Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Sangat Sedih


__ADS_3

"Sembarangan Daddy masih normal, kalian berdua lihat adik kecil Kakak kalian." Ucap Daddy Nathan sambil memiringkan tubuhnya agar ke dua putra kembarnya melihat apa yang terjadi pada Kakak kembarnya.


Serempak Jimmy dan Lemos menatap ke arah adik kecil milik Delon membuat mereka membulat matanya dengan sempurna. Ke dua pria tampan tersebut ingin rasanya tertawa namun mereka berusaha untuk tidak melakukannya karena mereka tahu pasti Delon sangat sedih jika itu terjadi dengan milik mereka yang menjadi kebanggaan para lelaki.


"Kak Delon, kenapa jadi kecil banget?" Tanya Jimmy dan Lemos bersamaan.


Delon hanya terdiam kemudian kembali memakai celana boxernya berikut celana panjangnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi Dad?" Tanya Jimmy dan Lemos bersamaan yang sangat penasaran.


Daddy Nathan menceritakan semua yang telah terjadi tanpa ada yang ditutup - tutupi sedangkan Jimmy dan Lemos hanya diam mendengarkan cerita Daddy Nathan.


"Kalau begitu jalan satu-satunya Kak Delon melakukan dua puluh lima kebaikan." Ucap Jimmy.


"Benar kata Kak Jimmy dan tenang Kak, aku akan bantu melakukan dua puluh lima kebaikan agar punya Kakak kembali dengan normal." Sambung Lemos yang tidak tega melihat kesedihan di wajah Kakak kembarnya.


"Aku juga mau membantu." Sambung Jimmy yang juga tidak tega melihat kesedihan kakak kembarnya.


"Terima kasih banyak sudah mau membantu Kakak." Ucap Delon yang merasa terharu dengan apa yang dikatakan oleh ke dua adik kembarnya.

__ADS_1


"Kita sesama saudara harus saling membantu." Ucap ke dua adik kembarnya.


"Kalau begitu kalian bertiga bersama istri-istri kalian pergi ke panti asuhan dengan memberikan bantuan sumbangan untuk mereka." Ucap Daddy Nathan.


"Oh ya, kemungkin nanti Alex dan Dewi Arumi akan ke tempatmu jadi pesan Kakak kamu jangan menertawakan Alex kalau tidak ingin nasibmu seperti nasib Kakak." Ucap Delon ke adik kembarnya yang bernama Lemos.


"Iya Kak dan terima kasih sudah diingatkan." Ucap Lemos.


"Sama-sama, Kakak juga akan peringatan ke Edward dan suaminya Eden agar tidak menertawakan Alex." Ucap Delon.


"Daddy sangat sedih." Ucap Delon sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Kita adalah keturunan mafia dan tidak pernah takut dengan apapun tapi kini kita sangat takut dengan dunia per sihir ran. Kalau kita melawan atau merendahkan tentang dunia sihir yang ada adik kecil kebanggaan seorang pria menjadi seperti Delon." Jawab Daddy Nathan menejelaskan untuk ke tiga anak kembarnya.


"Apa kata Daddy benar dan semoga saja jika ada musuh yang menyerang kita tidak ada yang menggunakan ilmu sihir." Ucap Jimmy.


"Betul kata kak Jimmy tapi Lemos masih berfikir bagaimana bisa Alex mempunyai ilmu sihir." Ucap Jimmy.


"Kakak belum tanya, nanti jika Alex dan Dewi datang ke tempat Lemos bisa ditanyakan." Ucap Delon.

__ADS_1


"Baik Kak, nanti Lemos tanyakan." Ucap Lemos.


"Sekarang kita keluar dari ruangan ini untuk menemui istri kita masing-masing." Ucap Daddy Nathan.


"Baik Dad." Jawab ke tiga anak kembarnya bersamaan.


Merekapun keluar dari ruangan kerja milik Delon menuju ke ruang keluarga di mana istri mereka masing-masing sedang menunggu mereka.


Di tempat yang berbeda di mana Dewi Arumi dan Alex berada di rumah sederhana di mana milik orang tua pelayan yang waktu itu menjadi korban kejahatan Delisa di mana Delisa membunuh pelayan tersebut untuk menggantikan putrinya Eden. Kisah selengkapnya silahkan baca di novelku dengan judul : Menikahi Pria Gangguan Jiwa.


Dewi Arumi mengetuk pintu tersebut hingga beberapa saat kemudian pintu tersebut terbuka. Dewi Arumi dan Alex menatap pria paruh baya tersebut membuat pria paruh baya tersebut ikut menatapnya dengan tatapan bingung.


"Maaf Tuan dan Nona siapa?" Tanya pria paruh baya tersebut.


"Kami ingin menemui ke dua orang tua Luminta Makan." Jawab Dewi Arumi.


"Saya orang tuanya, Nona siapa ya?" Tanya pria paruh baya tersebut.


"Ada yang ingin kami bicarakan, bolehkan kami masuk?" Tanya Dewi Arumi penuh harap.

__ADS_1


__ADS_2