
Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa pula sudah tiga hari semenjak pertemuan Dewi Arumi dengan Alex.
Alena menikmati hari libur bersama putri semata wayangnya menonton televisi dan seperti biasa Alicia memainkan boneka yang bernama Putri Jelita.
"Tidak ada acara yang enak di tonton." ucap Alena sambil mengganti channel TV.
Ketika saluran televisi berganti mata Alena membulat sempurna karena melihat berita tentang mantan suaminya dan Istri mudanya yang sangat jahat karena selalu ingin mencelakai dirinya.
"Breaking News : Tuan Linglung Empet dan istrinya bernama Soimah Simalakama di tangkap polisi karena telah menggelapkan dana perusahaan yang bernama Pikun Empet untuk berfoya-foya. Perusahaan, mansion dan semua aset berharganya di sita oleh bank Rasain Emang Enak." Ucap pembawa berita.
'Haruskah aku bahagia melihat penderitaan mereka? Mereka sangat jahat padaku dan juga putri kesayanganku terlebih sejak suamiku menikah lagi tidak pernah memikirkan kami terlebih tidak memperdulikan putri kandungnya.' Ucap Alena dalam hati.
"Mommy, bukankah itu Daddy bersama nenek sihir itu?" tanya Alicia yang sangat membenci ibu tirinya.
"Iya sayang, tidak boleh bicara seperti itu terhadap orang yang lebih tua." Ucap Alena.
"Maaf Mom, Alicia ingat waktu Alicia sakit Daddy tidak memperdulikan Alicia malah Daddy lebih memperdulikan istri barunya." Jawab Alicia dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Grep
"Sstttttt... Sudah jangan di ingat lagi." Ucap Alena sambil memeluk putri semata wayangnya.
Alicia membalas pelukan Alena setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian Alicia mengganti channel kartun. Alicia langsung menonton kartun sedangkan Alena merebahkan tubuhnya ke sofa sambil memejamkan matanya.
"Mommy sakit?" Tanya Alicia sambil menatap Alicia.
"Tidak sayang, Mommy mau merem sebentar." Jawab Alena yang masih memejamkan matanya.
'Kak Alena.' Panggil Putri Jelita melalui telepati.
'Ya.' Jawab Alena dalam hati.
'Tuan Linglung Empet dan Soimah Simalakama sudah di tangkap polisi jadi aku pamit pergi untuk menolong orang-orang yang membutuhkan aku.' Pamit Putri Jelita.
'Secepat itukah?' tanya Alena yang merasa sedih tidak ada teman untuk mengobrol terlebih dirinya sangat nyaman dengan Dewi Arumi.
__ADS_1
'Memang terasa cepat tapi mau bagaimana lagi, aku ingin bisa kembali secepatnya ke negri awan ☁️ karena itulah aku harus mencari kebaikan sebanyak-banyaknya agar kutukan yang di berikan Tuan Boneka segera hilang.' Ucap Putri Jelita.
Alena menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membuka matanya menatap boneka yang dipegang oleh Alicia.
'Apalagi Kak Alena sudah bisa bela diri jadi selain bisa untuk melindungi diri sendiri juga bisa melindungi Alicia dari orang jahat. Aku hanya ingin ilmu bela diri yang aku berikan juga bisa membantu orang yang membutuhkan pertolongan.' Ucap Putri Jelita.
'Oh ya sebentar lagi kak Andi akan datang, aku pinta bukalah hati Kak Alena untuk Kak Andi karena kak Andi sangat tulus mencintai Kak Alena dan juga yang terpenting Kak Andi sangat sayang sama Alicia.' sambung Putri Jelita.
'Kakak akan mencoba membuka hati untuk Kak Andi karena jujur Alena masih trauma dengan mantan suamiku yang tidak mempunyai hati.' Ucap Alena.
'Kak Andi laki-laki baik, percayalah sama Dewi Arumi.' Ucap Putri Jelita.
'Baiklah.' Jawab Alena.
'Kalau begitu, aku akan pergi.' ucap Dewi Arumi.
'Tapi tunggu kalau kamu pergi lalu boneka yang dipegang oleh Alicia berarti akan hilang? Kalau Alicia menangis bagaimana aku mengatakan kalau bonekanya hilang?' Tanya Alena.
__ADS_1