
Mikha menghentikan langkahnya, ketika ia melihat Kalisha sudah ada didepan rumahnya. Sepertinya, ia tidak pernah memberitahukan alamat rumahnya itu kepada Kalisha, Rida pun tidak begitu tahu alamat dia tinggal hanya tahu gangnya saja. Tapi kenapa wanita ini sampai ada disini...?
Melihat Mikha, Kalisha tersenyum. Namun, Mikha tahu, senyum itu bukan senyum yang tulus. Pasti gadis berambut pirang itu sedang merencanakan sesuatu. Begitu pikir Mikha.
"Kenapa, kamu ada disini...?"
"Gue, mau ngomong sama lu..!"
Mikha menarik nafas, mendengar alasan Kalisha. Terakhir, mereka bertemu, gadis itu juga bicara seperti itu. Lalu ujung ujungnya, membahas soal Kei. Sekarang, apalagi ..?
"Ada apa ..?"
Mikha bertanya ketika mereka sudah duduk diberanda.
"Ada yang mau ketemu sama lu, editor sebuah penerbitan. Kalo lu emang, mau meraih impian lu, lu bisa gue ajak menemui dia ..!"
Mikha menatap wajah Kalisha, ketika mendengar ucapan wanita itu.
Apakah ini benar...? Wanita ini sedang berniat membantukukah, atau sedang memperolok ku lagi...?
Mikha membathin.
"Kenapa, kamu mau melakukan itu sama aku...?"
"Karena, gue miris melihat lu, nulis online segala, terus gue liat pembaca lu juga kagak banyak banyak amat, kenapa kagak bikin cerita yang lagi booming diplatform itu...? Penulis baru itu harus punya strategi...!"
"Membuat cerita, tentang paksa memaksa...?"
"Sejenis itu...!"
"Nggak..!"
"Kenapa...?"
"Karena, aku mau buat yang beda dari yang lain, dan aku bukan tipe penulis yang suka buat cerita berdasarkan yang sedang booming...!"
"Maka, mimpi aja lu, kalo mau dapat duit ..!"
"Nggak papa, awalnya juga semua dari mimpi kan, setelah itu jadi kenyataan, aku yakin kok, cerita yang aku buat, akan diminati pada akhirnya.. !"
__ADS_1
"Terlalu optimis lu itu, kagak baik juga, harus punya sisi pesimis, biar lu bisa baca situasi..!"
Aku sebenarnya, pesimis, itu ada sejak dulu, aku nggak pernah percaya diri dengan apa yang aku hasilkan, tapi melihat ada yang baca hasil karyaku, meski cuma satu dua, buatku itu lebih berarti, asal mereka setia, daripada hanya ramai diawal episode saja, tapi kemudian pergi setelahnya...
Mikha bicara didalam hati, tanpa ingin menyuarakan apa yang ada dihati nya, lewat bibir nya.
"Apa yang kita putuskan itu ada alasannya, Aku punya alasan, dan alasan itu yang bikin aku melakukan hal itu, jadi kamu lihat aku yang begini, ya beginilah aku, aku nggak mau jadi orang lain, karna aku menulis dari hati...!"
"Udahlah, ribet ngomong sama lu soal itu, lagian gue kesini mau ngomong hal lain bukan hal itu, terus gimana tawaran gue, lu mau kagak...?"
"Editor itu ngapain mau ketemu sama aku...?"
"Ya, karena dia ngeliat tulisan lu diplatform itu, dia mau ketemu sama lu..!"
"Terus. .?"
"Kalian ngobrol dong, siapa tau itu jalan lu biar bisa maju, editor itu kerja disebuah perusahaan penerbitan yang gedde, kalo lu berhasil memenangkan hati dia, lu bakal dikontrak perusahaan mereka buat bikin buku...!"
Sepasang mata Mikha melotot mendengar apa yang diucapkan oleh Kalisha. Antara percaya dan tidak, tapi jika Kalisha berbohong, untuk apa ia sampai datang segala kerumahnya seperti itu...?
"Sebenarnya, kamu kenapa mau bantuin aku soal ini. Mengingat apa yang kamu lakukan dulu sama aku, kayaknya mustahil kamu tulus melakukan nya...!"
"Ternyata, lu ini kagak b*go b*go amat ya, jelas aja ada harga yang harus lu bayar untuk pertolongan gue ini, lagian, gue juga kagak sebaik itu kali buat bantuin lu...!"
"Jadi...?"
"Gue mau bantuin lu meraih impian lu, tapi lu harus ikuti kata kata gue ..!"
"Apa itu...?"
"Tolak Kei, katakan lu kagak cinta sama dia...!"
Mikha terdiam ketika mendengar apa yang diucapkan Kalisha. Ternyata dugaannya benar. Masih seputar Kei. Gadis ini sudah tahu saja tentang Kei, yang mengungkapkan perasaannya tersebut kepadanya.
