
"Aku di bunuh oleh majikan ku bersama temanku yang juga seorang pelayan dengan cara kami di pukul tengkuknya hingga kami berdua pingsan kemudian mansion nya di bakar oleh anak buahnya majikan kami." jawab Luminta Makan.
"Kenapa Nyonya Delisa tega melakukan itu? Dan kenapa mansion nya di bakar?" tanya Teko Listrik.
"Nyonya Delisa melakukan itu karena ingin mendapatkan asuransi yang sangat besar yaitu asuransi dari mansion dan asuransi jiwa dari putrinya dan cucunya. Nyonya Delisa tidak mungkin membakar putrinya dan cucunya karena itulah aku dan temanku yang menjadi korbannya." Jawab Luminta Makan.
"Ibu tidak terima, Ibu akan membakar wanita jahat itu." Ucap Teko Listrik.
"Ayah juga." sambung Ayah nya Luminta Makan sambil menahan amarahnya.
"Ayah dan Ibu, percuma saja karena Nyonya Delisa sudah meninggal." Jawab Luminta Makan.
"Sekarang mana orangnya." Ucap Teko Listrik dan Angin Bejo bersamaan.
"Nyonya Delisa tidak ingin menampilkan diri." Jawab Luminta Makan.
"Dasar pengecut, hei hantu Delisa keluar!" Teriak Teko Listrik sambil bertolak pinggang.
Whushh
"Ada apa memanggilku hihihihihi ..." ucap hantu Delisa sambil tertawa cekikikan.
__ADS_1
Teko Listrik yang awalnya bertolak pinggang dan matanya melotot seperti matanya mau keluar bersiap menerkam musuhnya mendadak langsung hilang.
"Kyaaaa... Emakkkkk!" teriak Teko Listrik dengan tubuh gemetaran.
Bruk
Saking takutnya Teko Listrik tidak sadarkan diri sedangkan suaminya Bejo Angin diam membatu melihat penampakan yang sangat menyeramkan.
Bruk
Tidak berapa lama Bejo Angin ikut tidak sadarkan diri membuat Nenek dan Dewi Arumi mendekati mereka.
"Delisa, jangan bikin pasang wajah seram.'' Omel Dewi Arumi.
Dewi Arumi dan nenek tersebut menahan tubuh Teko Listrik dan Bejo Angin agar duduk kemudian menjentikkan jarinya dan tidak membutuhkan waktu lama Teko Listrik dan Bejo Angin perlahan membuka matanya.
Grep
"Ayah, tadi aku mimpi ngeliat hantu serem banget." ucap istrinya sambil berdiri dan memeluk tubuh suaminya dengan tubuh gemetar.
"Ayah juga sama Bu." Ucap suaminya sambil ikut berdiri dan membalas pelukan istrinya dengan tubuh ikut gemetar.
"Ayah, Ibu." Panggil Luminta Makan.
__ADS_1
"Kyaaaa... Emakkkkk!" teriak Teko Listrik lagi dengan tubuh gemetaran karena mendengar suara putrinya yang sudah lama menghilang.
Tap
Bu Teko dengan perlahan memalingkan wajahnya ke arah Dewi Arumi sambil memejamkan matanya kemudian membuka matanya hanya sedikit saja dan tidak berapa lama membuka matanya dengan lebar karena
dihadapannya seorang Dewi yang sangat cantik.
"Kok sama seperti dalam mimpiku?" tanya Teko Listrik.
"Ibu tidak mimpi tapi benar-benar nyata." Ucap Dewi Arumi dengan nada masih lembut.
"Berarti putriku benar-benar sudah meninggal?" Tanya Teko Listrik dengan wajah sedih.
"Benar, sekarang Luminta Makan ada di samping Ibu dan ingin bicara dengan kedua orang tuanya." Jawab Dewi Arumi.
"Bu, Luminta kangen sama Ibu dan Ayah." Ucap Luminta Makan.
Teko listrik memalingkan wajahnya dan melihat putrinya sedang menatapnya dengan wajah sedih. Teko Listrik ingin memeluk tapi tidak bisa membuat mereka sangat sedih.
"Bu Teko dan Pak Bejo serta Luminta Makan, Delisa sudah meninggal dan sangat menyesali perbuatannya di masa lalunya. Jadi apakah Bu Teko dan Pak Bejo serta Luminta Makan mau memaafkan kesalahan Delisa?" Tanya Dewi Arumi.
"Aku tidak akan memaafkannya karena ulahnya putri kami meninggal." Ucap Teko Listrik dengan nada tegas.
__ADS_1
'Sudah aku tebak, urusannya bisa panjang nih, hari ini baru dua orang yang aku temui kalau mereka mau memaafkan berarti di lanjut besok.' Ucap Dewi Arumi dalam hati.