
"Tangkap pria ini karena pria ini mata-mata." Jawab Dewi Arumi.
"Apa mata-mata?" Tanya Alex dengan wajah terkejut sambil menahan tangan pria tersebut dengan di bantu Dennis.
Perkataan Dewi Arumi membuat mereka terkejut karena pelayan tersebut merupakan
pelayan kepercayaan Elisabeth dan Dennis.
"Maaf Nona, saya bukan mata-mata." ucap pria tersebut yang berkerja sebagai seorang pelayan.
"Saya seorang pelayan yang berkerja sudah bertahun-tahun di mansion ini dan saya tidak tahu apa itu mata-mata.'' Sambung pelayan tersebut.
Tanpa bicara Dewi Arumi memutar jari kanannya dan di arahkan ke pelayan tersebut.
"Katakan dengan judul!" Perintah Dewi Arumi.
"Memang benar aku mata-mata dan sebentar lagi tuanku dan para anak buahnya akan datang ke sini." Ucap pelayan tersebut.
"Apakah ada yang lainnya?" Tanya Dewi Arumi.
"Tuanku tahu kalau Nyonya Katarina dan Tuan Muda Alex bisa bela diri dengan menggunakan kartu domino, bisa mencium ada racun atau tidak selain itu bisa melumpuhkan para penjahat dengan cara menotok nya. Karena itu Tuanku menyuruhku untuk memberikan racun yang tidak berbau di campur dengan makanan." Jawab pelayan tersebut.
"Apa!" Teriak mereka bersamaan kecuali Dewi Arumi.
__ADS_1
Tiba-tiba tubuh Alex dan keluarga besarnya langsung ambruk hal itu membuat pelayan tersebut tersenyum devil. Dewi Arumi yang mengetahui hal itu langsung mengangkat tangannya ke atas.
Whushh
Dewi Arumi mengarahkan tangannya ke arah Alex dan keluarga besar Alex. Tidak membutuhkan waktu lama mereka langsung bangun dan berdiri dengan tegak kemudian Dewi Arumi mengarahkan tangannya ke arah pelayan tersebut yang menatapnya dengan tatapan terkejut.
"Aku kembalikan semua racunnya ke tubuhmu." Ucap Dewi Arumi.
Bruk
"Kenapa bisa begini? Kamu siapa?" Tanya pelayan tersebut dengan tubuhnya seperti tidak bertulang.
Dennis dan Alex yang merasa tubuh pria tersebut berat membuat ke dua pria tampan tersebut melepaskan tangannya. Pelayan itupun langsung ambruk karena tenaganya terasa lemas.
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku tapi yang pasti aku akan melindungi keluarga ini." Jawab Dewi Arumi.
"Tuanku bernama Pisasew." Jawab pelayan tersebut.
"Tuan Pisasew, baru dengar nama itu." Ucap Dennis sambil berpikir.
"Tuan pasti kenal karena itu nama singkatan." Jawab pelayan tersebut.
"Singkatan nya apa?" Tanya Dennis penasaran begitu pula dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Tuan Pisasew dan nama panjangnya Pikir Saja Sendiri Wkwkwkwk.' Jawab pelayan tersebut.
"Tuan Pikir Saja Sendiri Wkwkwkwk adalah nama rekan bisnisku." ucap Marcel yang sejak tadi diam.
"Dia juga rekan bisnis ku." sambung Alex.
"Setahu Daddy, perusahaan orang tuanya bangkrut karena korupsi hal itu membuat salah satu anggota keluarga besar Alvonso mengakusisi perusahaannya." Ucap Dennis.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata akuisisi adalah pemindahan kepemilikan perusahaan atau aset, yang jika dalam industri perbankan istilah ini dipakai saat terjadi pembelian saham di atas 50%. Sehingga akuisisi menjadi sebuah cara untuk memperbesar perusahaan dengan mengambil alih perusahaan lain.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Tuan besar tidak korupsi tapi di fitnah oleh rekan bisnisnya dan mengalami kerugian besar." Ucap pelayan tersebut.
"Jadi karena itu Tuan Pikir Saja Sendiri Wkwkwkwk membalaskan dendam ke anggota keluarga besar Alvonso?" Tanya Dennis.
"Betul sekali, setelah Tuan Pikir Saja Sendiri Wkwkwkwk bersama anak buahnya datang kesini untuk membunuh kalian semuanya dan akan berlanjut ke anggota keluarga besar Alvonso yang lainnya dengan cara yang sama karena mereka semua sudah di racun." Ucap pelayan tersebut.
"Apa?" pekik Alex dan keluarga besar Alvonso dengan wajah terkejut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :