Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Manager Keuangan Di Pecat


__ADS_3

Serempak semua menatap ke arah Manager Keuangan membuat Manager Keuangan menatapnya dengan tatapan amarah karena dituduh dirinya bau.


"Kenapa menatapku? Kalian mau aku potong gajinya? Hah!" Bentak Manager Keuangan.


"Maaf Bu, tapi badan Ibu memang bau banget." ucap Dewi Arumi sambil masih menutup hidungnya.


"Benar Bu." Jawab mereka bersamaan.


Manager Keuangan menciumi tubuhnya dan tidak merasakan bau sama sekali begitu pula dengan ke dua ketiaknya.


"Hidung kalian saja yang rusak! Tubuhku sangat wangi di bilang bau!" teriak Manager Keuangan.


"Ada apa ini! Kenapa kamu berteriak?" Tanya seorang pria tampan dengan nada satu oktaf karena dirinya tidak suka anak buahnya berteriak.


"Mereka menuduhku kalau tubuh ku ba..." Ucapan Manager Keuangan terputus ketika pria tampan itu menutup mulut dan hidungnya dengan ke dua tangannya sambil berjalan mundur begitu pula dengan para bodyguard pria tampan tersebut.


"Kenapa ruangan ini sangat bau?" ucap pria tampan tersebut sambil masih menutup mulut dan hidungnya.


"Ibu Manager Keuangan yang sangat bau Tuan." Celetuk Dewi Arumi sambil menjauh dari Manager Keuangan diikuti yang lainnya.


"Jangan kurang ajar kalian! Beraninya menuduhku!" Bentak Manager Keuangan.


"Tuan, memang benar kalau Ibu Manager Keuangan yang tubuhnya sangat bau." sambung pegawai pertama.


"Ya benar." jawab mereka bersamaan.

__ADS_1


Ketika Manager Keuangan akan membuka mulutnya untuk memarahi dua belas anak buahnya bersamaan pria tampan tersebut berbicara membuat Manager Keuangan tidak jadi bicara.


"Kamu, coba cek apakah wanita itu memang bau atau tidak!" Perintah pria tampan tersebut sambil menunjuk salah satu bodyguardnya.


"Baik Tuan." jawab bodyguard tersebut dengan pasrah.


Bodyguard tersebut berjalan ke arah Manager Keuangan sedangkan Manager Keuangan yang merasa dirinya tidak bau bersikap biasa saja.


Dewi Arumi yang sangat kesal dengan Manager Keuangan menggerakkan jari telunjuknya ke arah bodyguard tersebut tanpa sepengetahuan mereka.


"Hirup lah tubuhku sangat wangi sedangkan hidung para anak buah ku Indra penciuman nya rusak." Ucap Manager Keuangan dengan nada sombong sambil mengangkat ke dua tangannya ke arah samping.


Hoek


Membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut bertambah mual begitu pula dengan Manager Keuangan. Dewi Arumi langsung menjentikkan jarinya agar semuanya menjadi patung.


"Lebih baik, wanita jahat ini aku pindahkan ke jalan raya sekaligus membersihkan kekacauan yang aku buat." Ucap Dewi Arumi sambil mengarahkan tangan kanannya ke atas kemudian menggerakkan tangannya.


Whushh


Tiba-tiba Manager Keuangan hilang dari pandangan Dewi Arumi kemudian Dewi Arumi menjentikkan jarinya dan ruangan tersebut bersih seperti semula. Dewi Arumi kemudian kembali menjentikkan jarinya dan merekapun kembali menggerakkan tubuhnya.


"Eh ... kemana Ibu Manager Keuangan?" Tanya mereka bersamaan sambil melihat sekeliling ruangan.


"Iya, pergi kemana ya?" tanya mereka bersamaan.

__ADS_1


"Perasaan tadi ada di sini?" tanya Dewi Arumi pura-pura tidak tahu.


"Mungkin dia kabur karena tadi aku mencari sesuatu untuk menghilangkan bau." celetuk yang lainnya.


"Aku juga sama mencari parfum ku agar baunya hilang." sambung temannya.


"Sudah lupakan, panggil manager HRD untuk memecat wanita itu. Mulai hari ini Manager Keuangan Di Pecat dan mulai besok di larang untuk masuk ke perusahaan ini!" Perintah pria tampan itu sambil menatap ke arah Dewi Arumi.


"Baik Tuan." Jawab Dewi Arumi.


Pria tampan tersebut membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan ruangan Keuangan namun baru beberapa langkah pria tampan tersebut tiba-tiba menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.


"Aku ingin salah satu dari kalian membuat laporan keuangan dan aku tunggu sebelum jam dua belas siang." Ucap Pria tampan tersebut.


"Baik Tuan," jawab mereka bersamaan.


Pria tampan tersebut pergi meninggalkan tempat tersebut dengan diikuti oleh para bodyguardnya.


"Tuan itu siapa?" tanya Dewi Arumi.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2