CINTA SANG PEMUJA

CINTA SANG PEMUJA
BAB 24. SERAGAM BIKIN BANGGA.


__ADS_3

Karena sudah mengantongi izin dari Mikha. Leo memutuskan untuk undur diri dari tempat kerjanya dijasa pencucian motor, hal ini membuat Jody merasa tidak rela, karena Leo adalah tim kerja yang baik menurut nya walau terkadang menyebalkan.


"Lu, beneran kagak mau kerja disini lagi Yo, ah lu, kagak setia kawan lu, masa gue disini sendirian, kagak seru ah, kalo lu kagak ada..!"


Jody melancarkan aksi protes, ketika Leo berpamitan padanya, usai pamit mengundurkan diri dihadapan pemilik jasa pencucian motor tersebut.


"Kagak seru karena yang dipalak, kagak ada..!"


Leo menyindir. Jody mencibir.


"Kan, malak elo bikin hidup gue mainstream Yo, tapi lu kok bisa sih kerja di cafe, lu kan kagak sekolah, lu pelet ya pemilik cafe biar bisa nerima lu disana...!"


"Ada orang baik, yang rekomendasikan gue disana..!"


Sahut Leo, dengan nada bangga.


"Rekomendasikan gue juga dong Yo, gue kan juga mau punya masa depan cerah juga, masa kerjaan disini terus...!"


"Boleh, asal lu kagak sabung ayam lagi, cuma buat beli rokok...!"


"Yee, kalo gaji di cafe gedde, gue juga kagak bakal sabung ayam kok...!"


Leo, cuma tertawa, ia beranjak untuk pamit dari hadapan Jody. Tidak sabar rasanya untuk menyandang gelar waiters. Bertahun tahun, Leo mengais rezeki di jasa pencucian motor, ia sudah berusaha untuk mencari pekerjaan lain, hanya saja mencari pekerjaan disaat ia tidak punya ijazah SMU itu tidak mudah, sama seperti Mikha, Leo harus bertahan di pekerjaan nya tersebut, meskipun hasil tidak sesuai dengan usahanya yang keras.


***


Leo sudah berdiri didepan pintu ruangan pemilik cafe dimana ia akan bekerja. Kei, sudah memberikan instruksi kepadanya soal interview yang akan dilakukan hari ini.


Pemuda itu sedang tidak bertugas karena masuk jam 3 sore. Jadwal kerja Kei, tentu berbeda dengan yang lainnya, karena Kei memang bukan waiters. Ia pengisi acara di cafe itu, yang ditugaskan untuk bernyanyi disaat jam cafe sedang ramai.


Setelah menguatkan hati, dan mengetuk pintu. Leo masuk. Awalnya, Leo mengira, pemilik cafe itu adalah pria dengan usia yang cukup tua. Seperti yang biasa ia lihat di film- film. Tapi perkiraan nya salah. Pemilik cafe ternyata seorang wanita sexy, dengan usia sekitar diatas 30 tahunan.


Penampilan wanita itu membuat Leo harus mengalihkan pandangannya, jika tidak mau dianggap kurang ajar. Bagaimana tidak, bagian atas baju dibiarkan terbuka lebar, hingga bahu dan separuh dadanya terekspos, sedang dibagian bawah. Rok mini yang dikenakan wanita itu juga sangat minim. Hampir seluruh paha wanita itu terlihat.


Melihat paha...? Benar. Leo bisa melihat barang terlarang itu, karena si wanita sekarang tidak duduk di kursi meja yang ada diruangannya, tapi sedang berdiri, dengan menyilangkan satu kaki diatas kaki lainnya, plus kedua tangan bersidekap didada.


Sialan Kei. Dia punya bos sehot ini...? Kagak cerita lagi. Kalau cerita kan, gue bisa mempersiapkan hati.


Leo mengomel.


Wanita itu meneliti Leo, dari ujung rambut, sampai ujung kaki. Ditatap seperti itu, Leo merasa dirinya berubah jadi ayam panggang.


"Kamu, teman Keitaro Prawira...?"


Wanita itu melontarkan pertanyaan.

__ADS_1


"Iya. Bu..!"


"Bu...? Apakah aku setua itu dimatamu, hingga kamu memanggilku demikian...?"


Wanita itu melancarkan aksi protes.


"Lalu, saya harus memanggil Anda dengan sebutan apa...?"


"Bos cantik...!"


Leo terbelalak.


Maksa amat, minta dipanggil bos cantik. Cantik juga kagak, cuma menang sexy aja..


Dengan kurang ajarnya, Leo mengkritisi penampilan wanita dihadapannya.


"Kamu sedang mengataiku dalam hati...?"


Wanita itu menatap kearah Leo dengan tatapan mata serius. Leo tergagap.


"Tidak bos..!"


"Cantik...!"


"Iya, itu maksud saya, bos cantik...!"


Wanita itu bertepuk tangan mendengar apa yang diucapkan oleh Leo.


