
"Vino!" Teriak mereka bersamaan.
"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ...."
Alex langsung terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah segar membuat Dewi Arumi menatap tajam ke arah Vino seakan ingin membunuhnya.
"Ingat Dewi Arumi, kamu tidak boleh mem bu nuh manusia kalau kamu tidak ingin mendapatkan hukuman." Ucap Vino sambil tersenyum devil.
Dewi Arumi tanpa sengaja melihat gantungan ponsel boneka kelinci 🐰 kecil menjuntai dari saku kemejanya.
Whushh
Tanpa menjawab Dewi Arumi merebut ponsel milik pria tersebut dengan gerakan sangat cepat membuat Vino sangat terkejut karena ponselnya berada di tangan Dewi Arumi.
Dirinya tidak memperdulikan ponselnya tapi boneka kelinci tersebut karena di dalam boneka kelinci 🐰 kecil tersebut ada roh jahat yang membuat dirinya menjadi kuat dan mempunyai ilmu sihir.
Dewi Arumi memutar tangan kirinya hingga muncul botol kaca, Vino yang melihat Dewi Arumi ingin melakukan sesuatu membuat Vino berjalan ke arah Dewi Arumi untuk merebutnya.
"Akhhhhhhhh..." Teriak Vino bersama anak buahnya.
__ADS_1
Namun tiba-tiba Dewi Arumi menekan boneka kelinci 🐰 kecil tersebut bersamaan terdengar suara teriakan kesakitan Vino dan para anak buahnya sambil menekan dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.
'Jika kamu menghancurkan tubuhku maka Vino juga akan hancur karena jiwa Vino sudah menyatu dengan jiwaku.' Ucap kelinci tersebut.
"Aku tidak perduli." Jawab Dewi Arumi sambil masih menekan kelinci tersebut.
"Akhhhhhhhh ... Dadaku sakit sekali... Aku sulit bernafas." Teriak Vino sambil menekan dadanya yang terasa sakit.
"Sembuhkan Kak Alex atau kamu ma ti!" Perintah Dewi Arumi memberikan pilihan.
"Baik aku akan menyembuhkan Tuan Alex tapi jangan menekan kelinci itu." Jawab Vino.
Whushh
"Jangan sekali-kali berbuat curang atau melakukan hal licik karena aku tidak segan-segan untuk membunuhmu dan aku sama sekali tidak perduli jika aku di hukum dengan berat." Ucap Dewi Arumi dengan nada mengancam.
"Baik." Jawab Vino singkat.
Vino mengangkat tangannya ke atas kemudian memutarnya lalu mengarahkan jari telunjuknya ke arah Alex yang tubuhnya di tahan oleh ke dua orang tuanya yang bernama Katarina dan Mikael sambil masih mengeluarkan darah segar.
__ADS_1
Dewi Arumi melihat kalau Vino mengeluarkan sihir Downtown Anti Dandang membuat Dewi Arumi menjentikkan jarinya sebelum sihir itu mengenai Alex.
Whushh
Botol yang berada di tangan Dewi Arumi menghilang dan berpindah ke negri Boneka bersamaan Vino juga pindah dimensi ke negri Boneka.
Selesai melakukan hal tersebut Dewi Arumi berjalan ke arah Alex untuk mengecek keadaan Alex.
'Dewi Arumi kenapa mereka dikirim ke sini?" Tanya pemimpin Boneka dengan nada kesal.
'Maaf Tuan, setelah saya pikir dengan cepat saya tidak mau di hukum karena itu aku pindahkan mereka ke dimensi Negri Boneka. Jadi terserah Tuan mau menghukum mereka seperti apa? Apakah menghukumnya sama seperti diriku melakukan seribu kebaikan atau terserah Tuan.' Jawab Dewi Arumi yang tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh Pemimpin Boneka untuk menghukum ke dua orang tersebut.
Pemimpin Boneka hanya bisa menahan kesal terhadap Dewi Arumi yang bertindak sesuka hatinya. Sedangkan Dewi Arumi mengecek nadi Alex membuat Dewi Arumi menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Bagaimana keadaan putraku? Putraku baik-baik saja?" tanya Katarina dengan wajah kuatir.
"Kak Alex terluka parah karena sihir Mak Laper Simelekete Prikitiew dan hanya satu cara yang bisa menyembuhkan Kak Alex." Jawab Dewi Arumi.
"Apa yang harus aku lakukan agar putraku sembuh?" Tanya Katarina.
__ADS_1
"Hanya aku yang bisa menyembuhkan tapi ..." ucap Dewi Arumi menggantungkan kalimatnya karena dirinya sangat bimbang mau melakukan atau tidak.
"Tapi apa?" Tanya Katarina penasaran begitu pula dengan yang lainnya.