Memang, sampai sekarang, Mikha belum memberikan kepastian tentang apa yang dirasa pria berambut gondrong tersebut. Akan tetapi, sejak awal, Mikha sudah berniat untuk menolak pria itu. Apalagi kalau bukan karena dia tidak ingin berhubungan lebih jauh dengan pria yang berasal dari keluarga berada.
Meskipun jujur, bersama Kei, Mikha merasa nyaman, akan tetapi, Mikha tidak mau berurusan dengan Kei dan keluarganya yang sepertinya sangat ribet dalam urusan ini dan itu, dan tentang anggota keluarganya.
"Aku menolak Kei, bukan karena mengikutimu. Tapi, sejak awal, saat aku tau dia itu anak dari keluarga berada, aku emang udah berniat melakukan itu, hanya aja, Kei nggak mau memberikan aku kesempatan bicara, sampai sekarang pun, dia nggak mau mendengarkan aku, dia selalu bilang, aku berfikir dulu aja, sebelum memutuskan sesuatu...!"
__ADS_1
"Ya, itu tergantung lu. Lu, yang ditembak, lu juga yang harus beri dia keputusan. Gue yakin kok, kalo lu tegas menyikapi itu, dia juga ntar nyerah juga, kuncinya itu dieelo. Jadi, jangan sampai lu ngasi dia harapan. Kalo emang lu nggak cinta sama dia, ya udah tolak aja...!"
"Karna kamu cinta sama diakan...?"
"Hei, gue cuma mengejar impian gue, sama kayak lu. Impian gue adalah memiliki Kei, dan lu mau jadi penulis yang sebenarnya, jadi impas kan, kita hanya berusaha untuk meraih impian...!"
Ia, tapi, impian kita berbeda Kalisha, buat aku, cinta itu tidak bisa dipaksa. Karena ia hadir dengan sendirinya. Beda sama kamu, yang sepertinya terlalu memaksakan apa yang kamu mau. Tapi, sudahlah, mungkin itu keputusan yg baik, karena dengan begitu, Kei akan menjauh karena ada Kalisha yang selalu mengejarnya...
"Baiklah. Aku akan menerima tawaran kamu. Aku akan melakukannya, tapi kamu harus ingat satu hal, aku melakukan ini, karena aku memang ingin melakukannya, bukan karena paksaan kamu...!"
"Itu kagak penting, yang gue mau, lu harus menolak dia. Setelah lu nolak dia, gue akan bawa lu ketemu dengan editor yang mau ketemu sama lu itu, impian lu udah didepan mata Mikha, tapi kalau lu menyalahi aturan yang gue buat, lu akan tau akibatnya...!"
"Kenapa kamu jadi mengancam aku...? Kamu ingin membantuku, tapi kamu justru mengancamku, aku jadi curiga, orang itu bukan editor beneran, dia editor gadungan yang mau membantu kamu aja kan...!?"
Wajah Kalisha merah mendengar apa yang diucapkan oleh Mikha. Segera, gadis itu mengeluarkan ponsel dari tas kecil yang dibawanya. Memeriksa sejenak, lalu memperlihatkan Mikha seseorang dalam ponsel tersebut.
Mikha menerima ponsel canggih milik Kalisha, membaca salah satu ulasan dalam internet yang diperlihatkan oleh Kalisha. Wajahnya berubah.
Prabu Wijaya. Nama itu tidak asing lagi didengar. Mikha tahu nama itu, karena pria itu memang seorang editor yang bekerja untuk sebuah perusahaan penerbitan yang ia tahu cukup besar di Kota ini.
"Apakah, editor yang kamu maksud itu adalah, Prabu Wijaya...?"
Kalisha mengangguk, dan Mikha dibuat terpana karena hal itu..
Note: Niat baik seseorang terkadang tidak selamanya tulus, terkadang seseorang melakukan kebaikan mengharapkan imbalan. Mungkin itu manusiawi, tapi biasakanlah untuk melakukan sesuatu dengan tulus dan Ikhlas, karena tidak ada kebaikan yang sia sia.
👉 Jangan lupa like, vote, rate 5 klik favorit jika suka ya 💗
👉baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul SANG PELAKOR yang juga terbit dilapak ini.
👉 Untuk kalian yang ingin membaca novel karya saya diplatform kuning NOV*LME ada 3 judul novel saya disana ya:
- FACE: fiksi roman
- MAHKOTA DEWA : fiksi fantasi
- DOKTER ITU KAKAKKU: non-fiksi
stay terus dinovel tersebut ya karena buat kalian yang stay baca 3 novel saya diplatform kuning, akan berkesempatan mengikuti event nya next dimarkas besar GSB follow akun FB saya MITHAVIC HIMURA
__ADS_1
Bersambung