
"Kei, tolong berhenti disini..!"
Belum sampai ketempat tujuan, Mikha meminta Kei untuk menghentikan motornya. Semula, Kei tidak mau menuruti apa kata Mikha, akan tetapi permintaan Mikha benar benar tidak bisa ditawar lagi. Terpaksa, Kei menepikan motornya dan mematikan mesin motornya, ingin tahu, apa yang akan dilakukan oleh Mikha, karena meminta mereka berhenti sebelum sampai ketempat tujuan.
"Kita belum sampai kan..?"
Kei, melontarkan pertanyaan itu kepada Mikha. Sembari menatap gadis itu dengan penuh rasa ingin tahu.
"Jadi, tadi itu kakak kamu..?"
Mikha mengucapkan kalimat tersebut, setelah beberapa saat terdiam.
"Iya, tadi itu kakakku, maaf ya, kalau situasi tadi bikin kamu nggak nyaman..!"
"Apalagi yang kamu sembunyikan dari aku..?"
"Maksud kamu..?"
"Setelah latar belakang keluarga kamu, sekarang apalagi yang nggak aku tahu dari kamu..!"
"Tunggu dulu, kayaknya kamu ngerasa kesel dengan situasi tadi, kamu kesel karena kakakku tiba tiba datang ngomel ngomel, atau karna..?"
"Karena kamu nggak cerita, kalau kamu anak orang kaya...!"
Potong Mikha cepat, dan itu membuat Kei tertekun sejenak.
"Apa, itu masalah buat kamu...?"
"Iya..!"
"Kenapa...? Kamu anti sama pria kaya..? Pernah disakiti sama cowok kaya ..?"
"Karena orang kaya itu ribet, aku nggak mau hidupku ikut ribet gara gara peraturan orang kaya...!"
"Apakah aku pernah ngomong sama kamu, kalau aku orang miskin...? Apakah kita pernah membahas hal ini terus kamu keberatan, dan aku pura pura nggak tahu, aku benar benar nggak merasa pernah mengaku miskin dihadapan kamu Mikha, dan aku juga nggak pernah tertarik membanggakan apa yang dimiliki ayahku sama orang lain...!"
Benar, label pria miskin Mikha sendiri yang memberikan itu seenaknya. Itu diberikan Mikha, karena melihat profesi Kei, pada saat mereka bertemu, Kei sedang mengamen, mana tahu, ternyata Kei kabur dari rumah, seharusnya memang, ia tidak bisa menyalahkan Kei, tapi entah kenapa menyadari Kei anak orang kaya, seperti yang dikatakan Kalisha, ia jadi ingin menjaga jarak dengan Kei...?
"Maaf Kei, mungkin aku yang salah menilai kamu, aku yang menyimpulkan sendiri tentang kamu, hanya karena melihat kamu jadi pengamen, kamu nggak salah kok, aku yang salah, aku pulang dulu ya...!"
"Tunggu, biar aku antar...!"
__ADS_1
"Nggak usah, aku bisa pulang sendiri..!"
"Mikha, ayolah, latar belakang aku ini nggak mungkin merusak persahabatan kita kan...?"
"Aku maunya gitu, tapi biasanya dengan punya latar belakang seperti itu, persahabatan kita juga akan rusak pada akhirnya, aku yakin kok, keluarga kamu juga nggak bakal mau kamu gaul sama orang miskin...!"
"Tapikan, kamu gaulnya sama aku bukan sama keluarga aku...!"
"Aku tahu, aku hanya terlalu parno kalau nanti keluarga besar kamu mengusik ketenangan hidup aku dan Leo dan..!"
Kei, meraih lengan Mikha, lalu menggenggam jemari tangan gadis itu erat.
"Jangan tatap latar belakang keluarga aku Mikh, tatap aku sebagai Kei yang pengamen itu, Kei, yang sedang memperjuangkan impiannya sama seperti kamu..!"
Mikha berusaha menarik lengannya yang dipegang oleh Kei, dan jemari tangannya yang digenggam Kei, karena gadis itu merasa ada sesuatu yang bergemuruh tercipta saat Kei melakukan hal itu.
Namun, Kei sepertinya tidak mau membiarkan lengan itu terlepas begitu saja. Kei justru menarik tubuh Mikha menjadi sangat dekat dengan tubuhnya, jika saja kedua tangan Mikha tidak menahannya, mungkin saat sekarang tubuhnya sudah berada dalam dekapan pria tersebut.
"Lepaskan Kei. Kamu gila. Ini ditepi jalan..!"
"Aku nggak peduli, aku cuma mau kamu tahu satu hal, kalau aku suka sama kamu Mikh, aku suka sama kamu sejak pertama kita ketemu..!"
Lagi, ada yang bergemuruh dirasakan Mikha didadanya, rasanya gemuruh itu menciptakan perasaan yang bermacam macam. Yang benar saja. Kei, bilang suka...?
