Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Dia Kenapa


__ADS_3

"Aku juga tidak tahu, aku akan tanyakan ke Pemimpin Boneka." Jawab Dewi Arumi.


'Tuan, kenapa aku mendadak berubah menjadi Dewi Arumi?' Tanya Dewi Arumi melalui telepati.


'Sebentar lagi ada musuh datang, sebelum datang tanyakan ke para arwah mereka menginginkan apa setelah itu suruh mereka masuk ke dalam botol.' Jawab Pemimpin boneka.


'Kenapa di suruh masuk ke dalam botol?' Tanya Dewi Arumi dengan wajah bingung.


'Salah satu musuh sangat menyukai arwah penasaran untuk menambahkan kekuatan. Setelah mereka masuk ke dalam botol aku yang akan menyimpan botol tersebut dan kamu gunakan ilmu sihirmu untuk melawan mereka tapi ingat jangan membunuhnya.' Ucap Pemimpin Boneka.


"Kamu berikan sihir untuk Alex dan keluarganya agar mereka bisa melawan anak buahnya sedangkan kamu melawan pemimpinnya. Jangan berikan ke bodyguard ataupun pelayan karena sihir yang kamu berikan bersifat permanen." Sambung Pemimpin Boneka menjelaskan.


'Baik, aku mengerti.' Jawab Dewi Arumi.


"Kak Alex, sebentar lagi musuh datang jadi aku minta sama Kak Alex tolong bilang ke keluarga besar." Pinta Dewi Arumi.


"Apa, siapa mereka?" Tanya Alex dengan nada terkejut.


"Nanti aku ceritakan karena kita tidak ada waktu." Jawab Dewi Arumi.


"Kenapa kita tidak turun bersama?" Tanya Alex.


"Aku tidak bisa Kak karena aku ingin bertanya ke para arwah yang ada di sini untuk mengetahui apa keinginan mereka." Jawab Dewi Arumi.


"Baik, jaga dirimu." Ucap Alex sambil berjalan ke arah pintu kamarnya.


"Ok, tunggu aku di ruang keluarga." Ucap Dewi Arumi.

__ADS_1


"Ok." Jawab Alex singkat.


Whushh


Dewi Arumi memutar tangan kanannya dan tiba-tiba di tangan Dewi muncul botol bening.


"Aku dan Kak Alex akan membantu kalian tapi sebelumnya kalian masuklah ke dalam botol ini karena sebentar lagi akan datang musuh yang akan memakan para arwah." Ucap Dewi Arumi.


"Baik." Jawab para arwah bersamaan.


Para arwah yang sangat menakutkan berubah menjadi asap kemudian masuk ke dalam botol tersebut setelah selesai Dewi Arumi memutar tangan kanannya dan tiba-tiba botol tersebut menghilang.


Whushh


Dewi Arumi memutar tangan kanannya dan langsung menghilang dari kamar milik Alex dan langsung pindah ke ruang keluarga di mana Alex bersama keluarga besarnya menunggu kedatangan Dewi Arumi.


"Benar Mom, setengah jam lagi mereka datang." Jawab Dewi Arumi.


"Kalau begitu Daddy akan memberikan tanda bahaya untuk keluarga besar Alvonso." Ucap Dennis sambil mengarahkan telunjuknya ke arah jam tangan.


"Tidak usah Dad, mereka bersekutu dengan kuasa kegelapan dan tidak bisa di lawan dengan pistol atau senjata apapun." Jawab Dewi Arumi.


"Lalu apa yang mesti kami lakukan?" Tanya Katarina.


"Aku akan memberikan sihir untuk melawan anak buahnya sedangkan aku melawan pemimpinnya." Jawab Dewi Arumi sambil mengarahkan tangannya ke atas.


"Untuk penghuni mansion baik para pelayan dan para bodyguard lebih baik bersembunyi di tempat yang aman." Sambung Dewi Arumi sambil memutar tangan kanannya.

__ADS_1


Whushh


Max, Dennisa dan putra sulungnya Marcel, Dennis bersama istrinya yang bernama Elisabeth, Katarina bersama suaminya yang bernama Mikael dan putranya yang bernama Alex kini mempunyai ilmu sihir.


"Kenapa bodyguard tidak diberikan sihir juga?" Tanya Mikael.


"Sihir yang aku berikan bersifat permanen karena itulah aku tidak bisa memberikan ke sembarang orang. Sihir itu bisa digunakan untuk melumpuhkan orang bukan untuk membunuhnya." Jawab Dewi Arumi.


Mereka hanya menganggukkan kepalanya kemudian Dennis dan Mikael bersama Max memerintahkan para pelayan dan para bodyguard untuk bersembunyi di ruang rahasia.


"Ayo masuk ke dalam ruangan!" Perintah Dennis ke arah para pelayan dan para bodyguard sambil membuka ruang rahasia.


"Baik Tuan." Jawab mereka bersamaan dan mereka satu persatu masuk ke dalam ruangan tersebut.


Whush


Grep


"Semuanya masuk kecuali orang ini." Ucap Dewi Arumi.


Dewi Arumi melihat salah satu pelayan mencurigakan membuat Dewi Arumi memutar tangan kanannya dan langsung berdiri tepat di salah satu pelayan kemudian menahan tangannya.


"Dia kenapa?" Tanya Alex sambil berjalan ke arah Dewi Arumi.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2