CINTA SANG PEMUJA

CINTA SANG PEMUJA
BAB 26. TAKUT DIPLAGIAT.


__ADS_3

Hallo pembaca CINTA SANG PENULIS maaf ya visual Kei cek aja dinovel saya berjudul SANG PELAKOR, karena novel ini ikut Contes jadi mohon maaf tidak bisa menambahkan visual dibadan naskah, dan visual hanya imajinasi saya selaku penulis, memilih visual sesuai karakter, tokoh Keitaro Prawira yang punya suara bagus, dan pintar main gitar, dengan penampilan ala anak bandnya, kalau kalian nggak sreg, silahkan berimajinasi sendiri πŸ˜‚ pembaca bebas berimajinasi πŸ™


TAKUT DIPLAGIAT.


"Mikha, tunggu...!"


Mikha menghentikan langkahnya, ketika sebuah suara terdengar dibelakangnya. Suara Kei. Mikha mengerutkan keningnya.


"Kenapa..? Kok, kayaknya terburu buru banget..?"


Kei, mensejajari langkah kaki Mikha, yang berjalan menyusuri gang sempit menuju rumah kontrakannya.


"Aku mau nyampein pesan dari Leo, katanya malam ini dia lembur, cafe lagi dibooking untuk acara pesta, aku juga malam ini bakal pulang telat kayaknya, karena diminta tampil dengan durasi yang panjang, ini ponsel Leo, katanya dia lupa kalau malam ini, kamu harus coba untuk nulis online, selain nyoba buat buku cetak...!"


Walau masih bingung, Mikha menerima juga ponsel milik adiknya yang ada ditangan Kei tersebut, dan memasukkan nya kedalam tas selempang miliknya.


"Kamu pake angkot kesini...? Ketemu Leo dimana..? Kamukan belum kerja..?"


Mendapatkan beberapa pertanyaan dari Mikha sekaligus membuat Kei, mau tidak mau tersenyum.


Rasanya, melihat gadis ini terlihat panik, membuat nya jadi lucu. Mikha mencibir, pertanyaan nya tidak dijawab, justru hanya dibalas senyum oleh Kei.


"Aku tadi ke cafe, bos lagi perlu aku buat ngecek perlengkapan buat malam nanti, makanya aku ketemu Leo, takutnya ntar kamu cemas, makanya kuputuskan untuk kesini, sekalian pulang juga sih mau siap siap buat ntar malam...! Iya, aku naik angkot tadi...!"


Mereka melangkah beriringan, hingga kemudian mereka sampai didepan rumah kontrakan sederhana Mikha. Dari kejauhan, tetangga Mikha yang kerap meminjam buku yang ditulis Mikha dengan tulisan tangannya, memperhatikan kearah Mikha dan juga Kei.


Wanita itu terlihat tersenyum senyum sendiri. Mikha sudah tahu, pasti fikiran ngaco bergejolak dalam otak tetangganya itu.


Mikha mempersilahkan Kei, untuk duduk diberanda rumahnya.


"Maaf ya, kalau mungkin, kamu dapat gosip yang nggak nggak, baik itu dari tetanggaku atau dari Leo, aku harap, kamu nggak kesal, aku udah bilang sama Leo, jangan suka bikin hal yang bikin orang salah paham...!"


Mikha bicara seperti itu, ketika mereka sudah duduk berdampingan. Disana, semakin banyak saja orang yang mengawasi keduanya. Padahal, hari masih sore, matahari sore saja masih bersinar, membagikan semburatnya yang bercampur warna keemasan, rasanya jika menerima tamu pria di jam seperti itu, bukan hal yang aneh. Apalagi, Mikha juga hanya duduk diberanda seperti itu dengan Kei.

__ADS_1


Tapi, memang dasar tetangganya saja yang kebanyakan gila urusan. Hal sekecil apapun, pasti akan dikorek sampai habis, tapi giliran saat Mikha dan Leo kesulitan, mereka kebanyakan seperti pura pura buta. Walau tidak semua tetangganya seperti itu, ada juga yang baik seperti yang kerap membaca cerita yang ditulisnya, tapi kebanyakan.


"Apaan..? Soal apa...? Santai aja, aku bukan tipe orang yang mudah baper kok, soal gituan aja biasa buat aku, yang penting, kamu nggak terganggu...!"


Sebenarnya, aku bukannya terganggu, karena aku udah terbiasa di-bully orang orang sejak kecil, hanya aja, kadang aku was was juga, kalau kalau aku dituduh merebut pacar orang, lalu orang itu mengamuk kesini, dan membuat tetanggaku jadi heboh..


Mikha mengucapkan kalimat tersebut didalam hati.


"Ah, aku cuma khawatir aja, pacar kamu marah, terus aku dituduh ganggu pacar orang..!"


Mikha, memilih jujur dengan apa yang ia rasakan sekarang pada Kei.


"Kamu masih terpengaruh dengan ucapan Kalisha tempo hari..? Aku itu nggak punya pacar, aku jomblo, siapa yang mau marah aku kesini dan kesana...? Ayolah, nggak usah memikirkan hal yang nggak perlu kamu pikirkan, lebih baik, kamu mulai coba hal baru untuk mengejar impian kamu itu, seperti yang disarankan oleh Leo..!"


