Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
PENYESALAN LEO


__ADS_3

"Kamu ingat waktu Kakak mengobati Putri, walau Kakak tidak melihat karena terhalang kain putih tapi aku bisa merasakan tidak ada tanda kehidupan di perut Putri selain itu Kakak bisa tahu kalau Putri masih menjaga kehormatannya ketika Kakak mengecek kondisi Putri ketika Putri mengalami keracunan." Jawab Alex.


"Kak Alex kok bisa tahu?" tanya Leo seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Bukan Kakak saja, Mommy juga bisa." jawab Alex.


"Mommy dulunya dokter medis yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit dan termasuk bisa mengetahui kalau wanita itu masih menjaga kehormatan atau tidak." sambung Alex.


Duarr


Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan oleh Leo, Leo merasa sangat bersalah karena terlalu percaya dengan mimpi yang seperti nyata. Tubuh Leo membatu sedangkan Soraya hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


'Kenapa sifat Kak Lemos menurun ke putra kami? Mempercayai sesuatu tanpa mencari bukti terlebih dahulu.' Ucap Soraya dalam hati.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang Soraya dengan Lemos ada di novel : Ranjang Sang Mafia


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Mommy Laras hanya diam dan tidak berkomentar sedikitpun karena Mommy Laras tahu kalau Leo menyesali perbuatannya.


Mommy Laras mengotak-atik laptopnya hingga Mommy Laras melihat Putri menghentikan taksi.


"Putri menghentikan taksi dan sekarang naik ke dalam taksi." Ucap Mommy Laras.


Soraya dan Leo menatap ke arah laptop dimana Mommy Laras masih mengutak-atik laptopnya sedangkan Alex hanya melirik sekilas.


Soraya dan Leo melihat taksi tersebut mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga tiba - tiba taksi tersebut berhenti di pinggir jalan.


"Kenapa taksi itu tiba-tiba berhenti?" tanya Leo dengan wajah kuatir.


"Sebentar aku cek." Jawab Mommy Laras sambil mengotak atik laptopnya.


Setelah beberapa saat Mommy Laras berhasil dan mereka melihat Putri menutup mulutnya dengan ke dua tangannya sambil terbatuk-batuk bersamaan darah berwarna hitam keluar dari sela-sela jari Putri.


"Gawat, Putri terkena racun." ucap Alex dengan wajah terkejut.


"Racun?" tanya mereka bersamaan.


"Ya racun, jika tidak di tolong dengan segera bisa membahayakan nyawanya." Jawab Alex.


"Bukankah waktu itu kamu sudah mengeluarkan racunnya?" tanya Katarina dengan wajah bingung.


"Sudah Mom dan Alex sudah mengecek nadi Putri, racunnya sudah hilang sama sekali. Alex juga bingung kenapa racun di tubuh Putri ada lagi? Apa kareba tidak terdeteksi?" tanya Alex.


"Tapi tunggu kata Leo tadi Putri di culik, benar begitu Leo?" Tanya Daddy Alvonso yang sejak tadi terdiam.


"Benar Buyut." Jawab Leo.


"Ini laptopnya." ucap Lemos sambil meletakkan laptopnya di depan Mikael.


Ketika Daddy Alvonso ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba datang Lemos yang membawa laptop membuat Daddy Alvonso tidak jadi berbicara dengan Leo.


"Coba apa yang terjadi ketika Putri di culik!" perintah Daddy Alvonso yang melihat Mikael membuka laptopnya.


"Baik Opa." Jawab Mikael.


"Sekalian berikan suaranya!" perintah Daddy Alvonso.

__ADS_1


"Siap Opa." Jawab Mikael.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang Mommy Laras dan Daddy Alvonso silahkan baca novelku dengan judul : Cinta Satu Malam Bersama Mafia.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Mikael mengotak atik laptopnya hingga beberapa saat kemudian mereka melihat dimana Putri dan ke dua bodyguard milik orang tuanya Putri berkelahi melawan para musuh.


xxxxxxxx Rekaman CCTV On xxxxxxx


Putri menyerang para penjahat membuat ke dua bodyguard yang awalnya terdesak kini bisa mendesak para penjahat tersebut.


Putri sesekali menghindari pukulan mereka dan terkadang menyerang mereka hingga tidak berapa lama datang mobil berwarna hitam berhenti di depan mereka.


Cittttttt...


Putri melirik sekilas ke arah mobil yang mendadak berhenti hingga matanya membulat sempurna karena melihat adik dari Ayahnya turun dari mobil sambil mengarahkan pistolnya ke arah kening Putri.


"Apa yang Paman lakukan?" tanya Putri dengan wajah terkejut.


"Paman menunggu seseorang dan kamu akan aku jadikan umpan," jawab Pamannya dengan wajah tanpa dosa.


"Maksud Paman apa? Paman aku ini ponakan mu? Kenapa Paman tega padaku?" tanya Putri tidak percaya.


"Salah satu dari cucu Alexander yang bernama Leo sebentar lagi akan datang dan Paman sangat membenci keluarga besar Alexander karena itulah Paman menjadikan ponakan tersayang ku umpan untuk menjebak Leo. Mengenai kenapa Paman tega sama ponakan sendiri, tanyakan sama Daddy mu kenapa tega sama Paman," ucap Pamannya.


