CINTA SANG PEMUJA

CINTA SANG PEMUJA
BAB 35. JERAT KALISHA.


__ADS_3

Band yang dibentuk oleh Kei, mulai menjalani latihan demi latihan. Jody, teman Leo yang akhirnya diterima menjadi salah satu personil tidak bisa bicara apa apa selain melakukan sujud syukur, ketika ia diterima menjadi salah satu personil. Beberapa persyaratan memang diajukan Kei untuk dipatuhi. Termasuk berhenti melakukan sabung ayam. Dan Jody menyanggupi nya. Ia berjanji tidak akan sabung ayam lagi, untuk menjaga kebersihan namanya.


"Jangan sabung ayam, jangan main perempuan, jangan mabuk, jangan main judi, jangan jadi pencuri jangan ngemis...!"


Kei, sekali lagi memperingatkan para personil bandnya untuk mematuhi aturan.


"Band lain personil nya main perempuan juga masa bodoh, tapi kalau kalian yang tergabung dalam band gue, jangan sekali kali melakukan itu, paham..!"


"Tapi, kalo pacaran boleh dong...?"


Jody bicara, sembari cengengesan.


"Yang ngelarang pacaran siapa...? Kan gue bilang yang dilarang main perempuan, lu tau artinya kagak...?"


"Iya, iya gue tau bang, ampun..!"


Jody kagok melihat Kei melotot padanya. Boy, tertawa. Kei, memang dinilai sangat tegas dalam melakukan hal apapun, sebagai partner, Boy merasa puas dengan kepribadian pria yang baru saja dikenalnya tersebut.


"Kei, thanks ya, karena lu, Z-Rock akhirnya terbentuk, moga aja kedepannya kita bisa menghadapi kendala yang ada, yang sekira kira menghadang jalan yang kita tempuh untuk naik kepermukaan...!"


Pria itu berkata dihadapan Kei.


"Ini juga berkat lu, kalo bukan karena lu, mungkin sekarang gue masih nyanyi sendiri..!"


"Lu masih ngamen..?"


"Kagak masalah kan..? Yang penting kagak ngemis..!"


"Lu ngamen, karena belum dapat kerjaan ya..?"


Kei, mengangguk. Meski sibuk merealisasikan mimpi, fakta untuk tiap hari perlu makan itu tidak bisa ditampik. Ia harus tetap mengamen, meski bandnya sudah terbentuk, karena mereka baru saja memulai, belum menghasilkan apa apa, justru perlu modal ini dan itu, untuk menunjang performa.


"Cari kerjaan emang susah, tapi gue salut, lu mau kerja apa aja demi membiayai hidup lu sendiri..!"


"Ya, selama belum nemu kerjaan gue mau kagak mau harus ngamen, demi bayar kontrakan, plus makan...!"


"Salutlah sama lu, ntar kalo ditempat gue ada lowongan pekerjaan, gue kasih tau lu..!"


Kei, mengucapkan kalimat terima kasih, mendengar niat baik Boy, dibiarkannya pria itu berlalu dari hadapannya. Z-Rock sudah selesai latihan. Para personelnya boleh untuk kembali pulang. Kei, mengurungkan niatnya untuk ikut beranjak ketika tiba tiba saja Kalisha berdiri menghalangi langkah nya.


"Apa yang kamu lakukan disini ..?"


"Mengikutimu..!"


"Untuk apa..?"

__ADS_1


"Aku mau bicara sama kamu...!"


"Aku nggak punya waktu buat itu...!"


"Kenapa...? Karena Mikha menolak kamu...?"


Paras Kei, berubah saat mendengar Kalisha mengucapkan kalimat tersebut.


"Kenapa kamu tahu soal itu...?"


Kalisha tersenyum, merasa mampu memancing reaksi Kei.


"Jadi, mau ikut aku kecafe itu buat ngobrol nggak...?"


Kei, menarik nafas, sebenarnya ia malas, karena ia tidak suka dengan gadis ini. Tidak suka, karena Kalisha punya sifat yang licik, hingga membuat dirinya ilfil meskipun hanya sekedar berteman. Akan tetapi, karena penasaran, kenapa Kalisha sampai tahu, tentang masalah dia dengan Mikha, mau tak mau membuat Kei jadi penasaran, apalagi sampai sekarang, Mikha belum juga memberikannya kepastian menyoal ungkapan perasaannya tempo hari, dan sekarang Kalisha mengatakan kalau ia ditolak...? Yang benar saja...!


Mereka telah duduk berhadapan disebuah cafe tidak jauh dari tempat dimana tadi Kei dan anggota bandnya berlatih. Dua gelas es cappucino cincau telah terhidang dihadapan mereka.


Sejak tadi, Kei sudah menunggu ucapan yang akan keluar dari mulut Kalisha.


"Kenapa kamu bisa bicara seperti itu..?"


"Soal kamu ditolak Mikha...?"


Kei, mengangguk.


Kalisha membathin sembari pura pura menikmati es cappucino cincau miliknya.


"Ridakan teman kerja Mikha, saat break bisa aja mereka saling curhat..!"


"Sedang Rida teman kamu...?"


