CINTA SANG PEMUJA

CINTA SANG PEMUJA
BAB 15. APA KITA TEMAN..?


__ADS_3

"Tunggu, berhenti disana. Tolong, jangan mendekat lagi, kalau kagak, gue bakal teriak..!"


Leo mencoba mencegah, kedua gadis sexy dihadapan nya untuk mendekat dengan mengucapkan kalimat tersebut. Namun, dua gadis sexy itu tidak perduli, mereka terus saja mendekati Leo, sambil terus mengerling nakal.


"Kenapa jadi gagap begitu sih..? Lu, normal kan. Ada barang bagus didepan mata, manfaatin aja kali. Kapan lagi, tapi ada syaratnya..!"


Gadis berambut pirang itu mengulurkan tangannya untuk membelai pipi Leo. Leo semakin dibuat merinding.


Ya Allah, mati gue, godaan apa lagi ini ya Allah,mentang mentang gue masih perjaka, godaan gini amat...


Leo mengeluh dalam hati. Jika tidak mengingat, ingin memberi kesempatan untuk kakaknya bisa bicara berdua dengan Kei, tentu saja ia tidak mau ada disini dengan dua setan betina menggodanya begini. Ditoilet pula...


"Gimana, mau nggak kita beri yang enak enak, tapi ada syaratnya..."


Gadis kedua juga ikut memprovokasi.


"Kalian mau apa sih..? Bicara tanpa godaan kan bisa...!"


Leo mencoba untuk melancarkan aksi protes.


"Enak aja, obrolan penuh rayuan itu yang enak, lu mau ini nggak...?"


Si gadis berambut pirang menunjuk dadanya sendiri. Leo bengong. Gagal paham.


"Apaan...?"


"Ini apa..?"


Si gadis meraih tangan Leo, dan menuntun tangan itu ke dadanya sendiri. Wajah Leo jadi merah. Antara kaget, malu tapi merasakan sensasi lain diperlakukan nakal seperti itu, walau ia segera menarik tangan nya yang tadi dipaksa menyentuh salah satu aset penting sigadis, tetap saja rasanya masih membekas.


"Sial. Kali pertama nyentuh gituan,"


Gerundelnya panjang pendek, dengan jantung berdebar. Sigadis tersenyum penuh arti.


"Lu bisa megang barang gue, kalo lu mau jawab jujur pertanyaan gue..!"


Katanya sembari menatap serius kearah Leo.


"Jawab apaan..?"


"Apa hubungannya Mikha dengan Kei..?"


"Kan, tadi gue udah bilang, kak Mikha diundang spesial sama tu cowok, kok nanya lagi...!"


"Iya, lu jawabnya yang bener, kalo kagak gue cium lu..!"


"Enak aja...!"


Leo mundur ketika gadis berambut pirang itu makin merangsek mendekati nya.


Ketika sigadis ingin merespon ucapan Leo, tiba tiba saja, Mikha muncul dan terbelalak melihat bagaimana adiknya diperlakukan intim seperti itu oleh dua wanita.

__ADS_1


Yang satu memegang tangan Leo, yang satunya lagi sibuk ingin membelai pipi adiknya. Lebih kaget lagi, ketika Mikha melihat siapa dua gadis itu.


"Rida, Kalisha...!"


Dua gadis yang sedang mendesak dan menggoda Leo spontan berpaling, saat mendengar suara Mikha memanggil nama mereka. Merasa terbebas dari godaan,Leo segera bergegas beranjak dari tempat nya dan langsung berdiri dibelakang Mikha. Sungguh apa yang tadi dilakukan dua gadis yang ternyata dikenal kakak nya itu membuat jiwa mudanya sebagai pria bergelora.


Leo bukan gentar, tapi dia kesulitan untuk menahan debaran yang membuat seluruh aliran darah nya mengalir lebih cepat.


Melihat Kalisha, Mikha langsung mendekati. Buku cerpen miliknya, langsung terlintas dalam fikiran nya saat melihat wajah gadis tersebut.


"Mana buku punyaku Kalisha..? Tempo hari, aku datang kerumah Rida, tapi kamu nggak ada disana...!"


Kalisha tersenyum sinis mendengar ucapan Mikha.


"Lu emang katro ya, liat tempat dong kalo mau ngomong, emang penting gitu gue bawa buku butut lu, ke tempat mewah begini...?"


Telapak tangan Mikha mengepal mendengar nya.


"Kita pulang untuk mengambil nya..!"


"Enak aja. Siapa lu maksa gue buat pulang. Oh, oke, gue punya syarat sih, lu mau buku lu itu kembali...?"


"Iyalah."


"Jauhi Kei ..!"


"Apa...?"


"Ada apa ini...?"


Belum sempat Mikha merespon ucapan Kalisha, tiba tiba saja sebuah suara terdengar, dan tidak jauh dari tempat mereka berdebat, berdiri Kei yang keheranan menatap mereka semua yang ada disitu.


