Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Penyesalan Leo 2


__ADS_3

Leo hanya diam membatu rasa penyesalan teramat sangat terhadap Putri membuat dirinya seperti orang linglung.


Leo ingat ketika terakhir dirinya bertemu dengan Putri. Putri selalu tersenyum dan ketika dirinya marah karena hanya mimpi Putri masih tetap tersenyum dan ternyata itu adalah senyuman terakhir yang diberikan untuk dirinya.


"Karena hari sudah malam, besok pagi Daddy ke sana untuk melihat lebih jelas." ucap Lemos.


"Lebih baik Mommy menghubungi Ibunya Putri karena pasti menunggu kedatangan putrinya." ucap Soraya sambil mengambil ponselnya.


Soraya mencari nomer telepon Ibunya Putri di kontak telepon setelah ketemu Ibunya Putri menekan nomer tersebut.


("Selamat malam, apa ada kabar dengan Putri?" Tanya Ibunya Putri dengan suara serak seperti habis menangis).


(Terdengar suara nafas berat).


("Putri di culik dan mobil milik penculik masuk ke dalam jurang." Jawab Soraya singkat).


Soraya tidak menceritakan secara detail kalau Putri awalnya naik taksi namun naas taksinya mengalami kecelakaan hingga akhirnya Putri di culik ketika Putri berada di dalam mobil ambulance.


("Apa?" Tanya Ibunya Putri dengan nada terkejut).


("Besok pagi kami akan ke sana untuk melihatnya." Jawab Soraya).


Hening


Hening

__ADS_1


("Hallo..." Panggil Soraya).


Hening


Hening


("Hallo..." Panggil ulang Soraya).


("Nyonya..." panggil seorang pria).


("Tolong Nyonya pingsan!" sambung pria tersebut dengan nada setengah berteriak).


("Apa yang terjadi? Kita bawa ke kamar Nyonya saja," usul seorang wanita).


("Ada apa dengan istriku?" tanya seorang pria yang bisa dipastikan Ayahnya Putri).


Hening


Hening


("Hallo, maaf Anda siapa?" Tanya pria itu).


("Maaf aku Soraya, Ibunya Leo." Jawab Soraya).


("Maaf, kenapa istriku pingsan?" tanya Ayah nya Putri).

__ADS_1


("Aku tadi memberikan kabar kalau Putri di culik dan mobil milik penculik masuk ke dalam jurang." Jawab Soraya singkat mengulangi perkataannya).


("Apa?" Di jalan mana?" tanya Ayahnya Putri dengan nada terkejut).


("Jalan Cintaku Padamu." Jawab Soraya).


("Pantas saja tadi aku pergi ke Jalan Sendiri Lagi tidak ada. Terima kasih sudah memberikan informasi, aku dan anak buah ku ke sana bersama Polisi." Ucap Ayahnya Putri).


("Sama-sama," Jawab Soraya).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Ayahnya Putri.


"Mommy dan Daddy, Leo mau ke Jalan Cintaku Padamu." Ucap Leo sambil turun dari sofa.


"Sudah malam, besok pagi saja." jawab Lemos dengan nada tegas.


"Tapi Dad ..." ucapan Leo terpotong oleh Soraya.


"Buyut tahu kamu sangat menyesal setelah tahu kebenarannya tapi semuanya sudah terlambat. Putri sudah pergi meninggalkan kita dan lain kali jika kamu mengenal seorang gadis dan kamu menyukainya jangan lagi percaya dengan mimpi atau apa kata orang. Cari dulu kebenarannya karena jika kamu tidak lakukan itu maka kamu pun akan kehilangan orang yang kamu cintai." ucap Mommy Laras dengan kata bijaknya.


Leo hanya terdiam sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Dirinya sangat menyesali dan seandainya bisa di putar dengan waktu dirinya tidak akan melakukan kesalahan yang fatal.


Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik Orang Tua Putri, Ayahnya Putri meminta kepala pelayan untuk mengambil minyak angin agar istrinya sadar.

__ADS_1


"Mommy, bangunlah kita pergi untuk melihat keadaan Putri karena Daddy merasa yakin kalau Putri kita masih hidup." Ucap Suaminya sambil memeluk tubuh istrinya yang masih tidak sadarkan diri.


__ADS_2