
"Sini Dad." Ucap Delon sambil menarik tangan Daddy Nathan.
"Ada apa?" tanya Daddy Nathan ketika tangannya di tarik ke arah ruang kerja putranya.
"Nanti Daddy juga tahu." Jawab Delon yang enggan melihatkan di depan Mommy Maya.
Daddy Nathan hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mereka masuk ke dalam ruang kerja milik Delon. Delon melepaskan gesper nya membuat Daddy Nathan sangat terkejut dan menahan tangan Delon.
"Delon, apa yang kamu lakukan?" Tanya Daddy Nathan sambil menatap tajam ke arah putranya.
"Ada yang ingin aku perlihatkan ke Daddy." Jawab Delon.
"Mau memamerkan kalau adik kecilmu lebih besar dan panjang dari punya Daddy? Asal kamu tahu punya Daddy lebih besar dan panjang dari punyamu." ucap Daddy Nathan dengan nada tegas dengan wajah memerah menahan amarahnya sambil melepaskan tangannya yang tadi memegang Delon.
Untuk pertama kalinya Daddy Nathan menahan amarahnya yang memuncak karena baru kali ini putranya meremehkan adik kecilnya.
"Untuk saat ini memang benar punya Delon lebih kecil seperti bayi dari pada punya Daddy yang besar dan panjang." Ucap Delon dengan wajah frustasi.
"Tentu saja punya Daddy lebih besar dan panjang darimu. Sudahlah Daddy mau keluar dari ruang kerjamu, di sini Daddy bisa sakit melihat sikapmu yang aneh." Ucap Daddy Nathan yang belum menyadari perkataan Delon.
"Daddy." Panggil Delon dengan suara tercekat dan ingin rasanya menangis.
__ADS_1
"Hiks ... hiks ... hiks ..." Isak Delon untuk pertama kalinya dirinya menangis.
Deg
Jantung Daddy Nathan berdetak kencang ketika mendengar ucapan dan isakan putranya karena Delon jarang menangis. Amarah yang tadi ditahannya kini menghilang entah kemana dan yang ada perasaan sedih melihat putranya menangis.
"Sebenarnya ada masalah apa? Apa istrimu tidak puas dengan pelayanan mu karena itu ingin memperlihatkan ke Daddy supaya Daddy kasih solusi?" Tanya Daddy Nathan yang merubah suaranya tidak seperti tadi.
"Daddy, adik kecilku berubah menjadi sangat kecil sekali seperti milik bayi. Delon sangat sedih Dad padahal nanti malam kami akan bertempur tapi ...." Ucap Delon dengan nada frustrasi.
"Maksud mu adik kecilmu berubah menjadi sangat kecil mirip bayi?" Tanya ulang Daddy Nathan.
"Tadi bilangnya gara-gara Delisa sekarang gara-gara Alex. Daddy jadi bingung dengan apa yang kamu katakan." Ucap Daddy Nathan.
"Dua-duanya Dad, Delisa dan Alex." Jawab Delon.
"Coba ceritakan yang lebih detail supaya Daddy paham." Pinta Daddy Nathan.
Delon menceritakan apa yang terjadi dari awal kedatangan Alex dan Dewi Arumi hingga akhirnya adik kecilnya berubah menjadi kecil.
"Itulah Dad yang terjadi." Ucap Delon.
__ADS_1
"Kamu tidak bercanda kan?" Tanya Daddy Nathan.
"Tidak Dad. Jawab Delon dengan tegas.
"Coba perlihatkan ke Daddy." Pinta Daddy Nathan yang tidak percaya dengan cerita Delon.
Delon membuka gesper nya kemudian melepaskan kaitan celana panjangnya dan berlanjut menurunkan resleting celana panjangnya.
Ceklek
Delon menurunkan celana panjangnya berikut celana boxernya bersamaan pintu ruang kerja milik Delon terbuka. Daddy Nathan menatap ke arah adik kecil milik Delon dan matanya membulat sempurna karena apa yang dikatakan Delon benar adanya.
"Daddy, kak Delon!" Teriak Jimmy dan Lemos bersamaan.
Ternyata yang membuka pintu ruang kerja Jimmy dan Lemos. Mereka sangat terkejut melihat Delon membuka celananya dan memperlihatkan adik kecilnya namun terhalang oleh tubuh Daddy Nathan.
Ke dua pria tampan hanya melihat ke dua paha milik Delon membuat ke dua pria tampan tersebut berteriak saking terkejutnya.
"Apa yang Daddy dan Kak Delon lakukan?" Tanya Jimmy.
"Jangan-jangan Daddy dan Kak Delon ..." sambung Lemos dengan menggantungkan kalimatnya.
__ADS_1