
"Tolong bukakan resleting gaun pengantin." Pinta Putri sambil memalingkan wajahnya ke arah lain karena melihat tubuh kekar suaminya.
Tanpa menjawab Leo berjalan ke arah Putri sedangkan Putri membalikkan badannya. Dengan perlahan Leo menurunkan resleting gaun pengantin milik Putri.
Glek
Leo menelan saliva nya dengan kasar ketika melihat punggung mulus istrinya membuat Leo membelai punggung Putri.
"Maaf Kak, aku mandi dulu badanku sangat lengket." Ucap Putri sambil menutup pintu kamar mandi secara perlahan.
Leo menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mendorong perlahan pintu kamar mandi yang belum tertutup dengan sempurna.
"Apa yang kak Leo lakukan?" Tanya Putri terkejut sambil memundurkan tubuhnya.
"Badan Kakak juga lengket jadi kita mandi bersama." Ucap Leo.
"Tapi ..." Ucapan Putri terpotong oleh Leo.
"Sudah malam, apakah kamu tega Kakak mandi malam-malam seperti ini? Kamu tidak usah malu toh kita sudah resmi menikah." ucap Leo.
Putri menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian melanjutkan membuka pakaian sambil membelakangi Leo sedangkan Leo menarik celana boxernya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.
Putri menyalakan kran shower sedangkan Leo memeluk tubuh polos istrinya dari arah belakang membuat Putri terkejut terlebih Leo dengan beraninya memainkan dua gunung kembar milik Putri.
"Apa yang Kak Leo ... Ahhhhhhh... Lakukan?" Tanya Putri sambil mengeluarkan suara merdunya.
"Seperti yang kamu lihat." Ucap Leo dengan nada santai.
"Habis mandi saja Kak Leo." Pinta Putri.
"Baiklah." Jawab Leo sambil mematikan air shower kemudian memberikan sabun ke tubuh Putri hingga tubuh Putri berbusa.
Setelah selesai barulah Leo membasuh tubuhnya dengan menggunakan sabun hingga berbusa. Barulah Leo memutar kran shower dan mereka pun mandi bersama.
__ADS_1
Setelah tubuhnya bersih dan tidak ada lagi busa barulah Leo memutar kran shower dan otomatis air shower langsung mati.
Leo dan Putri berjalan ke arah lemari dan mengambil jubah handuk dan langsung memakainya. Mereka berjalan ke luar dari kamar mandi menuju ke arah ranjang.
Grep
Cup
Leo memeluk tubuh Putri kemudian mencium bibir Putri dan Putri pun membalas ciuman Leo. Walau terbilang kaku tapi mereka menikmatinya hingga Putri menepuk punggung Leo tanda dirinya kehabisan nafas.
Leo langsung melepaskan ciumannya kemudian mendorong perlahan tubuh Putri ke arah ranjang kemudian menaiki tubuh Putri lalu menatapnya.
"Bolehkah?" Tanya Leo penuh harap.
Putri hanya menganggukkan kepalanya membuat Leo tersenyum. Leo memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah dirasa cukup Leo menuntun tombak saktinya ke arah goa yang paling terdalam.
Dihentakan pertama Leo tidak berhasil namun dihentakan ke dua Putri meringis menahan perih pada bagian privasinya padahal baru masuk kepala tombak saktinya.
"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Sakit Kak."Ucap Putri sambil terisak.
Tidak berapa lama rasa sakit berganti rasa nikmat dan Leo melanjutkan kembali. Di hentakkan ke tiga barulah Leo merasakan ada penghalang namun Leo berhasil menerobos penghalang tersebut bersamaan jeritan kesakitan Putri.
"Ahhhhhhh... Sakit....Hiks ... Hiks ... Hiks ... Kak Leo tarik adik kecil Kakak." Mohon Putri sambil terisak.
Cup
Leo mencium bibir Putri sambil memainkan salah satu gunung kembar milik Putri dan membiarkan tombak saktinya berada di dalam privasi milik Putri agar bisa beradaptasi.
Setelah Putri tenang barulah Leo mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar miliknya dan sengaja dimasukkan ke dalam rahim Putri.
Setelah beberapa saat kemudian Leo menarik tombak saktinya dan melihat ada noda merah di tombak saktinya tanda kehormatan Putri yang selama ini di jaga telah di ambil oleh dirinya.
Leo memeluk tubuh polos istrinya sambil menyelimuti tubuh polos mereka sedangkan Putri menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil membalas pelukan Leo.
__ADS_1
Cup
"Terima kasih Sayang, akhirnya kita menikah dan kamu sepenuhnya milikku." Ucap Leo kemudian mengecup kening istrinya.
Putri hanya menganggukkan kepalanya sambil memejamkan matanya.
"Tidurlah." Ucap Leo sambil ikut memejamkan matanya.
Lagi-lagi Putri menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama mereka tidur dengan pulas sambil berpelukan memberikan kehangatan masing-masing.
Tamat
Tidak terasa novel ini sudah tamat dan terima kasih atas komentar, like, hadiah dan vote. Maaf kalau author tidak semua membalas komentar para pembaca tapi yang pasti author sangat senang dengan komentar para pembaca setiaku.
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Amin.
Inti dari cerita ini adalah : Jangan terlalu terpuruk dengan kesedihan ketika apa yang kita rencanakan ataupun yang kita impikan ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Seperti Putri, walau hidup Putri hancur karena calon suaminya dan sahabat baiknya tega mengkhianati dirinya. Tidak membuat Putri memberikan kesempatan ke dua karena suatu saat bisa saja kekasihnya mengulangi perbuatannya.
Putri tidak berlama-lama terpuruk akan kesedihannya hingga dirinya bertemu dengan pria yang menggantikan mantan kekasihnya. Walau awalnya ada rasa kecewa tapi Leo memperbaiki kesalahannya hingga akhirnya mereka menikah.
Jika kita putus cinta terlebih kekasih kita menikah dengan wanita lain pasti sedih banget tapi jangan terpuruk hingga akhirnya melakukan di luar nalar contohnya bu nuh diri.
Percayalah Tuhan sudah menyiapkan pria yang terbaik untuk kita. Jujur author mengatakan hal itu karena author pernah mengalami nya bahkan author hampir saja bertunangan dan sebulan lagi menikah.
Tapi gagal total dan akhirnya dia menikah dengan wanita lain. Sedih tentu saja sedih banget tapi author harus kuat hingga akhirnya author dipertemukan seorang pria yang baik dan menjadi suami author dan kami dikaruniai dua putri cantik.
Terima kasih buat teman-teman yang sudah membaca novelku, semoga kalian suka. Terima kasih banyak yang sudah komentar dan maaf tidak bisa membalas satu persatu tapi yang pasti Author baca kok.
Terima kasih banyak juga yang telah memberikan hadiah, vote dan kopi. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua.
Salam Author,
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
Silahkan mampir ke karyaku lainnya.