Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Dewi Arumi


__ADS_3

"Astoge, Dewi Arumi bikin aku kaget aja." Ucap Alena sambil mengusap dadanya berulang kali.


"Hehehehe .... Kak Alena, kita tukaran lagi ya." Ucap Dewi Arumi sambil tertawa terkekeh-kekeh.


"Ok, tapi aku masak dulu ya, tanggung." Ucap Alena.


"Ok." Jawab Dewi Arumi singkat.


Alena kemudian melanjutkan memasak hingga sepuluh menit kemudian Alena sudah selesai memasak.


"Bagaimana keadaan kantor? Apa ada masalah?" tanya Alena sambil mencuci tangannya.


"Tidak ada, hanya manager keuangan di pecat dan di ganti sama Kak Alena." Jawab Dewi Arumi.


"Apa? Jangan bercanda." Ucap Alena dengan wajah terkejut dan tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya.


"Aku serius Kak, tadi saja aku disuruh membuat laporan keuangan." Ucap Dewi Arumi.


"Terus apakah kamu bisa mengerjakannya?" Tanya Alena penasaran.


"Tidak bisa Kak, itu saja aku menggunakan sihir baru bisa karena itulah aku minta tukar identitas lagi karena aku pusing melihat angka." Jawab Dewi Arumi.

__ADS_1


"Terima kasih banyak ya dan maaf ngerepotin." Ucap Alena merasa tidak enak hati sambil berjalan ke arah kamarnya dan diikuti oleh Dewi Arumi.


"Santai saja Kak." Jawab Dewi Arumi.


"Oh ya hampir lupa, ada pria yang bernama Vino. Kak Alena harus hati-hati karena dia pria yang sangat jahat." Ucap Dewi Arumi.


"Vino, Kakak baru dengar." Ucap Alena sambil masuk ke dalam kamar mandi.


"Nanti kita lanjutkan lagi aku mau mandi dulu." Sambung Alena.


"Ok." Jawab Dewi Arumi singkat.


Dewi Arumi berjalan mengelilingi kamar Alena untuk melihat-lihat hingga dirinya melihat foto Alena bersama Alicia putrinya tapi tidak ada foto suaminya.


Ceklek


Alena membuka pintu kamar mandi kemudian berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian kerja.


"Oh ya mengenai Vino, di mana kalian bertemu?" Tanya Alena.


"Di kantor ketika aku mau masuk lift dia juga ikut masuk lalu dia nawarin kerja di tempatnya jadi kalau dia nawarin ke Kak Alena jangan mau." Ucap Dewi Arumi sambil memalingkan wajahnya ke arah samping karena tidak ingin melihat Alena berganti pakaian.

__ADS_1


"Ok. Kakak akan ingat pesan mu." Jawab Alena patuh sambil menarik lilitan handuk kemudian meletakkan di meja dekat ranjang dan berlanjut memakai celana yang berbentuk segi tiga bermuda.


"Dia seperti mempunyai ilmu sihir jadi usahakan jangan terlalu dekat." Ucap Dewi Arumi.


"Ok." Jawab Alena singkat sambil memakai pakaian kerja setelah selesai memakai bungkusan yang menutupi dua gunung kembarnya.


'Dewi Arumi, Alena sudah aku kasih sihir jadi jika dia dalam bahaya kamu bisa merasakannya dan langsung menolongnya tepat di depannya.' Ucap Pemimpin Boneka dengan menggunakan telepati.


'Baik Tuan.' Jawab Dewi Arumi dengan menggunakan telepati juga.


Setelah beberapa saat akhirnya Alena sudah selesai memakai pakaian kerja kemudian Alena berjalan ke arah Dewi Arumi.


"Aku sudah siap." Ucap Alena.


"Ok." Jawab Dewi Arumi sambil mengangkat tangan kanannya ke atas kemudian memutarnya.


Whushh


Tiba-tiba Alena sudah menghilang dari penglihatan Dewi Arumi kemudian Dewi Arumi berjalan keluar dari kamar milik Alena dan berjalan ke kamar Alicia yang masih setia memejamkan matanya.


'Dewi Arumi, kembali menjadi Putri Jelita.' Ucap Pemimpin Boneka.

__ADS_1


'Aku tidak betah menjadi Putri Jelita, ijinkan aku menyamar menjadi Alena.' Mohon Dewi Arumi.


__ADS_2