
'Boneka itu tetap masih ada hanya saja aku tidak lagi tinggal di dalam boneka. Jika Kak Alena meminta bantuan panggil aku dengan menggunakan telepati dan aku akan datang.' ucap Putri Jelita.
'Baiklah, tapi Kakak minta jika sudah melakukan seribu kebaikan maka Kakak minta sebelum pergi ke negri awan ☁️ datang lah menemui Kakak lebih dulu." Pinta Alena.
'Baik Kak, selamat tinggal Kak.' Pamit Putri Jelita.
Alena hanya menganggukkan kepalanya dan bulir - bulir air mata keluar dari pelupuk matanya karena dirinya sudah merasa nyaman bersama Putri Jelita.
"Mommy kenapa menangis?" tanya Alicia sambil menghapus air mata Alena dengan ke dua tangan mungilnya.
"Mommy ke lilip pan sayang kena debu." Jawab Alena.
Alicia hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka mengobrol bersama. Di tempat yang berbeda tepatnya di kamar pribadi Alex di mana tidak boleh seorangpun masuk ke dalam kecuali keluarga besar Daddy Alvonso.
"Semenjak kamu pulang dari mansion milik keluarga besar kita, kenapa kamu lebih sering di kamar terus?" Tanya Katarina sambil duduk di sofa dekat balkon.
"Alex lagi malas melakukan apa-apa Mom." Jawab Alex.
"Mommy tahu pasti kamu memikirkan Dewi Arumi, benar bukan?" tanya Katarina sambil tersenyum.
"Iya Mom." Jawab Alex jujur.
__ADS_1
"Ceritakan sama Mommy, siapa sebenarnya Dewi Arumi?" Tanya Katarina penasaran.
''Maaf Mom, untuk sementara Alex belum bisa memberitahukan ke Mommy." Jawab Alex.
"Kenapa?" Tanya Katarina.
"Karena permintaan Dewi Arumi untuk tidak menceritakan siapapun termasuk keluarga besar kita. Suatu saat nanti Alex yakin kalau Dewi Arumi akan menceritakan semuanya." Ucap Alex.
"Baiklah, Mommy akan tunggu kabarnya." Ucap Katarina yang tidak bisa memaksa putra kesayangannya.
"Terima kasih Mom." Ucap Alex.
"Terima kasih untuk apa?" Tanya Katarina.
"Mommy percaya kalau Dewi Arumi adalah gadis baik-baik dan Mommy juga setuju jika kalian menikah." Ucap Katarina.
"Siapa yang mau menikah Mom?" Tanya Mikael yang tiba-tiba masuk ke kamar putranya.
"Oh ini, putra kita jatuh cinta sama Dewi Arumi dan Mommy setuju jika Alex menikah dengan Dewi Arumi." Jawab Katarina.
"Benarkah? Lalu kenapa Dewi Arumi tidak pernah kamu bawa ke sini?" Tanya Mikael.
__ADS_1
"Suatu saat nanti Alex akan membawanya ke sini." Jawab Alex.
"Baiklah Mommy dan Daddy akan menunggu kedatangan Dewi Arumi." Ucap Mikael.
Alex hanya menganggukkan kepalanya dan dalam hatinya sangat berharap agar Dewi Arumi bisa tinggal bersama dirinya.
"Sebentar lagi makan siang, Mommy minta kamu makan di meja makan dan jangan makan di kamar." Ucap Katarina.
"Baik Mom." Jawab Alex patuh.
"Ayo Mom, kita ke kamar." Ucap Mikael sambil memeluk pinggang istrinya.
Katarina hanya menganggukkan kepalanya sambil membalas pelukan suaminya sedangkan Alex masih setia duduk di sofa dekat balkon.
Whushh
Tiba - tiba di meja milik Alex muncul boneka yang sangat cantik siapa lagi kalau bukan Putri Jelita kemudian menatap ke arah Alex yang sedang menatap ke arah luar sambil menikmati angin sepoi-sepoi.
'Kak Alex.' Panggil Putri Jelita sambil masih menatap ke arah Alex.
__ADS_1
Alex yang sangat familiar dengan suara Putri Jelita langsung tersentak namun dirinya merasa tidak mungkin kalau Dewi Arumi memanggil dirinya.
'Kak Alex aku datang dan duduk di meja milik Kakak.' Ucap Putri Jelita.