CINTA SANG PEMUJA

CINTA SANG PEMUJA
BAB 27. MURKA.


__ADS_3

"Tedi, sudah dapat kabar dari adikmu..?"


Pak Rendra Prawira, ayah Kei menanyakan hal itu saat Tedi baru saja duduk di kursi yang ada dihadapannya.


Putra sulungnya itu memulai sarapannya, meskipun belum menjawab pertanyaan ayahnya.


"Tedi, ayahmu bertanya...!"


Sang ibu mengingatkan.


"Tempat kerjanya, aku tahu...!"


"Kerja apa dia dengan penampilan seperti itu..?"


Sang ayah semakin ingin tahu, karena meskipun ia sangat murka dengan apa yang diputuskan oleh putra bungsunya tersebut, tetap saja ada rasa sakit mengingat putranya itu justru pergi dari rumah.


"Dia kerja di cafe, jadi penyanyi..!"


"Apa...?"


"Iya, temanku yang kebetulan selalu datang kecafe itu melihatnya, dia kerja sebagai penyanyi disana...!"


Wajah pria itu mengelam.


"Bikin malu saja, apakah dia itu tidak berfikir jadi penyanyi itu sama saja seperti pengamen, dia punya pekerjaan bagus yang semua orang inginkan, kenapa dia memilih pekerjaan buruk itu..!"


"Sepertinya, dia cukup kesulitan untuk membiayai hidupnya diluar, sampai harus bekerja seperti itu, setahuku, dia ingin membentuk sebuah band, bukan penyanyi cafe seperti itu...!"


"Kacaukan semuanya. Aku tidak mau orang tahu, aku punya anak jadi penyanyi cafe..!!"


"Akan aku urus Pi..!"


Tedi menyudahi sarapannya. Ia beranjak dari meja makan, sesaat setelah pamit pada kedua orang tua nya untuk berangkat bekerja. Dalam hati dia memaki..


Bikin nambah kerjaan aja ni bocah, bikin kesal aja..


Sungutnya, sembari melangkah keluar rumah menuju garasi dimana mobilnya berada.


Tedi menghubungi seseorang melalui ponselnya. Seorang wanita yang dirasa mampu untuk mengacaukan hidup adiknya diluar.


Bikin dia kehilangan pekerjaannya dicafe itu...


Pesan Tedi pada wanita tersebut, yang langsung diiyakan oleh sang wanita, karena memang wanita itu sudah lama ingin diberi kesempatan untuk mendekati adik bungsu Tedi tersebut.


***


Kei, mengetuk pintu ruangan bosnya sebelum akhirnya ia membuka pintu ruangan tersebut, yang memang tidak dikunci.


Wanita sexy itu mempersilahkan Kei untuk duduk dihadapannya. Kei menurut.


"Malam ini, ada seseorang yang ingin membooking kamu selama bertugas..."


"Maksud bos..!?"


"Cantik...!"

__ADS_1


Sela wanita itu sembari melotot kearah Kei. Kei tersadar, lupa dengan peraturan konyol bosnya tersebut.


"Maaf, iya bos cantik...!"


Ralat Kei, dan senyum bosnya merekah dibibir berlipstik tebal tersebut.


"Iya, ada yang membooking permainan kamu selama bertugas malam ini, dan dia punya sejumlah peraturan yang harus kamu taati..!"


"Harus...?"


"Iya..!"


"Apa peraturan itu..?"


"Kamu dilarang bernyanyi lagu pop, apalagi rock, suguhkan lagu dengan unsur dangdut, tidak usah tampil dengan gitar kamu, dengan atribut kamu yang seperti biasa, pokoknya malam ini kamu harus berbeda dari biasanya...!"


"Saya tidak bisa bos...!"


"Cantik...!"


"CANTIK...!!"


Kei menekan kata "cantik" yang lama lama membuatnya mual setiap kali menyebut nya.


"Jangan lupakan kata cantik itu sayang...!"


Kei merinding mendengar kata "sayang" diucapkan oleh wanita tersebut. Tapi percuma untuk membantah, apalagi protes, ia pasti kalah.


"Saya tidak bisa bos cantik...!"


"Kenapa..? Kamu dibayar mahal untuk hal ini..?"


"Karena kamu tidak suka genre dangdut...?"


"Saya punya genre sendiri, dan buat saya menyanyi itu harus sesuai dengan genre yang disukai, menyanyi adalah hobi saya, walaupun hobi itu membuat saya mendapatkan rupiah, tapi bukan berarti saya harus mengesampingkan hal hal yang menurut saya penting untuk diterapkan...!"


"Tapi, kalau kamu mau menerima job ini, kamu juga akan membuat cafe saya mendapatkan pemasukan double Kei..!"


"Bos cantik ingat awal saya mau bekerja disini...? Karena bos membebaskan saya untuk bernyanyi sesuai genre yang saya suka, karena itulah saya disini, saya berusaha untuk melakukan yang terbaik, dan selama ini tidak ada satu pelanggan pun yang komplen dengan hal itu, bukankah selama tidak merugikan cafe, saya bebas untuk berekspresi...?!"