"Apa yang akan Paman lakukan sama Kak Leo?" tanya Putri sambil menahan amarahnya terhadap Pamannya.


"Paman akan menyuruhmu untuk menembak Leo hingga Leo mati," jawab Pamannya.


"Jika aku menolaknya?" tanya Putri.


"Tembak ke dua pria itu!" perintah Pamannya.


"Baik Tuan," jawab anak buahnya sambil mengeluarkan pistolnya dari saku jasnya.


Dor


Dor


"Akhhhhhhhh," teriak dua bodyguard tersebut.


Bruk


Bruk


Dua anak buah Pamannya menembak tepat di keningnya membuat ke dua bodyguard tersebut berteriak kesakitan bersamaan tubuhnya ambruk dan mati seketika.


"Paman sangat jahat, kenapa menembak mereka? Mereka itu tidak bersalah," tanya Putri sambil bersiap memukul Pamannya.


Grep


Dua anak buahnya menahan tangan Putri agar tidak memukul Pamannya sedangkan


"Pegang pistol ini dan tembak tepat di keningnya kalau tidak anak buah Paman akan menyuntikkan racun ke dalam tubuhmu dan racun ini dua kali lipat lebih bahaya dari racun pertama," ucap Pamannya.


"Berarti waktu aku terkena racun akibat ulah Paman?" tanya Putri dengan wajah terkejut.

__ADS_1


"Tentu saja, sayang kamu selamat," jawab Pamannya sambil tersenyum devil.


"Tapi tenang saja racun ini akan berkerja selama empat puluh delapan jam setelah lewat dari itu kamu langsung ma ti," ucap Pamannya.


"Paman sangat yakin pasti kamu lebih memilih nyawamu dari pada nyawa Leo karena jika kalau kamu memilih nyawa Leo berarti kamu wanita yang sangat bod*h," ucap Pamannya.


Tidak berapa lama datang mobil yang ditumpangi oleh Leo dan berhenti tidak jauh dari tempat Putri.


"Leo sudah datang dan ini pistolnya, ingat kamu ada dua pilihan kamu atau Leo yang ma ti," ucap Pamannya sambil memberikan pistol.


Putri menerima pistol tersebut bersamaan salah satu anak buahnya mengarahkan jarum suntik tepat di leher Putri.


Leo keluar dari mobil dan melihat Putri menodongkan pistol ke arah dirinya membuat Leo membulatkan matanya dengan sempurna.


"Apa yang kamu lakukan Put?" tanya Leo tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Putri.


"Maafkan aku Kak.'' Jawab Putri dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu sengaja menjebak ku agar kamu menembak ku?" tanya Leo dengan wajah penuh kecewa.


Putri tidak menjawab hanya menarik pelatuknya kemudian mengarahkan pistolnya ke arah Pamannya.


Dor


Jleb


"Akhhhhhhhh..." teriak Pamannya ketika pistolnya mengenai bahunya.


Putri langsung menembak Pamannya bersamaan salah satu anak buah Pamannya menyuntikkan racun ke leher Putri membuat Putri meringis karena Putri tidak suka di suntik.


Setelah di suntik Putri membalikkan badannya kemudian menendang tombak sakti milik pria yang baru saja menyuntikkan racun ke lehernya.


Bugh


"Akhhhhhhhh.... Si*l," umpat pria tersebut.


Putri menyerang para penjahat membuat Leo tanpa banyak bicara langsung membantu Putri bersama ke dua bodyguardnya. Tidak berapa lama datang bala bantuan dan tidak membutuhkan waktu lama mereka dapat dikalahkan.


"Maafkan Kakak yang telah menuduh dirimu karena Kakak pikir kamu akan mencelakai atau menjebak Kakak," ucap Leo merasa bersalah karena telah menuduh Putri.


"Tidak apa-apa Kak," jawab Putri.


xxxxxxxx Rekaman CCTV Off xxxxxxx


"Berarti orang itu yang memberikan racun ke Putri." Ucap Alex.


"Benar sekali." jawab Daddy Alvonso.


Leo lagi-lagi membeku dan dirinya merasa sangat bersalah karena Putri mengorbankan dirinya agar dirinya tidak terluka.


"Sekarang Putri ada dimana?" Tanya Leo dengan tubuh gemetar dan matanya berkaca-kaca.


"Sebentar." ucap Mommy Laras sambil mengotak atik laptopnya.


Lemos yang menonton rekaman cctv menahan amarahnya terhadap orang yang berniat mencelakakan putra sulungnya dan Putri mengorbankan dirinya agar putra kesayangannya tidak terluka.


"Taksi yang ditumpangi Putri di tabrak dan ketika ada petugas ambulance mereka di hadang dua mobil." Jawab Mommy Laras sambil memperlihatkan laptopnya.


Mereka melihat laptop tersebut dimana Putri di bawa ke dalam mobil hingga ke dua mobil tersebut tiba-tiba di tabrak lagi. Mobil yang pertama masuk ke jurang dan satunya di tabrak truk.

__ADS_1


"Mobil yang ditumpangi Putri masuk ke dalam jurang." ucap Lemos.


"Sudah dipastikan Putri ..." ucap Soraya menggantungkan kalimatnya.


__ADS_2