
"Mommy, ingat dengan Delisa mantan istri Delon?" Tanya Dewi Arumi.
"Tentu ingat, dia wanita paling jahat yang pernah Mommy kenal dan sama jahatnya dengan ibu tirinya Mommy." Jawab Katarina.
"Bukankah dia sudah meninggal, lalu apa hubunganmu dengan wanita pendosa itu?" Tanya Mikael yang sangat membenci Delisa.
Keluarga besar Alvonso dan keluarga Alexander tahu betapa jahatnya Delisa karena itulah mereka sangat membencinya walau Delisa sudah meninggal tapi kejahatannya tidak pernah mereka lupakan dengan mudah.
"Delisa sangat menyesali perbuatannya di masa lalunya dan kini Delisa meminta bantuan ku untuk meminta maaf sama semua orang yang telah menyakitinya." Jawab Dewi Arumi.
"Aku di utus oleh pemimpin Boneka untuk melakukan kebaikan di mana Delisa akan mendatangi satu persatu orang-orang yang pernah disakitinya." Sambung Dewi Arumi.
"Kenapa Delisa melakukan hal itu?" Tanya Katarina penasaran.
"Di alam lain Delisa sangat tersiksa dan memintaku untuk menemui keluarga besar Alexander." Jawab Dewi Arumi.
"Terang saja dia sangat tersiksa, wanita itu sangat jahat." celetuk Mikael.
"Aku tahu, manusia kan tidak luput dari kesalahan." Ucap Katarina.
"Oh ya hampir saja aku lupa." Ucap Dewi Arumi sambil menggoyangkan tangan kanannya.
__ADS_1
whushh
Tiba-tiba muncul botol dari tangan kirinya membuat Mikael dan Katarina menatap ke arah botol itu.
"Botol itu isinya apa?" Tanya Mikael penasaran begitu pula dengan Katarina.
"Di dalam ini adalah arwah-arwah di mana para penjahat meninggal dengan cara mengenaskan ada yang di tembak dan ada yang diberikan oleh binatang peliharaan untuk dijadikan santapan makanannya." Jawab Dewi Arumi.
"Apa? Kenapa taruh di dalam botol? Terus kenapa ada di tangan mu?" Tanya Mikael dengan terkejut.
"Mereka ingin meminta pertolonganku untuk membebaskan jiwa-jiwa mereka yang membuat mereka sangat tersiksa karena perbuatan jahatnya di masa lalunya. Daddy, Kak Alex dan keluarga besar Alvonso pasti mengenal mereka." Jawab Dewi Arumi.
"Maksudnya?" Tanya Mikael.
"Aku tahu, kok Alex sejak tadi diam?" Tanya Mikael.
"Alex sudah tahu Dad, waktu itu Dewi Arumi menceritakan semuanya." Jawab Alex.
"Buka tutup botolnya agar mereka bisa keluar dan menanyakan apa mau mereka." Sambung Alex agar masalahnya segera selesai.
Dewi Arumi hanya menganggukkan kepalanya kemudian membuka tutup botol tersebut.
__ADS_1
Whushh
Tiba-tiba ada sekumpulan asap keluar dari tutup botol tersebut. Satu persatu arwah keluar dari botol hingga ruangan tersebut penuh dengan arwah penasaran.
"Kenapa kamar milik Alex terasa sesak?' Tanya Mikael.
"Karena kamar Alex penuh dengan arwah penasaran." Jawab Alex sambil melihat para arwah sedang menatap dirinya dan juga ke dua orang tuanya.
Alex menanyai satu persatu ke para arwah begitu pula dengan Dewi Arumi sedangkan Mikael dan Katarina hanya melihat apa yang mereka lakukan hingga dua jam kemudian mereka sudah selesai.
Satu persatu para arwah menghilang hingga ruangan tersebut tidak terasa sesak seperti tadi.
"Apa yang mereka inginkan?" Tanya Mikael penasaran.
"Mereka ingin didoakan dan meminta maaf karena telah melakukan kejahatan." Jawab Alex dan Dewi Arumi bersamaan.
"Setelah mereka mati baru mereka menyesali perbuatannya." Ucap Mikael.
"Sudahlah Dad, kita harus bisa melupakannya dan memaafkan mereka toh mereka sudah meninggal dan menyesali perbuatannya di masa lampau." Ucap Katarina.
Mikael menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah." Jawab Mikael.
"Apa rencana selanjutnya?" Tanya Mikael.