Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Sendok


__ADS_3

"Apakah kita tidak bisa memulai dari awal lagi?" Tanya Leo penuh harap.


Putri menghembuskan nafasnya dengan perlahan dalam hati kecilnya tidak tega melihat wajah sendu dan tatapan penuh harap.


"Baiklah, tapi dengan satu syarat." Ucap Putri.


"Apapun syarat nya Kakak akan melakukannya." Ucap Leo.


"Baiklah, syaratnya hanya ada satu yaitu jangan pernah mencampuri urusan masing-masing. Bagaimana apakah setuju atau tidak?" Tanya Putri.


Leo menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Aku tidak ingin jawaban hanya berupa anggukan tapi jawaban yang pasti." Ucap Putri.


"Iya, Kakak setuju." Jawab Leo pasrah karena yang terpenting dirinya bisa memperbaiki kesalahannya.


'Jika ada pria lain yang mendekatimu atau menyakitimu maka aku tidak akan segan-segan menyingkirkannya seperti orang yang telah berani menculik mu waktu itu." Sambung Leo dalam hati.


Tanpa sepengetahuan Putri dan keluarganya kalau Leo bersama keluarga besarnya telah mem bu nuh orang yang telah berani menculik dan membuat Putri mengalami kecelakaan bahkan mengira Putri meninggal.


Mereka adalah orang-orang suruhan mantan calon suaminya Putri yang bernama Vincent dan mantan sahabatnya Putri. Mereka menjadi santapan binatang buas peliharaan keluarga besar Daddy Alvonso.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu deal." Ucap Putri sambil mengulurkan tangannya ke arah Leo.


"Deal." Jawab Leo yang terpaksa menerima uluran tangan Putri.


Tidak berapa lama pesanan mereka datang, Leo memesan kwetiau goreng seafood dan mie goreng seafood di mana ke duanya kesukaan Putri.


"Mau makan yang mana?" Tanya Leo yang melihat Putri bingung memilih yang mana.


"Semuanya aku suka tapi aku bingung mau makan yang mana." Ucap Putri.


"Kalau begitu makanlah semuanya, Kakak akan pesan lagi." Ucap Leo sambil mengangkat tangannya.


Grep.


"Katanya kamu suka dua-duanya?" Tanya Leo sambil tersenyum bahagia karena Putri menyentuh tangannya.


"Aku tidak akan habis kalau makan semuanya apalagi ini porsi besar." Jawab Putri beralasan yang belum menyadari kalau tangannya masih menggenggam tangan Leo.


"Baiklah." Jawab Leo singkat.


"Maaf." Ucap Putri ketika menyadari tangannya menggenggam tangan Leo sambil menarik tangannya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa santai saja." Jawab Leo sambil tersenyum.


Merekapun berdoa bersama setelah selesai barulah mereka makan dalam diam hingga Putri dan Leo sama-sama menghentikan makanannya ketika makanan mereka tinggal setengah lagi.


"Aku ingin makan mie goreng seafood / kwitiaw goreng seafood." Ucap Leo dan Putri bersamaan.


"Kita tukar makanan?" Tanya Leo dan Putri bersamaan lagi.


"Pffftttt hahahaha..." tawa Leo dan Putri bersamaan lagi dan lagi.


'Senangnya melihat kembali senyum dan tawa Putri yang sangat aku rindukan. Aku berjanji untuk tidak melakukan kesalahan yang sama ataupun kesalahan yang lainnya.' sambung Leo dalam hati sambil menatap wajah cantik Putri yang sangat dirindukan.


"Ehem .... Boleh kita tukaran?" Tanya Putri.


"Tentu saja boleh." Jawab Leo sambil menukar piringnya.


Selesai mengatakan hal itu Leo langsung memakan kwetiau goreng seafood bekas milik Putri membuat Putri terkejut.


"Kenapa sendoknya tidak di tukar?" Tanya Putri dengan nada setengah protes.


"Memangnya kenapa?" Tanya Leo.

__ADS_1


Seumur hidup Leo hanya bersama Putri dirinya tidak pernah jijik makanan bekas Putri termasuk keluarga besarnya.


"Kan secara tidak langsung kita saling berciuman lewat sendok yang digunakan oleh Kak Leo?" Tanya Putri dengan wajah memerah menahan malu.


__ADS_2