CINTA SANG PEMUJA

CINTA SANG PEMUJA
BAB 13. DIA, SIAPA..?


__ADS_3

"Mas, motor saya di cuci yang bersih ya, tapi saya mau, mas yang cute itu yang cuci motor saya..!"


Jody mengikuti telunjuk gadis berambut panjang hitam itu, menunjukkan seseorang yang ia minta untuk mencuci motor nya.


Leo, kenapa harus Leo..? Cute katanya..?


Jody membathin.


"Mas, dengerin saya ngomong nggak sih, kok komat kamit sendiri...?"


Jody tersentak, ketika gadis itu bicara lebih keras, karena merasa diabaikan.


"I, iya, iya. Saya dengar, tapi pria yang mba maksud itu sedang istirahat, sama saya aja ya, saya bersih kok kalo nyuci..!"


Si gadis meneliti Jody dari ujung kaki sampai ujung rambut. Ditatap seperti itu oleh gadis cantik, Jody jadi melayang, ia segera pasang tampang cool. Tapi, diluar dugaan sigadis justru beranjak mendekati Leo, yang duduk disudut lokasi pencucian motor, sembari terkantuk kantuk.


"Mas, niat kerja nggak sih..? Kok tidur..!"


Leo tergagap, ketika sebuah suara menyentakkannya. Ia membuka mata, seraut wajah cantik terpampang di depan matanya, membuat rasa kantuknya seketika lenyap.


"Eh, kenapa ya mbak...? Saya lagi nunggu giliran, yang sekarang nyuci motor itu dia,"


Leo menunjuk Jody yang saat itu menatap nya dengan penuh harap, tidak ingin Leo menyerobot pelanggan nya.


"Tapi, saya maunya mas nya yang nyuci..!"


"Dan disini, ada aturan nya mbak, saya nyuci abis dia...!"


Bantah Leo, ia merasa tidak enak dengan Jody, karena Jody disana terus menatapnya seolah ingin mengatakan bahwa, "jangan ambil pelanggan ku".


Tiba tiba saja sebuah motor masuk kearea pencucian, seorang ibu ibu gendut dengan make up yang cukup tebal memarkirkan motor matic miliknya. Dan memberi isyarat agar motor nya segera dicuci.


"Nah, ibu ibu itu buat temen mas aja, motor saya biar mas yang ngerjain oke..?"


Gadis berambut panjang itu bicara seperti itu kepada Leo, Leo menghela nafas.


"Emang kenapa, mba mau saya yang nyuci motor mba...? Kan disini ada beberapa karyawan,"


Leo jadi penasaran, kenapa gadis ini ngotot, agar ia yang mengerjakan motornya.


"Ya, seneng aja liat mas nyuci, tambah kece..!"


Sahut gadis itu blak blakan.


"Hah...?

__ADS_1


Leo bingung harus berekspresi seperti apa mendengar ucapan gadis itu, yang jelas ucapan itu membuat para karyawan lain mencibir kepada nya. Termasuk Jody. Meski pada akhirnya, Jody pasrah mencuci motor milik ibu ibu gemuk yang baru datang tersebut, dan Leo yang akhirnya mengerjakan motor milik gadis cantik itu, tetap saja apa yang tadi terjadi, benar benar menciptakan aura tidak nyaman sesama kaum jomblo ditempat itu.


"Siapa dia Yo, kok kayak nya kalian dekat banget...?"


Jody bertanya, ketika mereka sudah selesai mengerjakan tugas mereka, dan Leo mendapatkan tip dari si gadis sebelum pergi.


"Gue kagak tau..!"


"Gaya lu, sok ngartis, pake diberi tip pula, gue apes, udah yang punya motor butek, motornya kotor bener, cerewet lagi...!"


"Udah, gitu gitu tetap rezeki lu kan, lumayan lho itu..!"


"Tapi kalo tu cewek emang gebetan lu, ya wajar lah. Motor pengen lu yang cuci..!"


Leo hanya bisa geleng-geleng kepala, gebetan...? Gadis tadi ..? Ah, Leo bukannya sombong, tapi gadis tadi tidak termasuk dalam kriteria idaman nya. Karena seperti nya gadis itu punya sifat yang kelewat manja, Leo tidak terlalu suka dengan tipe wanita seperti itu. Idolanya tetap sama. Wanita itu harus seperti kakaknya. Pantang menyerah.


***


Sepulang nya kerumah. Leo sedikit terkejut, ketika melihat kakaknya sudah berpakaian rapi. Penampilan sang kakak jadi jauh dua kali lipat lebih menarik dari biasa nya bagi Leo. Melihat Leo, Mikha buru buru meminta sang adik untuk segera mandi dan bersiap.


