Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Dewi Arumi


__ADS_3

Deg


Jantung Alex berdetak kencang ketika mendengar ucapan Putri Jelita membuat Alex turun dari sofa dan berjalan ke arah meja. Mata Alex membulat sempurna melihat ada boneka yang duduk di mejanya.


"Kamu Dewi Arumi?" tanya Alex.


"Benar, aku Dewi Arumi." Jawab Putri Jelita.


Alex berjalan ke arah meja kemudian mengambil boneka yang sangat cantik kemudian memeluknya.


Ceklek


Tiba - tiba pintu kamarnya terbuka dan seorang pemuda tampan menatap ke arah Alex dengan tatapan bingung sekaligus matanya membulat sempurna karena melihat Alex sedang mencium boneka.


"Katarina, Mikael" Panggil pria tampan tersebut.


"Paman Marcel, kalau masuk kamarku itu ketuk pintu dulu." ucap Alex dengan wajah kesal.


"Hehehe .. Maafkan Paman." Ucap Marcel sambil senyum Pepsodent.


Ketika Alex ingin bicara tiba-tiba datang ke dua orang tuanya sambil menatap ke arah Alex dan Marcel sepupunya.


"Ada apa?" Tanya Katarina dan Mikael bersamaan.


"Kakak dan Kakak ipar, lihat itu anak Kakak dan Kakak ipar masa Alex memainkan boneka." Jawab Marcel sambil menunjuk boneka yang di pegang oleh Alex ponakannya.


Katarina dan Mikael menatap ke arah putra sulungnya dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya karena selama ini Alex tidak pernah bermain boneka. Mikael langsung berjalan ke arah putranya kemudian mengarahkan tangan kanannya ke arah kening Alex sedangkan tangan kirinya diarahkan ke bokong milik Mikael.


"Sama-sama tidak panas." Ucap Mikael sambil berpura-pura berpikir.


Bugh


Bugh


Katarina dan Alex langsung memukul bahu kanan dan kiri membuat Mikael tersenyum.


"Daddy ih tidak lucu." Ucap Katarina dan Alex bersamaan.

__ADS_1


"Hehehe .."


"Alex, setahu Daddy dan Mommy kamu tidak pernah bermain boneka. Apa jangan - jangan kamu ..." ucap Mikael menggantungkan kalimatnya.


"Aish Daddy, Alex masih normal." Ucap Alex dengan raut wajah kesal.


"Ada apa?" Tanya Max dan Dennisa bersaman yang tiba-tiba datang.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang Max dan Dennisa dapat di baca di novel : Perjalanan Cinta Sang Psychopath


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


"Ini Paman Max dan Tante Dennisa, putraku masa main boneka." Jawab Mikael.


Max dan Dennisa langsung menatap ponakannya dengan wajah terkejut pasalnya keluarga besarnya tahu kalau Alex tidak pernah bermain boneka.


"Bukan itu saja Dad, Mom tadi Marcel tidak sengaja melihat Alex memeluk dan mencium boneka." Adu Marcel.


"Benar begitu Alex?" Tanya Max, Dennisa, Katarina dan Mikael bersamaan.


Serempak yang ada di ruangan tersebut menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan rasa terkejutnya.


Tanpa sepengetahuan mereka Dewi Arumi mengangkat tangannya ke atas dan yang ada di ruangan tersebut langsung diam seperti patung.


'Tuan Boneka, aku tidak tega melihat Alex seperti ini. Bolehkah aku menampakkan diriku sebagai Dewi Arumi?' Tanya Putri Jelita.


'Lakukanlah mereka keluarga yang bisa di percaya.' Jawab Pemimpin Boneka.


'Terima kasih Tuan Boneka.' Ucap Dewi Arumi sambil tersenyum.


Pemimpin boneka hanya diam namun pemimpin Boneka membalas senyuman Dewi Arumi tanpa sepengetahuan oleh Dewi Arumi.


Dewi Arumi menggoyangkan tubuhnya dan Alex langsung tersadar dan tidak menjadi patung.


"Mommy, Daddy, Oma, Opa dan Paman Marcel." Panggil Alex karena melihat mereka diam.

__ADS_1


Hening


Hening


Alex yang melihat mereka tidak menjawab panggilannya terlebih semua diam bagaikan patung membuat Alex melambaikan tangannya ke arah mereka namun mereka hanya diam tanpa berkedip.


"Kenapa Daddy, Mommy, Oma, Opa dan Paman Marcel diam seperti patung?" Tanya Alex dengan wajah bingung.


"Kak Alex, mereka sengaja aku buat seperti patung." Jawab Putri Jelita.


"Kenapa keluarga ku di buat sebagai patung?" Tanya Alex.


"Nanti aku buat tidak menjadi patung, aku tadi menanyakan ke pemimpin Boneka kalau aku boleh menceritakan siapa sebenarnya aku." Jawab Putri Jelita.


"Benarkah? Syukurlah kalau boleh." Ucap Alex.


"Kalau begitu kembalikan seperti semula." Sambung Alex.


"Ok." Jawab Putri Jelita sambil mengangkat tangannya ke atas dan yang ada di ruangan tersebut langsung bergerak kecuali Alex karena dirinya sudah bisa bergerak.


"Alex, kenapa kamu memeluk dan mencium boneka?" Tanya Katarina.


"Daddy tahu boneka itu sangat cantik tapi tidak juga kali kamu cium bonekanya." Sambung Mikael.


"Alex, kalau kamu ingin mempunyai kekasih Paman akan mencarikan untukmu." Ucap Marcel.


"Untuk Paman saja, Paman saja sampai sekarang masih jomblo." Ledek Mikael.


"Paman belum berpikir untuk menikah, lebih baik kamu saja yang menikah daripada kamu bermain boneka karena takutnya kamu ..." Ucap Marcel menggantungkan kalimatnya.


"Aish Paman, aku masih normal." Jawab Alex.


"Kalau normal kenapa main boneka, memeluk dan mencium?" Tanya Marcel.


"Ya betul." Jawab Mikael, Katarina, Max dan Dennisa bersamaan.


"Boneka yang aku pegang ini adalah Dewi Arumi." Jawab Alex.

__ADS_1


"Dewi Arumi?" Tanya mereka bersamaan sambil berfikir.


__ADS_2