"Aku suka dan cinta sama kamu, bagaimana pun kondisi latar belakang kamu aku nggak peduli, yang aku tahu, denganmu aku jadi lebih bersemangat saat menjalani hari hariku. Kamu tahu nggak, selama ini aku nggak pernah hidup serba kekurangan, tapi semenjak kabur, aku merasakan hal yang nggak pernah aku rasakan selama dirumah, kelaparan, tidur tanpa AC, makan tidak bisa dengan menu makan mewah, tapi aku bahagia, karena aku menemukan kamu...!"
Mikha, mengigit bibir mendengar apa yang diucapkan oleh Kei, perasaan indah menyelimuti hati gadis itu. Akan tetapi perasaan itu bercampur perasaan takut, hingga lagi lagi Mikha melerai tangan Kei, yang nekat ingin memeluk tubuhnya.
"Aku harus pulang Kei,"
"Kamu, nggak mau merespon apa yang tadi aku ucapkan sama kamu...?"
"Aku nggak bisa, membahas itu sekarang...!"
Sahut Mikha, sembari beranjak meninggalkan Kei sambil menahan perasaan bercampur aduk yang seolah olah meluluhlantakkan hati dan jantungnya.
Kei, mengutarakan cinta kepadanya...? Apa itu mimpi...?
***
"Kak, astaga, kakak mikirin apa sih, itu gelas udah penuh kali sama air, kok tetap kakak tuang terus...?"
__ADS_1
Leo, menangkap poci yang digunakan Mikha untuk menuangkan air kedalam gelas. Meletakan poci itu keatas meja, dan menatap wajah kakaknya yang seperti orang bingung.
"Abis ditembak kok lemes gitu sih, harusnya semangat dong, kan ditembak sama cowok kece..!"
"Kamu...?"
Leo buru buru menjauh, saat Mikha melotot kearah nya setelah mendengar apa yang diucapkan nya tadi.
"Kamu, tau darimana...?"
"Dari sikap kalian..!"
"Ngaco...!!"
"Baik Kei sama kakak, aku lihat tingkah nya sama sama kayak orang aneh, wajar dong aku jadi curiga...!"
"Kamu itu, terlalu ikut campur dengan masalah pribadi aku Leo...!"
"Wajar dong aku ikut campur, kita sodara, terus kakak itu tipe orang kalo nggak diyakinkan nggak bakal mau yakin. Kak, hidup kita itu udah sering susah, sekali kali bikin hidup bahagia napa, selama ini kakak selalu berusaha kuat, adakalanya kakak butuh orang untuk menguatkan kakak juga, dan Kei itu pria yang tepat..!"
"Dibayar berapa kamu sampai kamu suka promosi dia keaku...?"
"Berhenti berfikiran negatif gitu kak, nggak semua pria kaya itu buruk, kenapa kakak nggak mengaku aja kalo kakak juga suka sama dia, selama ini kakak seluruh bilang, kita harus jujur, biar kita miskin kita harus tetap hidup jujur, mana kata kata kakak itu sekarang...? Kakak menyalahi prinsip hidup jujur kita sendiri...!"
"Kamu nggak bakal ngerti soal ini Leo, masalah nya nggak sesederhana itu...!"
"Masalahnya itu sederhana kak, dua orang saling mencintai terus saling mengungkapkan perasaan, ya udah nyatu aja, masalah yang lain bodo amatlah, kalo udah sama sama cinta juga, masalah apapun bakal dihadapi bareng kok, nggak usah dibuat ribet, cinta itu sederhana, kakak aja yang terlalu bikin semua jadi rumit...!"
Sejak kapan anak ini jadi pintar bicara...? Apa karena dia sangat ingin aku dan Kei jadian sampai dia berubah jadi sebijak ini. Kamu belum tahu aura kakak Kei, Leo. Itu baru kakaknya, belum orang tuanya, belum keluarganya yang lain, kamu benar, aku terlalu membuat segalanya jadi rumit, padahal cinta itu sederhana. Akan tetapi, kenyataannya, memang semua jadi rumit kalau berurusan dengan orang kaya ...
Note: Cinta itu sederhana, manusianya saja yang terkadang membuat cinta itu jadi rumit, karena terkadang, manusia menjadikan tolak ukur harta untuk sebuah penilaian, apakah manusia itu baik atau buruk, bukan dari hati dan perilaku yang baik.
๐ jangan lupa like vote rate 5 jika suka ya ๐
๐baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul SANG PELAKOR
๐buat kalian yang ingin membaca novel karya saya diplatform kuning NOV*LME, disana ada 3 karya saya untuk sekarang:
- FACE : fiksi roman
- DOKTER ITU KAKAKKU non-fiksi
__ADS_1
- MAHKOTA DEWA : Fantasi
Bersambung