"Temeni aku ke cafe yuk...!"


Leo melongo mendengar ucapan sang kakak.


"Cafe...? Nggak salah ni kak. Dapat duit dari mana sampe ngajak aku kesitu segala...?"


"Oh, nyanyi..? Siapa..? Cowok atau cewek...?"


"Duuh, ntar aja kalo mo tau, buruan mandi ntar telat, jangan lupa dandan yang rapi ya...?"


"Heem, tapi aku nggak punya baju mahal kaya para sultan yang suka nongkrong di cafe itu lo kak..!"


"Yang penting bersih dan rapi. Buruan..!"


Leo mau tidak mau bergegas menuju kamar mandi, mandi sebersih nya lalu segera bersiap. Ini kali pertama mereka ke cafe, jika tidak diminta datang oleh teman kakaknya, mungkin Leo belum pernah merasakan bagaimana itu suasana cafe.


Tidak sulit mencari cafe tempat dimana, Kei sedang tampil. Karena, cafe itu cukup terkenal dikota mereka. Dengan gugupnya, keduanya segera masuk kedalam. Leo menggandeng tangan kakak nya, seolah olah mereka itu sepasang kekasih.


"Kak, mewah bener ini mah, mirip di film film..!"


Bisik Leo dengan katronya.


"Diem ah, ntar keliatan bener kita baru ngerasain masuk sini,"


Sahut Mikha sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat mewah itu. Mencari cari sosok Kei. Meskipun ia tidak yakin, apakah ia bisa mengenali Kei jika sedang bertugas seperti itu.

__ADS_1


"Kak, banyak cewek sexy kak, astaga mataku.. !"


Leo lagi lagi meracau sambil memandang berkeliling, berapa tamu tamu yang ada disitu rata rata memakai baju kekurangan bahan. Dada dan paha serta bahu diumbar. Lagi lagi Leo merasa kesucian matanya ternodai.


"Yo, kalau kamu gandeng aku terus, ntar nggak ada yang naksir kamu lho, karena mereka ngira kita pacaran...!"


Mikha berbisik, sembari berusaha melepas kan pegangan tangan Leo dilengan nya. Namun, Leo tidak perduli, ia justru semakin mempererat cengkraman tangan nya di lengan kakak nya.


"Biarin kak, aku horor kalau ditaksir cewek cewek disini, pasti uang jajannya nggak cukup 100k deh...!"


Mikha menghela nafas mendengar ucapan adiknya. Hingga tiba tiba, Kei, muncul. Mikha dan Kei sama sama terpaku melihat penampilan mereka satu sama lain.


Mikha semakin anggun, padahal dia nggak pake dres sexy seperti tamu lain...


Kei membathin.


Kalau berpenampilan begini, mana ada sih yang nyangka ni cowok jadi pengamen. Mirip artis...


Mikha pun berucap dalam hati. Kei menatapi Leo yang saat itu masih memegang erat lengan Mikha.


Udah punya pacar ternyata, heeeem...


Kei kembali membathin. Namun, ia segera membawa Mikha dan Leo ketempat duduk paling depan. Tempat itu sudah di booking Kei, agar Mikha leluasa untuk melihat penampilan nya nanti.


"Mikh, ntar kita ngobrol nya ya, aku mau ke belakang dulu mempersiapkan semuanya...!"


"Oh, iya. Makasih ya, semangat..!"


Kei mengeluarkan ponsel nya dari saku celana nya dan memberikan ponsel itu kepada Mikha.


"Tolong, abadikan penampilan ku diponsel ini ya,"


Katanya, sembari berbalik dan tergesa menuju kebelakang. Leo langsung merampas ponsel canggih itu.


"Keren bener kak. Ponsel gini nih, yang aku mau, pasti buat nge-game enak...!"


Ponsel inikan harganya mahal bener, kok, Kei punya ya. Diakan pengamen...


Mikha membathin. Meskipun ia tidak seharusnya mempermasalahkan hal itu, tetap saja ia tidak bisa memungkiri jika sedang heran...


Note: Berikan lah dukungan untuk orang orang yang kita sayang, selagi apa yang mereka lakukan masih positif kenapa tidak..? Dukungan kita, sama seperti obat penyemangat untuk mereka yang sedang berjuang...


👉 jangan lupa like vote klik favo rate 5 jika suka ya 💖


👉 Baca juga novel nonfiksi karya saya berjudul SANG PELAKOR klik profil saya untuk mengecek karya saya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2