Leo maju menghampiri Kei.


"Dua gadis ini fans lu, dia mengancam kak Mikha buat menjauhi lu, terus ngancam mau plagiat lagi karya tulis kak Mikha..!"


Kata kata yang keluar dari mulut Leo, membuat Rida dan Kalisha memucat. Sementara itu, Kei langsung menghampiri Mikha. Menggamit lengan gadis itu, dan menuntun nya menjauhi dua gadis tersebut.


Wajah Kalisha merah padam melihat perlakuan Kei pada Mikha.


"Kei, gue mau ngomong..!"


"Lu kenal Mikha..?"


Sela Kei sembari menatap kearah Kalisha.


"Iya, kita teman Mikha, ya kan Mikha...?"


Yang bicara adalah Rida.


"Saya bicara dengan dia bukan kamu..!"

__ADS_1


Katanya dingin. Rida terpaku.


Kei, kembali menatap kearah wajah Kalisha.


"Iya, gue kenal Mikha, gue dan dia sama sama punya hobi yang sama, menulis dan beberapa hari yang lalu, gue membantu dia buat untuk mengirimkan salah satu cerpen nya kemajalah..!"


"Aku nggak merasa meminta kamu untuk melakukan itu...!"


Potong Mikha dengan nada suara dingin.


"Mikh, ayolah, jangan mendendam gitu, kita teman kan. Kagak baik lho selalu menyimpan benci segala, lagian royaltinya kan gue bagi juga, elo yang kagak mau ambil..!"


Kalisha benar benar ingin, Mikha tidak mengungkit masalah itu dihadapan Kei. Tengsin rasanya. Sikapnya itu diketahui oleh gebetannya tersebut.


"Aku akan mencoba untuk melupakan itu, tapi dengan satu syarat, balikin buku aku..!"


Nada suara Mikha masih dingin saat mengucapkan kalimat tersebut.


"Mikh, kan buku itu dirumah, masa iya kesini gue bawa buku lu itu, ntar gue pasti balikin kok, kitakan teman..!"


Kalisha menekan kalimat teman yang diucapkan nya dibagian akhir, seolah olah ingin memberikan satu penegasan, bahwa Mikha tidak mempersoalkan hal itu dihadapan Kei.


"Mikha, kamu penulis...?"


Kei bertanya seperti itu, dihadapan Mikha.


"Iya, kak Mikha itu suka nulis, karya dia udah banyak, tapi masih pada tulis tangan semua, nah cewek ini datang memanfaatkan kepolosan kak Mikha, mengambil karya kak Mikha dengan sadisnya..."


Wajah Kei mengelam mendengar ucapan yang dikatakan Leo tadi. Ditatapnya Kalisha dengan tatapan tajam..


"Jahat ya kalian, terutama lu Kalisha, lu boleh kagak punya impian, karena lu merasa orang yang memiliki impian itu orang tukang berkhayal, tapi lu kagak berhak untuk merampas mimpi orang lain..! Balikin barang Mikha, atau gue kagak mau kenal dengan lu lagi...!"


Wajah Kalisha memucat mendengar ultimatum yang dilontarkan oleh Kei. Hatinya benar benar geram. Bisa bisanya Kei, orang yang selama ini di taksirnya justru membela wanita lain dihadapan nya.


"Gue bakal balikin kok, tapi ntar dirumah. Ya, kan Mikha, "


Mikha tidak merespon ucapan yang dilontarkan oleh Kalisha. Rasanya, ia tidak menyangka, Kei, kenal dengan Kalisha, apakah mereka berdua kenal saat Kei mengamen dijalanan, seperti dirinya dulu saat mereka saling kenal...? Ah, dunia ini sempit ya, bagaimana mungkin orang yang dia kenal ternyata kenal pula dengan orang yang tengah menancap kan luka dihati Mikha...?


Tidak tahan dengan situasi disitu, Mikha beranjak dari tempat itu, setelah sebelumnya melepaskan pegangan tangan Kei dilengan nya. Hatinya benar benar tidak bisa mentoleransi apa yang dilakukan kedua gadis itu.


Teman kata kalian...? Aku teman...? Teman macam apa yang mencuri karya temannya sendiri.


Mikha bicara seperti itu sembari melangkah pergi, disusul Leo yang segera mensejajari langkah kakaknya, lalu terakhir Kei yang juga tidak kalah merasa kesalnya, meninggalkan Rida dan juga Kalisha yang saat itu hanya bisa memandangi mereka..


Note : Teman gampang dicari sahabat sejati susah dicari, karena ketika kita punya 1000 teman belum tentu yang 1000 itu juga bisa menjadi sahabat sejati.


๐Ÿ‘‰ Jangan lupa like vote rate 5 jika suka ya๐Ÿ’—


๐Ÿ‘‰Baca juga novel saya yang berjudul SANG PELAKOR ya.


๐Ÿ‘‰Buat yang minta visual novel ini harap bersabar ya๐Ÿ˜‰

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2