CINTA SANG PEMUJA

CINTA SANG PEMUJA
BAB 16. KAMU HARUS PEDE.


__ADS_3

Kei mengejar Mikha, yang berniat untuk keluar dari cafe. Ia menahan gadis itu untuk pulang, karena masih ada yang ingin ia obrolkan dengan Mikha.


Sementara Leo, pura pura buta dengan apa yang ia lihat sekarang. Apa yang tadi ia alami saat di toilet tadi benar benar membuat ia sangat merinding. Meski mendebarkan, tapi rasa merinding itu jauh lebih kentara.


"Mikh, duduk dulu, kita bicara dulu..!"


Pinta Kei, sambil menggamit lengan Mikha untuk mengikuti nya duduk di kursi yang ada di beranda cafe.


Leo..? Masih pura pura tidak melihat. Paham situasi, Kei menyerahkan ponsel nya kepada Leo, berharap dengan bermain game diponsel nya, pemuda itu tidak bete menunggu ia dan sang kakak sedang bicara.


"Wah, ini beneran, boleh pinjem..?"


Kei mengangguk. Wajah Leo semringah. Disambar nya ponsel canggih milik Kei, tangan nya berselancar mencari game, lalu..


"Wah, lu demen main game juga rupanya, asik dah..!"


Leo heboh sendiri, sembari sibuk mengutak atik game yang ada diponsel Kei. Kei tersenyum, melihat kehebohan sikap Leo, dalam hati ia bersyukur, setidaknya pemuda itu tidak merasa bete menunggu.


"Ya, udah, lu main aja dulu, gue mau ngomong ama kakak lu,"


Kei, bicara seperti itu kepada Leo.


"Beres, lama lamain aja sana..!"


Sahut Leo, tanpa mengalihkan perhatian nya dari layar ponsel dihadapan nya.


Sementara Mikha, tidak berkomentar apapun tentang kelakuan sang adik, bertemu dengan Rida dan Kalisha ditempat yang tidak terduga, cukup membuat moodnya jadi buruk.


"Kamu kenal mereka..?"


Kei melontarkan pertanyaan kearah Mikha, sembari menatap wajah gadis itu tak berkedip.


"Rida itu, teman satu kerjaku, terus Kalisha, aku baru kenal, tapi..."


"Mencuri karya tulis kamu..?"


Mikha menghembuskan nafas kesal. Sesak masih terasa mengingat semua itu. Ia masih tidak rela.

__ADS_1


"Kalisha pacar kamu..?"


"Hah...?"


Kei, tidak dapat menyembunyikan kekagetan nya mendengar pertanyaan Mikha.


"Bukan. Aku dan dia kenal gitu aja, nggak akrab juga kok, pacar apaan..!"


"Baguslah, kalo kamu punya pacar kayak dia, aku bakal ketawain kamu sampai habis, kayak nggak ada cewek lain..!"


Kei, tersenyum tipis mendengar ucapan Mikha.


"Biar cewek habis pun, aku nggak bakal pacaran sama dia, mending juga sama kamu..!"


Mikha mencibir, meskipun tidak bisa ia pungkiri, ada perasaan indah menyelinap lembut dihati gadis itu, mendengar pengakuan Kei.


Ah, apa apaan aku ini, Kei pasti cuma becanda, fans dia banyak kan, Kalisha aja kayaknya suka banget..


Mikha membathin lagi.


Mikha mengucapkan itu, dan Kei lagi lagi tersenyum menanggapi.


"Skip dulu soal hobi aku, sekarang kita bahas hobi kamu, kamu suka menulis..?"


Mikha terdiam, ketika Kei, melontarkan pertanyaan tersebut. Rasanya, ia ragu, ingin jujur menjawab, atau tidak. Karena selama ini, yang ia tahu, hobinya itu selalu dipandang rendah oleh orang lain.


"Mikh, aku udah jujur dengan impian aku lho, masa kamu nggak mau jujur dengan impian kamu..?"


Suara Kei membuyar lamunan Mikha.


"Buat apa..? Aku takut kamu malah ketawa ntar,"


Jawab Mikha gamang.


"Aku salah satu orang, yang sangat menghargai impian orang lain, jadi kamu nggak usah khawatir. Setiap cita cita itu perlu didukung, asalkan cita cita itu positif, jadi nggak usah merasa minder..!"


"Tapi, impianku ini banyak yang bilang nggak ada gunanya Kei..!"

__ADS_1


"Menurutmu, impian kamu itu berguna nggak..?"


Mikha mengangguk. Tentu saja, tanpa hobi menulisnya, ia tidak akan bisa hidup sampai sekarang, duduk dihadapan pria yang hobi menyanyi seperti Kei ini. Profesi pengamen tapi penampilan seperti tuan muda.


Hobi menulis nya itu yang membuat ia kuat hingga sekarang.


"Kalau kamu merasa, impian kamu itu berguna, artinya impian kamu itu bermanfaat. Orang orang nggak akan tahu, apa yang kamu alami dengan impian kamu itu, mungkin kamu sudah berusaha meraihnya, tapi kamu belum berhasil, hingga dimata mereka hal itu seperti tidak ada gunanya, tapi kamu harus tetap teguh berusaha, karena orang sukses itu awalnya juga selalu terjatuh, bahkan tidak terhitung, namun memang hanya sedikit orang yang melihat perjuangan seseorang, mereka kebanyakan fokus melihat keberhasilan aja, jadi terus aja berusaha...!"


