Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Teko Listrik dan Angin Bejo Bertemu Dengan Luminta Makan


__ADS_3

"Silahkan." Jawab pria paruh baya tersebut sambil membuka pintu tersebut dengan lebar.


Dewi Arumi dan Alex masuk ke dalam rumah tersebut kemudian mereka duduk di kursi sederhana di mana ada wanita paruh baya dan seorang nenek tua sedang duduk menatap mereka berdua dengan tatapan bingung.


"Ada apa ya?" Tanya pria paruh baya tersebut.


"Sebelumnya perkenalkan namaku Dewi Arumi sedangkan sebelahku ..."Ucapan Dewi Arumi terpotong oleh Alex.


"Alex, calon suami Dewi Arumi." ucap Alex.


"Aku Angin Bejo, Ayahnya Luminta Makan di mana putri kami hilang entah kemana sejak satu tahun yang lalu. Ini istriku Teko Listrik, maaf istriku tidak bisa bicara sejak putri kami mendadak hilang dan ini Ibuku tidak bisa bicara dan tidak bisa mendengar." Ucap Angin Bejo yang juga ikut memperkenalkan dirinya dan keluarganya.


"Boleh aku melihatnya?" tanya Dewi Arumi.


"Silakan nona." Jawab Angin Bejo.


Dewi Arumi turun dari kursi kemudian berjalan ke arah Teko Listrik. Dewi Arumi mulai mengecek nadi Teko Listrik hingga beberapa saat kemudian Dewi Arumi sudah selesai mengecek nadi Teko Listrik.


"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Angin Bejo.


"Sebenarnya baik-baik saja tapi karena kesedihan yang teramat sangat membuatnya menjadi tidak ingin bicara dan asyik dengan dunianya." Jawab Dewi Arumi.


"Apakah bisa disembuhkan?" Tanya Angin Bejo.

__ADS_1


"Bisa, sebentar." Jawab Dewi Arumi.


Dewi Arumi hanya menjentikkan jarinya dan tidak berapa terdengar suara tangisan yang menyayat kan hati dari mulut Teko Listrik.


"Hiks... Hiks... Hiks .... Huhuhuhuhu.... Luminta Makan .... Ibu kangen sama kamu ... " Ucap Teko Listrik sambil menangis.


Grep


"Akhirnya istriku bisa bicara selama satu tahun Ayah berharap Ibu bicara lagi. Terima kasih Nona dan apakah bisa menyembuhkan sakit yang di derita Ibuku?" Tanya Angin Bejo penuh harap.


"Tentu saja bisa." Jawab Dewi Arumi sambil menjentikkan jarinya.


"Nenek bisa mendengar suaraku?" Tanya Dewi Arumi.


"Tentu sa ..." Ucapan nenek tersebut terputus karena dirinya tidak percaya kalau dirinya bisa bicara dan mendengar.


"Tentu saja bisa, terima kasih Cu karena sudah membuat Nenek bisa mendengar dan bisa bicara." Ucap Nenek tersebut sambil tersenyum bahagia.


"Sama-sama Nek." Jawab Dewi Arumi.


Mereka bertiga tersenyum bahagia walau dalam hatinya masih sedih karena mereka masih kehilangan Luminta Makan. Dewi Arumi yang bisa melihat kesedihan mereka membuat Dewi Arumi menghembuskan nafasnya dengan perlahan.1


"Ibu ingin bicara dengan Luminta Makan?" Tanya Dewi Arumi yang tidak tega mendengar tangisan wanita paruh baya.

__ADS_1


"Apakah nona bisa melakukannya?" Tanya Angin Bejo dengan wajah bingung pasalnya sudah satu tahun putri semata wayangnya hilang entah kemana.


"Tentu saja bisa, Luminta Makan ada di sini dan melihat kalian dengan wajah sedih." Ucap Dewi Arumi.


"Mana? Kami tidak melihatnya?" Tanya Angin Bejo sambil mencari keberadaan putri semata wayangnya.


"Luminta Makan sebenarnya sudah meninggal dan arwahnya masih ada di sini." Jawab Dewi Arumi.


"Apa? Putri kami sudah meninggal?" Tanya Angin Bejo dengan wajah terkejut karena dirinya tidak menyangka kalau putrinya ternyata sudah meninggal.


"Benar." Jawab Dewi Arumi.


Aku ingin melihatnya." Pinta Angin Bejo.


"Aku juga." Ucap Teko Listrik dan nenek tua tersebut yang ingin melihat Luminta Makan.


"Baiklah." Jawab Dewi Arumi sambil mengangkat tangan kanannya ke atas kemudian memutarnya.


Whushh


Tiba - tiba mereka bertiga melihat Luminta Makan sedang menatapnya dengan wajah sedih. Ketika Ibunya ingin memeluknya namun tidak bisa karena arwah tidak bisa di sentuh begitu pula Ayah dan neneknya yang ingin menyentuh Luminta Makan tidak bisa.


"Luminta Makan adalah arwah dan tidak bisa untuk di sentuh." Ucap Dewi Arumi menjelaskan.

__ADS_1


Mereka hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka mengobrol bersama untuk melepaskan kerinduan mereka hingga satu jam kemudian mereka selesai mengobrol.


"Luminta Makan, bagaimana kamu bisa meninggal?" Tanya Teko Listrik penasaran.


__ADS_2