Mikha menghela nafas panjang. Dikeluarkan nya ponsel canggih milik Kei, yang sekarang dikredit oleh adiknya itu.


"Aku ragu Kei..!"


Ucapnya lirih.


"Ya, aku sering dengar kalau nulis online itu rawan diplagiat, waktu Kalisha melakukan itu aja, rasanya aku sakit bukan main, sekarang pun aku masih merasa perasaan itu masih ada, kalau...!"


"Dimanapun itu, plagiat emang selalu ada, bukan cuma didunia kepenulisan, tapi juga dunia musik, aku juga pernah berfikir seperti kamu, sering malah, tapi kalau kita selalu merasa takut, kita nggak akan bisa maju, kamu mau kaya gini terus...? Sayang lho, kamu punya bakat nggak dikembangkan gitu...!"


Ucapan itu sama seperti yang diucapkan Leo tempo hari, saat Mikha merasa ragu untuk mulai menulis online.


"Coba deh kamu mikir, selagi kamu nunggu novel cetak kamu diproses, mending kamu sambil nulis online, kamu cari pembaca, agar mereka tahu kamu ada, kalau kamu diam aja, tanpa melakukan apa apa, gimana pembaca tau, kamu ada...?"


"Kalau kemudian karya aku yang aku tulis online itu diplagiat, gimana..?"


"Kita laporkan aja, jangan lemah, jangan diam aja, plagiat seperti itu harus ditegasin, bahwa ide itu mahal, penulis sejati tidak akan mau mencuri ide orang lain, dia akan berusaha melahirkan karya orisinil dari buah pemikiran nya sendiri, seperti kamu, genre apapun bisa kamu buat, karna kamu penulis sejati, jadi itu modal dasar yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin jadi penulis..!"


"Penulis sejati...? Yang ada, aku seperti pecundang, sampai sekarang karyaku belum layak disebut buku..!"

__ADS_1


"Siapa bilang...? Kelayakan sebuah buku itu bukan dinilai dari fisik, sama seperti kita menilai diri seseorang, kita harus menyelami dasar hati orang tersebut dulu, baru bisa menyimpulkan orang itu baik atau tidak, seperti buku yang kamu tulis, cerita yang kamu buat, meski hanya ditulis dibuku tulis, dari tinta pulpen yang kamu gores ditiap lembar buku tulis tersebut, tapi cerita yang kamu buat itu selalu tamat, ada yang baca, contoh tetangga kamu, jadi itu sudah bisa dikatakan layak. Percuma sebuah cerita berbungkus rapi dengan cover yang menawan, di cetak oleh sebuah penerbit bergengsi, kalau ternyata isinya tidak membuat orang yang membacanya bisa memetik hikmah dari apa yang ditulis. Kamu paham maksud aku...?"


Kei, selalu bisa membuat rasa percaya diriku yang payah ini jadi bangkit kembali...


Mikha membathin..


"Download aplikasi nya dulu, kamu cek dulu gimana aturan mereka, terus kalau kamu yakin, mulailah menulis, kalau kamu ragu, jangan malu bertanya, tapi misal kamu memang nggak yakin mau jadi penulis online, itu juga hak kamu, aku cuma ngasi support kamu aja, yang penting jangan lewatkan waktu tanpa mencoba untuk berusaha meraih mimpi kamu, sama seperti aku, yang sekarang mencoba untuk meraih mimpi...!"


Habis berkata begitu, Kei bangkit, lalu mengucapkan kalimat pamit pada Mikha yang masih tercenung mendengar apa yang ia ucapkan tadi. Ketika pria itu sudah melangkah beberapa tindak meninggalkan rumah kontrakan Mikha, suara Mikha menghentikan langkahnya, dan pria itu membalikan tubuhnya...


"Aku mau coba menulis online, tapi kalau misal ada yang plagiat, kamu bantu aku buat ngasi pelajaran buat orang itu ya..!"


"Siap...! Kalau perlu, kita kirim dia kepenjara...!"


Sahut Kei, sembari membuat kata "ok"dengan jari tangannya, yang diacungkan kearah Mikha. Mikha tersenyum..


"Makasih ya...!"


"Makasihnya kamu realisasikan dengan cara bersemangat aja untuk terus berjuang...!"


Kei bicara seperti itu, lalu membalikkan tubuhnya, dan kembali melangkah meninggalkan rumah Mikha untuk segera pulang, karena hari sudah mulai sore, jam kerjanya juga akan dimulai 3 jam lagi...


Kamu pasti bisa Mikha..


Teriak Kei didalam hati..


.


Note: Jangan ragu untuk melawan sesuatu yang salah. Karena jika plagiat sengaja dibiarkan, maka akan banyak terlahir plagiat plagiat sebuah karya, hingga membuat generasi menjadi bodoh karena malas berusaha.


πŸ‘‰ Jangan lupa like, vote rate 5, komen mendukung jika suka ya😘


πŸ‘‰ Baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul DOKTER ITU KAKAKKU dan fiksi fantasi saya berjudul MAHKOTA DEWA yang terbit di platform kuning NOV*LME.

__ADS_1


πŸ‘‰Dan novel novel non-fiksi karya saya berjudul SANG PELAKOR yang terbit dilapak ini juga.


Bersambung


__ADS_2