
"Apa yang aku dapatkan jika aku memaafkan Delisa karena Delisa sudah membuat putriku meninggal." Ucap Pak Bejo.
"Kamu akan mendapatkan kompensasi atas meninggalnya putrimu jadi kalian berdua tidak perlu tinggal di rumah sempit." Ucap Alex.
"Lalu kami tinggal di mana?" Tanya Pak Bejo yang mulai tertarik.
"Kalian tinggal di rumah besar dimana orang tidak menghina kalian lagi." Jawab Dewi Arumi yang menjawab pertanyaan Pak Bejo.
Dewi Arumi dan Alex bisa melihat kalau mereka sering di hina oleh para tetangga. Para tetangga mengatakan kalau putri mereka di jual oleh pria kaya bahkan ada yang mengatakan kalau putrinya jadi tumbal.
"Betulkah? Karena kami sudah bosan di hina." Ucap Pak Bejo.
"Tentu saja benar." Jawab Dewi Arumi.
"Tapi jika kami tinggal di rumah besar tanpa anak dan pekerjaan tentunya percuma saja." Ucap Pak Bejo.
"Dalam satu bulan istri pak Teko hamil dan Pak Teko bisa bekerja sebagai sekuriti di perusahaan milikku." Ucap Alex.
"Memang Tuan punya perusahaan?" Tanya Pak Bejo dengan wajah terkejut.
"Tentu saja punya." Jawab Alex.
"Apa nama perusahaannya?" Tanya Pak Bejo.
"Nama perusahaan ku adalah PT Alexander Graham Taylor Wow Keren." Jawab Alex.
"Bukankah itu perusahaan yang sangat hebat dan sulit masuk ke sana. Apa benar Tuan sebagai pemimpinnya?" tanya Pak Bejo tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya.
__ADS_1
"Besok salah satu anak buah ku akan menjemput kalian berdua untuk tinggal di rumah baru yang lebih besar dan lusanya anak buah ku akan menjemput mu untuk pergi ke kantor ku." Jawab Alex.
Alex terpaksa melakukan itu karena dirinya sangat malas berlama - lama di tempat itu terlebih dari bayangan Alex kalau mereka pada saatnya kaya mereka akan sombong.
Alex yang ingin hukuman Dewi Arumi berkurang mengingat seribu kebaikan itu sangat banyak membuat Alex ingin segera menyelesaikan secara cepat.
"Ok, aku setuju dan satu lagi aku ingin selain rumah aku minta mobil mewah." Ucap Pak Bejo.
"Selain itu aku tidak ingin menjadi sekuriti tapi salah satu manager di perusahaan milikmu." Ucap Pak Bejo ngelunjak.
'Aish di kasih enak malah ngelunjak.' Ucap Alex dan Dewi Arumi dalam hati.
"Bagaimana? Kalau tidak setuju kami tidak akan memaafkan Delisa." Jawab Pak Bejo.
"Baiklah, tapi dengan satu syarat." Ucap Dewi Arumi.
"Kami akan memberikan semua yang pak Teko minta tapi jika seandainya melakukan satu kesalahan saja maka semua hilang dalam sekejap." Jawab Dewi Arumi yang juga bisa menebak isi hati manusia.
"Maksudnya kesalahan apa?" Tanya Pak Bejo penasaran.
"Kesalahan itu meliputi : sombong, pelit dan suka menindas orang lain maka itu hilang dalam sekejap." Jawab Dewi Arumi.
"Baik aku setuju." Jawab Pak Bejo yang tidak dirinya melakukan hal itu.
"Ok, besok tunggulah kedatangan anak buah ku." Ucap Alex.
"Ok." Jawab Pak Bejo.
__ADS_1
"Sekarang kita ke sana." Ucap Dewi Arumi menunjuk ke tempat istrinya Pak Bejo.
"Ok." Jawab Pak Bejo.
Mereka pun berjalan ke arah istrinya pak Bejo yang sedang berbicara dengan Delisa, Lu Minta Makan, Delon dan Joanna.
"Ayah, kita maafkan Delisa agar Delisa tenang di sana." Ucap Bu Teko tiba-tiba.
"Ayah juga sudah memaafkan semua kesalahan Delisa." Ucap Pak Bejo.
"Karena sudah memaafkan kesalahan Delisa maka kami pamit pulang." Pamit Alex.
"Ok." Jawab sepasang suami-istri tersebut.
Alex, Dewi Arumi, Delon, Joanna dan Delisa keluar dari rumah tersebut menuju ke arah mobil mereka.
"Delisa, untuk sementara ini sudah cukup kita lanjutkan besok lagi." Ucap Dewi Arumi.
"Memangnya kenapa?" Tanya Delisa yang ingin segera selesai.
"Kami cape mau istirahat, jadi besok saja." Jawab Alex yang menjawab pertanyaan Delisa.
"Satu kali lagi ya?" pinta Delisa.
"Besok, kalau kamu maksa maka kamu jalan sendiri sana." Ucap Alex dengan nada kesal.
"Kami ini manusia bukan hantu dan manusia itu butuh untuk istirahat." sambung Delon.
__ADS_1
"Kamu bisa melihat dan mendengarkan percakapan kami?" Tanya Alex dengan nada terkejut.