lemos bangga sambil memeluk tubuh istrinya.


"Berarti kalau Mommy bodoh dan tidak banyak akal, Daddy sia-sia menikah dengan Mommy?" tanya Soraya sambil menatap horor ke arah suaminya.


Glek


'Aduh salah bicara lagi.' Ucap Lemos dalam hati kemudian menelan saliva nya dengan kasar.


"Maksud Daddy, Daddy bahagia sekali bisa menikah dengan Mommy. Mommy adalah malaikat yang tidak bersayap dan sungguh beruntung Daddy mendapatkan Mommy." Ucap Lemos.


"Sejak kapan Daddy pintar gombal?" tanya Soraya.


"Daddy tidak gombal kok, Daddy serius." Ucap Lemos sambil melirik ke arah Leo meminta bantuan.


Leo yang mengerti arti lirikan Lemos membuat Leo menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Ayo Mom, Dad kita keluar." Ajak Leo setelah selesai mengganti pakaian.


Lemos dan Soraya hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka bertiga keluar dari kamar tamu menuju ke ruang keluarga.


Kini Leo dan Putri resmi bertunangan dan dua keluarga besarnya memberikan ucapan selamat atas pertunangan Leo dengan Putri.


Hingga hampir tiga jam satu persatu tamu undangan meninggalkan mansion milik orang tua Putri dan menyisakan Soraya, Lemos dan ke dua anak kembarnya Leo dan Leona.


"Sudah malam, kami pamit pulang dulu." Pamit Soraya setelah beberapa saat mereka mengobrol.

__ADS_1


"Baik, hati - hati di jalan." Ucap Ibunya Putri.


"Terima kasih." Jawab Soraya sambil cipika cipiki dengan Ibunya Putri.


Lemos, Leo dan Leona bersalaman dengan Ayahnya Putri begitu pula dengan Putri. Mereka berempat pergi meninggalkan mansion menuju ke mansion milik Lemos.


xxxxxxxxxxxx


Satu Bulan Kemudian


Hari berlalu dengan cepatnya dan kini Leo dan Putri sudah resmi menikah dan menjadi pasangan suami istri. Banyak tamu undangan yang datang baik dari keluarga besar Alexander, keluarga besar Alvonso dan rekan bisnis mereka.


Tamu undangan datang dan pergi silih berganti seperti tidak pernah habis membuat Putri duduk di sofa karena ke dua kakinya sangat lelah.


"Cape?" Tanya Leo sambil menatap wajah cantik istrinya.


"Tamu undangan sepertinya tidak pernah habis lebih baik kita istirahat saja." usul Leo.


"Kalau kita langsung istirahat tidak sopan rasanya." ucap Putri.


Tiba - tiba datang Soraya berjalan ke arah mereka berdua.


"Leo, sepertinya Putri sangat lelah lebih baik kalian istirahat di kamar." ucap Soraya.


"Tapi tidak sopan Mom, jika kami istirahat." Jawab Putri yang merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa santai saja, biar kami yang menemani para tamu undangan." Ucap Soraya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Benar Kata Mommy, lebih baik kalian istirahat di kamar dan buatkan kami cucu yang banyak." Sambung Lemos yang tiba-tiba datang kemudian memeluk tubuh istrinya dari arah belakang.


Putri dan Leo hanya tersenyum kemudian Putri dan Leo berjalan meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah lift.


Skip


Kini mereka berada di dalam kamar pengantin dengan jantung berdetak kencang karena baru kali ini mereka berada di kamar berdua terlebih mereka sekarang sudah resmi menikah.


"Siapa yang mandi duluan?" Tanya Leo sambil menarik dasinya yang terasa mencekik lehernya.


"Aku dulu saja." Ucap Putri sambil berjalan ke arah kamar mandi.


Leo hanya menganggukkan kepalanya kemudian Leo melepaskan satu persatu pakaiannya hingga menyisakan celana boxernya.


"Sebentar lagi aku akan menjebol gawang milik Putri." Ucap Leo sambil tersenyum mesum.


Ceklek


Putri membuka pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepalanya sedangkan Leo menatap ke arah Putri.


"Ada apa Put?" Tanya Leo


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Tinggal satu bab lagi ya setelah itu Tamat.


Sambil menunggu tamat silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2