"Gitu dong. Karyawan disini, harus mengakui aku seperti itu. Aku ini cantik, sexy dan menggiurkan, benarkan..!?"


Sembari mengucapkan kalimat tersebut, wanita itu melangkah menghampiri Leo, menatap nakal kearah Leo, lalu menarik Leo untuk duduk di kursi yang ada diruangan tersebut.


Gila, mati gue lama lama kalo diruangan ini sejam lagi, udah tu dada nonjol banget lagi. Leooooo, gila lu, gitu aja kagak bisa nahan godaan, udah deg degan aja...


Leo memaki dalam hati, sembari berusaha untuk mengalihkan perhatian nya dari dada wanita disampingnya tersebut.


"Lihat apa..?"


Wanita itu seolah sadar, wajah Leo merah, kuning,hijau, biru melihat pemandangan yang ia suguhkan lewat baju sexy yang dipakai nya.


"Emm, tidak bos cantik, tidak melihat apa apa...?"


"Baru melihat ginian...?"


Wanita itu masih menggoda Leo. Membuat Leo merasa, wajahnya semakin merah.

__ADS_1


Ampuuun maaaak, kak Mikha bener. Kerja ditempat ginian, godaannya gini amat...


Leo menjerit didalam hati.


"Eh, itu...!"


Leo bingung ingin menjawab seperti apa. Tentu saja ini bukan yang pertama. Wanita di counter ponsel waktu itu, belum lagi dua teman kakaknya yang dulu menggoda nya di toilet cafe ini, sudah membuat mata Leo, tidak suci lagi. Namun, tetap saja, Leo mengklaim matanya suci, karena ia tidak pernah sengaja untuk melihat hal hal seperti itu. Contoh mengintip wanita mandi misalnya, atau melihat film porno.


No, Leo tidak pernah melakukan itu, karena meskipun kelelakiannya berontak ingin mencoba melakukan hal itu, seperti yang dilakukan oleh teman seusianya, tapi, ia masih ingat dan patuh nasehat Mikha sang kakak, bahwa sengaja melihat hal seperti itu, bisa membuat wajah suram, dan rezeki juga menyempit. Ukh...


"Masih perjaka seperti nya kamu ya, sama seperti Keitaro. Aku suka punya karyawan perjaka. Tapi aku juga sedikit khawatir, kalau punya karyawan perjaka, karena apa...? Disini, jika cafe dibooking orang orang kelas atas, terkadang hal hal yang menggoda, akan bermunculan dimana mana, aku tidak mau, karyawan minim pengalaman soal wanita, tidak bisa mengontrol diri saat melihat hal hal yang menggoda seperti ini, kamu paham maksud ku...?"


"Saya paham, bos cantik...!"


Ah, Leo lama lama jadi gondok, jika setiap kali, harus menyebut kata "cantik" pada wanita yang menurut nya tidak cantik sama sekali tersebut. Tapi, apa daya. Leo harus patuh dengan aturan konyol itu.


"Oke, aku beri kesempatan kamu bekerja disini satu bulan, karena kamu teman Keitaro. Tapi ingat ya, meskipun kamu teman Keitaro, jika kamu tidak becus bekerja, kamu aku pecat...!"


"Terima kasih bos cantik...! Saya berjanji akan bekerja dengan baik, mulai hari ini...!"


Wanita sexy itu segera melangkah menuju lemari yang ada disudut ruangan tersebut. Membuka pintunya, lalu mengeluarkan sesuatu dari sana.


"Ini baju seragam mu. Senin sampai Jumat warnanya sama, wekkend berbeda, harus lebih kinclong lagi, karena aku tidak mau, cafe ini dikritik, karena punya karyawan jorok dari penampilan, jadi kamu perlu dandan...! Paham...!"


Sembari melempar kan baju seragam yang masih berbungkus plastik menandakan, baju itu masih baru, wanita itu berucap demikian.


Wajah Leo semringah. Ditelitinya 4 baju seragam yang tadi diberikan oleh wanita yang akan jadi bosnya tersebut.


Kak Mikhaaaa, horeeee, akhir nya gue bisa juga pake seragam...


Leo bersorak gembira didalam hati...


Note: Keteguhan hati, tidak akan membuat diri mudah tergoda. Jadi, jika menghadapi banyak sekali godaan, teguhkan hati dengan niat awal, insya Allah, godaan itu akan bisa kita atasi dengan baik.


👉 Jangan lupa, like, vote rate 5 klik favorit jika suka ya💗


👉 Baca juga novel nonfiksi saya berjudul SANG PELAKOR dilapak ini. Dan bagi kalian yang ingin membaca novel karya saya diplatform lain NOV*LME, disana ada 3 novel saya ya:


- FACE ( fiksi roman, udah tamat)


- DOKTER ITU KAKAKKU (non-fiksi roman , on going artinya update tiap hari)


- MAHKOTA DEWA ( fiksi fantasi, on going artinya update tiap hari)


bersambung

__ADS_1


__ADS_2