"Iya, aku tahu, aku ingat. Tapi kamu harus ingat juga, tamu itu raja, pelanggan itu harus diutamakan, mau kamu suka atau tidak, kamu tidak bisa bertindak sesuai yang kamu suka saja, ingatlah, kalau sampai kamu mengecewakan pelanggan lalu cafe aku jadi rugi, kamu akan aku denda...!"


"Denda...?"


"Iya, orang itu bersedia membayar banyak, kamu tidak mau, aku yang rugi, kita dapat pelanggan kelas kakap, apa kamu paham hal itu...?"


Kei, bangkit dari tempat duduknya.


"Kalau begitu, saya mengundurkan diri bos...!"


"Cantik...!"


"Hanya anak buah Anda saja yang bisa memanggil bos dengan sebutan itu kan, saya bukan anak buah Anda lagi, saya mengundurkan diri..!"


"Tunggu. Kamu mengundurkan diri, hanya karena kamu diminta bernyanyi lagu yang tidak kamu suka...?"

__ADS_1


"Saya sudah mengatakan dari awal bagaimana saya bisa bekerja disini, selama permainan saya bagus, saya rasa tidak ada masalah kan...? Anda juga menyanggupi itu tempo hari...!"


"Kamu keterlaluan Kei. Aku tidak akan memberikan gaji terakhir kamu. Aku anggap itu untuk membayar denda akibat kamu menolak permintaan orang yang membooking mu..!"


"Semoga Anda puas melakukan hal itu..!"


Habis berkata seperti itu, Kei bangkit dari tempat duduknya, hatinya diselimuti perasaan kesal. Bukan masalah ia tidak suka dangdut atau semacamnya. Menurutnya, semua seni itu indah. Punya hal yang mampu membuat seseorang merasa gembira dan terhibur.


Masalahnya, ini menyangkut prinsip. Kei, bermain musik karena hobi, bukan semata untuk mencari rupiah, berbeda jika Kei melakukan itu atas nama rupiah, ia pasti akan melakukan hal apapun karena dibayar.


Jujur saja, apa yang sudah dilakukan pemilik cafe tersebut membuat Kei, kecewa. Jika satu orang diloloskan melakukan hal demikian, apa jadinya nanti besok dan seterusnya...? Bisa jadi, Kei selamanya akan mengusung lagu, yang sama sekali bukan genre yang menjadi hobinya.


Setelah Kei berlalu dan keluar dari ruangannya, wanita pemilik cafe itu menghubungi orang yang membooking Kei nanti malam.


Mengatakan, bahwa permintaan itu ditolak. Sebuah hal yang tidak pernah disangka sebelumnya, ada orang menolak jumlah nominal bayaran tinggi seperti itu...?


Sementara itu, dikantor Tedi....


"Laras...? Kenapa malah kesini, nggak siap siap kamu buat tugas kamu nanti malam...?"


Pria itu heran melihat wanita yang disuruhnya untuk membuat Kei adiknya kehilangan pekerjaan muncul dihadapannya.


"Adik kamu itu nyebelin tau. Baru aja aku menyusun rencana indah, dia main cabut aja dari cafe itu...!"


Wanita itu berkata dengan nada kesal. Tedi mengerutkan keningnya.


"Maksud kamu...?"


"Iya, Kei mengundurkan diri, saat aku melakukan apa yang kamu perintahkan tadi, dia lebih memilih kehilangan pekerjaannya, daripada aku permalukan dicafe itu...!"


"Tidak mungkin..!"


"Apanya yang tidak mungkin sih, aku barusan ditelpon pemilik cafe itu tau. Adik kamu itu mengundurkan diri hari ini juga..!"


"Tapi rasanya tidak mungkin, kalau dia mengundurkan diri, dimana dia bisa dapat uang untuk makan...!"


"Mana aku tahu, nyebelin tau nggak ..!!"


Tedi mengepalkan kedua telapak tangan nya. Ia bermaksud membuat sesuatu agar Kei merasa tertekan saat menjalankan tugas, lalu adiknya itu dipecat, dengan begitu, Kei kehilangan harga diri diperlakukan seperti itu. Tedi tahu sekali sifat adiknya itu. Mudah down jika sudah menyangkut dengan hal yang berkaitan dengan harga diri.


Tapi kenapa justru sebaliknya...? Kei yang mengundurkan diri, bukan dipecat...?


Note: Hidup itu harus punya prinsip, karena prinsip yang teguh akan membuat hidup kita tidak akan mudah hancur meskipun suatu saat ada seseorang yang ingin menjatuhkan kita.


πŸ‘‰ Jangan lupa, like, vote, rate bintang 5 jika suka yaπŸ’—


πŸ‘‰ baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul SANG PELAKOR yang juga terdapat itu dilapak iniπŸ’—


πŸ‘‰ Dan 3 novel online saya yang juga update setiap hari:


- MAHKOTA DEWA ( fiksi fantasi, on going)


- FACE ( fiksi roman, tamat)


- DOKTER ITU KAKAKKU ( non-fiksi on going)

__ADS_1


Ketiga novel itu terbit diplatform kuning NOV*LME ya πŸ’— berikan dukungan kalian untuk karya saya, agar saya terus bisa berkarya.


Bersambung


__ADS_2