
"Bisa ceritakan lebih detail." Pinta Alex.
Dewi Arumi mulai menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup - tutupi sedangkan yang lainnya hanya mendengarkan cerita Dewi Arumi.
"Itulah yang terjadi dan aku merasakan hawa jahat di tubuh Tuan Vino jadi aku minta Tuan Marcel untuk lebih berhati-hati." Ucap Dewi Arumi mengakhiri ceritanya.
"Apakah Tuan Vino bisa merasakan kehadiranmu?" Tanya Alex dengan wajah kuatir karena dirinya takut kalau Dewi Arumi terluka.
"Aku rasa tahu karena aku mendapatkan laporan dari pemimpin boneka ketika aku ingin menghilang dari kantor tuan Marcel." Jawab Dewi Arumi.
"Jangan panggil Tuan, panggil saja Sayangku Marcel." Ucap Marcel usil.
Peletak
"Aduh Mommy, kenapa kepalaku di jitak!" Protes Marcel sambil mengusap kepalanya.
"Sudah tahu Alex suka dengan Dewi Arumi masih saja kamu usulin." Omel Dennisa.
"Hehehehe ... Marcel senang Mom godain Alex." Ucap Marcel.
"Senang, itu lihat wajah Alex seperti kepiting 🦀 rebus." Ucap Dennisa.
__ADS_1
"Pffftttt ..." Tawa Dewi Arumi dan di susul dengan yang lainnya kecuali Alex.
"Dewi Arumi." Panggil Alex dengan wajah kesal.
"Ada apa kepiting rebus?" Tanya Dewi Arumi dengan suara menggoda.
"Pffftttt hahahaha ...." Tawa lepas secara bersamaan kecuali Alex dengan wajah memerah menahan kesal.
"Dewi Arumi." Panggil Alex kembali sambil menatap tajam ke arah Dewi Arumi.
Wushhh
Grep
Alex meletakkan perlahan boneka cantik tersebut ke meja dekat ranjang sedangkan yang lainnua awalnya menertawakan Alex mendadak langsung terdiam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Kenapa berubah lagi? Apakah tidak bisa berubah menjadi manusia selamanya?" Tanya Alex dengan wajah sendu.
Alex yang awalnya kesal menatap Dewi Arumi karena menggoda dirinya kini wajahnya terlihat sedih karena dirinya sangat suka melihat wajahnya.
"Aku bisa selamanya menjadi manusia Kak tapi saat ini aku belum ada perasaan suka sama manusia. Mungkin suatu saat nanti aku jatuh cinta dengan manusia dan menikah." Jawab Putri Jelita.
__ADS_1
"Apakah tidak ada sedikitpun perasaanmu sama Kakak?" Tanya Alex sambil duduk di kursi dan menatap Putri Jelita yang seakan menatap dirinya.
"Aku tidak tahu Kak, yang pasti aku sangat nyaman jika dekat dengan Kakak." Jawab Dewi Arumi.
"Alex, mommy dan Daddy ingin ke ruang makan." Ucap Katarina yang melihat Alex masih ingin mengobrol dengan Dewi Arumi.
"Waktunya makan siang, kami tunggu di ruang makan." Sambung Mikael.
"Baik Mom, Dad." Jawab Alex.
Mereka satu persatu keluar dari kamar Alex dan meninggalkan Alex bersama Putri Jelita.
"Apakah Kak Alex menyukai ku?" Tanya Dewi Arumi yang sudah tahu jawabannya.
"Tentu saja, Kakak menyukaimu dan Kakak sangat berharap kita bisa menikah dan mempunyai anak-anak yang sangat lucu." Jawab Alex tanpa banyak berpikir.
"Di negri awan umur kami abadi sedangkan di dunia manusia umurku tidak bisa abadi. Jika aku berubah menjadi manusia maka ilmu sihir ku akan hilang selamanya dan aku harus melakukan lima ribu kebaikan di tambah usia ku mengikuti usia manusia. Apakah Kak Alex mau menerima itu semua?" Tanya Dewi Arumi menjelaskan apa yang terjadi jika dirinya selamanya menjadi manusia.
"Kakak mau menerima itu semua karena Kakak mencintaimu apa adanya." Jawab Alex.
__ADS_1
"Jika aku menjadi Dewi Arumi maka aku bisa melindungi Kak Alex dan keluarga besar Kak Alex dari orang yang berbuat jahat. Tapi jika aku menjadi manusia maka aku tidak bisa melindungi Kak Alex dan keluarga besar Kak Alex. Apakah Kak Alex tidak memikirkan hal itu?" Tanya Dewi Arumi.
Marcellino Alionso Taylor