"Iya, aku tau. Hanya aja, semakin keras aku berusaha, semakin sering juga kegagalan yang aku terima, aku bukan nggak pernah berjuang, aku berjuang, tapi situasi ku yang sekarang nggak memungkinkan aku untuk terus mencoba dan mencobanya, begitu banyak tulisan yang aku kirim, untuk satu tulisan aja aku harus mengumpulkan duit yang nggak sedikit untuk kondisi ekonomi seperti ku. Aku juga terbatas sarana, untuk mengetik aja, aku harus kewarnet, sedang jam kerjaku sangat full. Disamping itu, aku juga gagap tekhnologi, mana ada sih penulis yang tidak mengerti hukum hukum Microsoft, lalu, pengetahuan ku juga sedikit, aku nggak sekolah, sedang penulis itu harus cerdas, ia dituntut untuk tahu banyak hal, agar pembaca memetik ilmu dari apa yang ditulis nya, aku nggak punya itu semua, cuma semangat aja, dan sedikit naif kalau aku bisa, padahal kenyataannya, aku nggak pernah bisa...!!"


Mikha menuturkan itu semua dengan nada lirih.


"Kamu bisa, hanya nggak pede, kamu harus pede, cintai diri kamu sendiri, maka kamu akan melihat betapa berbakat nya diri kamu, kamu bisa menghitung semua keterbatasan kamu, harusnya juga kamu sadar kelebihan kamu, kalau nggak, ngapain Kalisha nyuri ide kamu..? Itu sudah membuktikan satu hal, kalau kamu itu punya bakat..!"


"Tapi, ditangan aku, tulisanku nggak pernah ada yang dimuat, Kei..! Sedang kan ditangan Kalisha, satu cerpen aku justru tembus kemajalah, padahal nggak ada yang ditambahi, itu benar benar tulisan aku, Kalisha nggak menambahkan tulisan satu pun, tapi kenapa dia mampu membuat cerpenku dimuat...?"


"Karena kamu nggak mencintai karya kamu sendiri..!"


Mikha spontan berpaling, mendengar apa yang diucapkan oleh Kei.


"Jangan ngaco kamu. Aku menulis dengan hati. Aku mencintai tulisan yang aku buat, aku selalu bersungguh sungguh menulisnya, meskipun hanya dibuku tulis, meskipun hanya dibaca tetangga sebelah, terus mereka nuntut aku nulis lagi, tanpa ngasi apa apa, aku selalu melakukan nya dengan hati, kamu salah kalau aku nggak cinta tulisan yang aku buat..!"


Nada suara Mikha meninggi saat mengucapkan kalimat tersebut. Rasanya ia tidak terima, jika ada orang yang mengatakan, ia tidak cinta dengan karya nya sendiri.


"Maaf, maksud aku bukan itu, aku tau kamu tipe orang yang selalu melakukan hal dengan sungguh sungguh, maksud aku, ketidak pedean kamu itu, termasuk hal yang tidak mencintai karya yang kamu buat. Contoh aku, setiap lirik yang aku buat, memang tidak sebagus musisi ternama, namun aku selalu pede mengakuinya didepan orang banyak, aku selalu pede saat aku menyanyi kannya, itu maksud aku, dan kamu harus pede kalau karya kamu itu bagus, asalkan terus belajar, rasa pede itu yang akan membuat nantinya kamu bisa lebih maju lagi...!"


Mikha terdiam. Benar. Apa yang diucapkan Kei, benar. Dia memang punya masalah dengan rasa pede. Ia tidak berani mengakui kalau karyanya itu bagus. Mengirim tulisannya di majalah saja, ia harus sembunyi sembunyi dari Leo, rasanya ia malu, jika usahanya itu gagal. Apa benar, karena ketidak pedean nya ini menjadi kan impian nya semakin sulit untuk diraih...?


Rasa minder yang dimiliki Mikha, bukan tanpa alasan. Dari kecil terlalu sering di-bully membuat ia tidak punya rasa percaya diri lagi. Ada banyak hal, yang membuat Mikha selalu minder. Padahal, ia selalu bilang pada Leo, agar tidak menyerah. Tapi faktanya, dia yang nyaris menyerah karena terus mengalami kegagalan...


Note: Semua manusia punya kelebihan dan kekurangan nya masing masing. Jadi jangan beranggapan kita tidak punya hal yang membanggakan. Yang terlihat sempurna tanpa cela, bukan berarti tidak punya kekurangan, begitu pula sebaliknya, mencintai diri kita sendiri, adalah langkah awal kita untuk jadi manusia yang menghargai bakat yang kita punya. Asal jangan terlalu cinta diri sendiri, hingga terkesan menyepelekan orang lain.


👉 Jangan lupa like, vote klik favo rate 5 jika suka ya 💖


👉 baca juga novel nonfiksi karya saya berjudul SANG PELAKOR ❤️


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2