Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Patricia


__ADS_3

"Kemungkinan seminggu," jawab Mommynya.


"Ikut saja Mom." Jawab gadis tersebut sambil kembali memetik bunga.


"Patricia, sebentar lagi makan siang sudahi dulu memetik bunga." ucap Mommynya.


"Sebentar lagi selesai Mom." Jawab Patricia.


"Ok, Mommy tinggal ya." ucap Mommynya.


"Baik Mom." Jawab Patricia.


Mommynya pergi meninggalkan Patricia di taman belakang yang penuh dengan bunga sedangkan Patricia masih memetik bunga kemudian meletakkan bunga-bunga tersebut di keranjang. Setelah di rasa cukup Patricia berjalan ke arah ruang keluarga untuk menyusun bunga-bunga yang baru di petik di vas bunga yang sudah ada airnya.


Skip


Kini ke dua orang tua Patricia dan Patricia sudah berada di negara kelahiran Patricia. Mereka berkumpul di ruang keluarga setelah mereka sudah selesai sarapan pagi.


"Patricia, apakah kamu mau menemani Daddy di perusahaan?" Tanya Daddynya Patricia.


"Ikut Dad, makanya Patricia sudah rapi." Jawab Patricia.


"Ok, kalau begitu kita berangkat ke kantor." Ajak Daddynya Patricia.

__ADS_1


"Baik Dad." Jawab Patricia.


Patricia turun dari sofa kemudian berjalan ke arah Mommynya untuk mencium punggung tangannya setelah selesai barulah mereka berdua berjalan ke arah garasi mobil.


Kini Daddynya Patricia dan Patricia dalam perjalanan menuju ke perusahaan dan msreka duduk di belakang kursi pengemudi.


"Paman, tolong matikan AC aku ingin membuka kaca jendela." Pinta Patricia.


"Baik Nona." Jawab sopir tersebut yang merangkap sebagai bodyguard.


"Daddy, kenapa sih aku harus berpenampilan culun?" tanya Patricia sambil menurunkan jendela mobil.


Patricia sebenarnya gadis yang sangat cantik namun ke dua orang tuanya memintanya untuk berpenampilan culun, memakai pakaian yang agak lebar, rambutnya di kepang dua dan berkacamata besar di tambah tompel hitam di pipinya.


"Tapi Putri kan bisa bela diri Dad." ucap Putri.


"Daddy tahu, tapi ketika kamu di culik para bodyguard Daddy yang bisa bela diri kalah dengan mereka hingga Daddy meminta bantuan teman-teman Daddy untuk menolong mu." Jawab Daddynya.


'Maaf Sayang, ini demi keselamatan dirimu karena kami tidak mau kehilanganmu untuk ke dua kalinya." Sambung Daddynya dalam hati.


Patricia hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan hingga dirinya melihat gulali kesukaan dirinya.


"Paman, aku ingin gulali ... Tolong belikan Paman." Pinta Patricia penuh harap.

__ADS_1


"Baik Nona." jawab bodyguard tersebut.


Sopir yang merangkap sebagai sopir menepikan mobilnya kemudian keluar dari mobil dan berjalan ke arah penjual gulali.


"Ck ... kamu itu seperti anak kecil." Ucap Daddynya sambil menggelengkan kepalanya.


"Habis enak Dad." Jawab Patricia sambil tersenyum.


"Paman, beli dua ya!" teriak Patricia sambil menjulurkan kepalanya dari jendela mobil.


Bodyguard tersebut hanya mengangkat tangannya kemudian jari telunjuk dan ibu jari disatukan membentuk huruf O yang artinya ok.


Tanpa sepengetahuan mereka kalau dua pria tampan berada di depan mobil mereka siapa lagi kalau bukan Lemos dan Leo. Lemos dan Leo duduk di kursi belakang dan entah kenapa ketika Leo melihat penjual gulali membuat dirinya teringat dengan Putri membuat Leo meminta bodyguardnya untuk membelinya.


"Sejak kapan anak Daddy ingin makan gulali?" Tanya Lemos.


Deg


Deg


"Sejak ..." ucapan Leo terputus ketika mendengar suara teriakan yang sangat familiar di telinganya membuat jantung Leo berdetak kencang.


"Putri." Ucap Lemos dan Leo bersamaan

__ADS_1


__ADS_2