Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Delon, Edward dan Agung


__ADS_3

"Mommy dan Daddy tidak pernah tidur sekamar, aku dan Kak Edward tahu ketika kami melihat Mommy dan Daddy tidur di kamar terpisah." Jawab Eden.


"Sejak kapan tidur terpisah?" Tanya Joanna dengan wajah terkejut.


"Waktu aku masih kecil Daddy selalu menemaniku tidur dan ketika aku mulai beranjak dewasa, Daddy kadang tidur bersama Edward dan terkadang tidur di kamar sendiri." Jawab Eden.


"Masa sih?" Tanya Joanna.


"Benar Mom, apalagi kalau pas Daddy ada pekerjaan di luar kota maka Daddy bisa seminggu baru pulang." Jawab Eden.


"Kok aneh ya." Ucap Joanna sambil berpikir.


"Aneh kenapa Mom?" Tanya Eden dan Alona bersamaan.


"Kalau Daddy Delon tidak pernah mau tidur sendiri kalau ada urusan pergi keluar kota maka malamnya langsung pulang dan tidur bareng sama Mommy." Jawab Joanna.


"Itu berarti Daddy sangat mencintai Mommy dan sudah nyaman bersama Mommy makanya tidak bisa jauh dari Mommy." Ucap Alona.


"Daddy juga banyak berubah tidak seperti dulu biasanya tidak pernah tertawa, bercanda dan selalu sibuk dengan dunianya tapi sejak kenal dengan Mommy, Daddy sering tersenyum, tertawa, bercanda dan lebih perhatian dengan kami." Sambung Eden.


Grep


"Terima kasih Mom." Ucap Eden sambil memeluk tubuh Joanna.


"Sama-sama." Jawab Joanna sambil membalas pelukan Eden.


"Oh ya Mom, mengenai adik kecil Daddy kok bisa jadi kecil?" Tanya Eden penasaran sambil melepaskan pelukannya.


Joanna menceritakan dari awal kedatangan Dewi Arumi dan Alex hingga akhirnya adik kecil Delon menjadi kecil seperti bayi sedangkan Eden dan Joanna sangat terkejut sekaligus ingin tertawa membayangkan adik kecil milik Delon seperti milik bayi.

__ADS_1


"Untung Daddy datang kalau tidak milik suamiku juga kecil." Celetuk Eden sambil menahan tawa.


"Betul karena rasanya tidak enak kalau adiknya kecil seperti bayi." Sambung Alona sambil berusaha untuk tidak tertawa.


"Sudah jangan meledek." Ucap Joanna.


"Hehehehe... Maaf Mom." Jawab Alona dan Eden bersamaan.


Joanna mengalihkan pembicaraan lain dengan menanyakan kehidupan rumah tangga Alona dan Eden. Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan dimana Delon, Edward dan Agung berada di ruang kerja milik Edward.


"Ada apa Dad?" Tanya Edward penasaran begitu pula dengan Agung.


"Tadi Daddy bilang jangan meledek ataupun mengatakan yang tidak-tidak ke Kak Alex ataupun ke Kak Dewi Arumi, memang ada apa Dad?" tanya Agung.


Tanpa menjawab Delon membuka gesper membuat Edward dan Agung saling menatap kemudian menatap ke arah Delon dengan tatapan kesal begitu pula dengan Agung.


"Daddy, kami masih normal." Ucap Edward.


"Adik kecil Daddy memangnya kenapa?" Tanya Edward dengan wajah terkejut begitu pula dengan Agung.


"Edward .... Agung ... Hiks ... Hiks .... Hiks ..." Ucap Delon sambil terisak tanpa menjawab pertanyaan Edward.


"Daddy kenapa menangis?" Tanya Edward dengan wajah kuatir.


"Daddy, ceritakan pada kami sebenarnya apa yang terjadi dengan adik kecil milik Daddy?" Tanya Agung yang juga kuatir karena tidak pernah Ayah mertuanya menangis.


"Adik kecil Daddy seukuran bayi." Jawab Delon dengan mata berkaca-kaca.


"Apa? Daddy jangan bercanda ..." Ucap Edward dan Agung bersamaan dengan wajah terkejut karena tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

__ADS_1


"Daddy tidak bercanda." ucap Delon dengan nada tegas.


"Coba kami lihat." Ucap Edward dan Agung bersamaan.


Delon menarik gesper yang sudah terbuka kemudian membuka kancing celana dan berlanjut menurunkan resleting. Delon menurunkan celana panjangnya dan berlanjut mengeluarkan adik kecilnya dari balik celana boxernya.


Edward dan Agung matanya membulat sempurna ketika melihat adik kecil milik Delon seperti milik bayi.


"Pffftttt.... Hahaha..." tawa lepas Edward dan Agung.


Delon yang ditertawakan langsung menahan kesal dan langsung memasukkan adik kecilnya ke dalam celana boxer kemudian menarik celana panjangnya.


"Kalian sangat jahat menertawakan Daddy, lebih baik Daddy pulang saja." Ucap Delon setelah selesai memakai celana panjangnya berikut gespernya.


"Daddy maaf kami tidak menertawakan lagi, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Edward penasaran.


Delon menceritakan dari awal hingga akhir sedangkan Agung dan Edward hanya mendengarkan apa yang terjadi tanpa berani menyela cerita Delon.


"Itulah yang terjadi." Jawab Delon.


"Edward akan bantu Daddy supaya adik kecil Daddy kembali seperti semula." Ucap Edward.


"Agung juga akan bantu jika ada masalah akan meminta bantuan Daddy supaya milik Daddy kembali normal." Ucap Agung.


"Terima kasih kalian sangat perduli sama Daddy." Ucap Delon terharu sambil tersenyum bahagia.


"Sekarang kita keluar Dad untuk menemui istri kita masing-masing." Ajak Edward.


"Ayuk." Jawab Delon.

__ADS_1


Ke tiga pria tampan tersebut keluar dari ruang kerja milik Edward menuju ke ruang keluarga. Sampai di ruang keluarga mereka mengobrol hingga dua jam kemudian Delon, Joanna, Eden dan Agung berpamitan untuk pulang ke mansion masing-masing.


__ADS_2