"Pinter...!"


Kenapa Mikha mengatakan penolakan itu pada orang lain...? Kenapa bukan dia langsung menemui ku lalu bicara sendiri soal itu..?


Kei, membathin. Merasa kecewa dengan sikap Mikha, yang dinilainya tidak terus terang dihadapannya. Diam diam, wajah suram Kei, diperhatikan oleh Kalisha. Dan gadis itu merasa puas.


"Kei, Mikha itu anti cowok kaya. Jadi percuma, kamu hanya buang waktu menyukai dia..!"


"Tapi, akukan sekarang pergi dari rumah, aku bahkan lebih nggak punya apa apa daripada dia..!"


Kei, membantah.


"Tetap saja, kenyataannya kamu itu anak orang kaya, dan itu tidak bisa dibantah. Udahlah, lupakan dia, mending sama aku, aku dari dulu suka sama kamu tapi, kamu nggak pernah peka dengan hal itu...!"

__ADS_1


Kei, menarik nafas.


"Maaf, aku nggak bisa...!"


"Ih, nolak aku cepet banget. Difikir dulu, masa kamu yakin nggak punya perasaan sama aku..?"


Kalisha semakin berani memperjuangkan perasaannya pada Kei, tentu saja itu ia lakukan, karena tidak ingin kalah dari Mikha.


"Maaf..!"


Kei, mengulang kata kata itu untuk yang kedua kalinya, agar gadis dihadapannya itu tahu, kalau ia memang tidak bisa menanggapi perasaan cinta gadis tersebut.


"Kenapa...? Aku kurang apa...? Aku bisa kok berubah menjadi yang kamu suka...?"


"Bukan begitu Kalisha, aku yakin kamu tahu, kenapa seseorang nggak bisa membalas perasaan orang yang mencintainya, karena ia tidak punya hal yang sama seperti yang dirasakan orang tersebut...!"


"Tapi, kamu bisa berusaha untuk itu. Banyak kok pasangan yang awalnya terpaksa, tapi setelah itu jadi saling mencintai, kamu nggak usah mikir keras untuk hal itu, cukup kasi aku kesempatan buat membahagiakan kamu...!"


"Membahagiakan aku...? Itu cuma membuang waktu kamu Kalisha, kamu bisa membahagiakan orang yang kamu suka, tapi bukan selalu dengan cara memaksa orang itu untuk menerima kamu, status kita yang sekarang sudah cukup membahagiakan aku, jadi kamu nggak perlu susah susah membuat aku bahagia lagi...!"


Kei, hendak bangkit. Rasanya ia ingin beranjak saja daripada emosinya terpancing bicara dengan wanita seperti Kalisha, yang punya sisi egois tinggi seperti itu.


"Aku tahu, kamu selalu mendukung apa yang Mikha suka, kamu bahkan menyuruh dia menjadi penulis online segala, tapi apa kamu tahu, orang seperti Mikha itu tidak akan pernah bisa berkembang, karena dia menciptakan zona sendiri yang nggak mau dimasuki oleh orang lain, dia tipe orang yang sudah bahagia dengan kesendiriannya, liat aja tulisan tulisan dia itu. Menumpuk dirumah tanpa berfikir ingin menyalurkan hobi menulis dia itu keberbagai media, itu artinya dia itu emang nggak suka bersosialisasi. Mau berapa kali pun kamu nembak dia, hasilnya akan selalu sama, Mikha tidak suka berpasangan...!!"


"Cukup Kalisha...! Aku berterima kasih, karena kamu mau bicara soal penolakan Mikha, setidaknya, aku nggak digantung, tapi aku tetap nggak terima, kalau kamu bicara macam macam tentang Mikha...! Apa kamu sedetail itu tahu soal dia...? Dia betah dalam kesendiriannya itu karena dia punya trauma masalalu, masa kecil yang membuat ia menjadi tidak gampang percaya dengan orang lain, yang ingin masuk kedalam kehidupannya...!!"


Habis bicara seperti itu, Kei bangkit dari tempat duduknya, lalu beranjak meninggalkan meja tersebut, tidak perduli dengan kondisi wajah Kalisha yang merah menahan malu, karena kata kata Kei tadi, cukup mengundang perhatian orang yang ada disekitar meja mereka untuk memperhatikan dirinya...!


Note: Seseorang yang iri dengan kita akan mempunyai banyak cara untuk menjatuhkan diri kita, jadi, kuatkan tekad, tetaplah maju meski seribu orang ingin menjatuhkan mu..!


๐Ÿ‘‰jangan lupa like vote, rate 5 klik favorit jika suka ya ๐Ÿ’—


๐Ÿ‘‰ Baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul SANG PELAKOR dilapak ini ๐Ÿ’—


๐Ÿ‘‰Bagi kalian yang ingin membaca novel karya saya diplatform kuning NOV*L ME disana ada 3 karya saya ya :


- FACE: fiksi roman


- DOKTER ITU KAKAKKU : non-fiksi


- MAHKOTA DEWA: fiksi fantasi.


Jadi sambil menunggu novel yang lain update bisa sambil baca karya saya yang lain.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2