Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Leo dan Putri


__ADS_3

Leo keluar dari mobil dan melihat Putri menodongkan pistol ke arah dirinya membuat Leo membulatkan matanya dengan sempurna.


"Apa yang kamu lakukan Put?" tanya Leo tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Putri.


"Maafkan aku Kak," ucap Putri dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu sengaja menjebak ku agar kamu menembak ku?" tanya Leo dengan wajah penuh kecewa.


Putri tidak menjawab hanya menarik pelatuknya kemudian mengarahkan pistolnya ke arah Pamannya.


Dor


Jleb


"Akhhhhhhhh..." teriak Pamannya ketika pistolnya mengenai bahunya.


Putri langsung menembak Pamannya bersamaan salah satu anak buah Pamannya menyuntikkan racun ke leher Putri membuat Putri meringis karena Putri tidak suka di suntik.


Setelah di suntik Putri membalikkan badannya kemudian menendang tombak sakti milik pria yang baru saja menyuntikkan racun ke lehernya.


Bugh


"Akhhhhhhhh.... Si*l," umpat pria tersebut.


Putri menyerang para penjahat membuat Leo tanpa banyak bicara langsung membantu Putri bersama ke dua bodyguardnya. Tidak berapa lama datang bala bantuan dan tidak membutuhkan waktu lama mereka dapat dikalahkan.


"Maafkan Kakak yang telah menuduh dirimu karena Kakak pikir kamu akan mencelakai atau menjebak Kakak," ucap Leo merasa bersalah karena telah menuduh Putri.


"Tidak apa-apa Kak," jawab Putri.

__ADS_1


'Maaf Kak, aku tidak bisa mengatakannya kalau aku terkena racun,' sambung Putri.


"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Leo dengan wajah kuatir.


"Baik-baik saja Kak," jawab Putri sambil tersenyum kemudian berjalan ke arah mobilnya namun tangannya di tahan oleh Leo.


"Kamu mau kemana?" tanya Leo.


"Aku mau pulang Kak," jawab Putri.


"Kakak akan mengantarkan mu pulang," ucap Leo.


Putri hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan ke arah mobil milik Leo.


"Apakah kamu lelah?" tanya Leo ketika mereka sudah berada di dalam mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi.


"Kalau kita pergi ke kantor Kakak dan pulangnya nanti makan siang, apakah bisa?" tanya Leo penuh harap.


"Bisa Kak, aku akan telepon Mommy dulu kalau aku pergi ke kantor Kakak," ucap Putri.


"Tidak usah Put," jawab Leo.


"Memang nya kenapa?" tanya Putri.


Leo menceritakan secara singkat dari awal ketika ibunya Putri menghubungi dirinya untuk memintanya menjaga Putri hingga mengijinkan Putri untuk membantu pekerjaan kantor.


"Nah begitu ceritanya Put," jawab Leo.


"Ke dua orang tua ku sangat mengkuatirkan aku dan aku sangat berterima kasih karena Kak Leo menolongku," ucap Putri dengan nada tulus.

__ADS_1


"Sama-sama Put," jawab Leo.


"Kak Leo," panggil Putri.


"Ya," jawab Leo singkat sambil menatap wajah cantik Putri.


"Sebagai ungkapan terima kasih, aku akan mengabulkan apapun yang Kak Leo minta," ucap Putri sambil menatap wajah tampan Leo.


'Anggap saja kenangan terakhir untuk pria sebaik dirimu,' sambung Putri.


"Serius?" tanya Leo sambil menatap mata Putri seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Serius," jawab Putri sambil membalas tatapan Leo.


"Baik, tapi kamu jangan banyak protes ataupun mengeluh jika aku meminta sesuatu darimu," ucap Leo sambil tersenyum menyeringai.


"Kak Leo mau meminta uang? Aku ada tabungan lima puluh juta kebetulan aku suka menabung waktu sekolah hingga lulus kuliah tapi kalau meminta lebih dari lima puluh juta aku tidak ada," ucap Putri polos.


ctak


"Aduh," ucap Putri ketika keningnya di sentil oleh Leo.


"Maaf," ucap Leo sambil mengelus kening Putri kemudian meniupnya.


Harum mint dari mulut Leo membuat Putri sangat menyukainya dan Putri merasa aman serta nyaman jika bersama Leo.


"Kakak banyak uang jadi tidak mungkin meminta uang," sambung Leo.


"Kalau tidak meminta uang, lalu apa dong Kak?" tanya Putri penasaran

__ADS_1


__ADS_2