
Peletak
Tanpa menjawab Delon men jitak kepala Alex membuat Alex sangat terkejut.
"Kenapa kepalaku di jitak?" Tanya Alex dengan kesal sambil mengusap kepalanya.
"Mikir saja sendiri." Ucap Delon sambil menarik tangan istrinya.
Alex terdiam sambil berpikir sedangkan Dewi Arumi yang tahu kenapa Delon marah memegang tangan Alex.
"Paman Delon, maafkan Kak Alex." Panggil Dewi Arumi.
"Maaf Paman, Alex lupa seharusnya memanggilnya Paman bukan kamu." Ucap Alex yang menyadari akan kesalahannya.
"Syukurlah kalau kamu sadar, untuk Delisa jangan memaksa kami untuk pergi ke tempat lain karena kami perlu istirahat. Besok baru kami pergi ke tempat lain sampai semua orang yang kamu sakiti mau memaafkan kesalahan yang dulu kamu lakukan." Ucap Delon dengan tegas sambil membalikan badannya begitu pula dengan Joanna.
"Mengenai kenapa Paman bisa melihat arwah Delisa, Paman juga tidak tahu." Sambung Delon.
"Kok bisa ya melihat arwah?" tanya Joanna dengan wajah bingung begitu pula dengan Alex.
"Itu karena adik kecil Paman masih mengecil nanti kalau kembali normal baru tidak bisa melihat arwah." Jawab Dewi Arumi.
"Tunggu berarti selama adik kecil punya Paman mengecil berarti Paman bisa melihat semua arwah yang gentayangan?" Tanya Delon.
__ADS_1
"Benar sekali." Jawab Dewi Arumi.
"Astoge pantas saja tadi sepanjang dalam perjalanan Paman melihat ada orang - orang aneh berjalan dengan memakai topeng seram, berarti mereka adalah arwah penasaran bukan orang - orang aneh?" Tanya Delon memastikan.
"Betul Paman, mereka adalah arwah penasaran yang ingin menyampaikan pesan ke keluarganya atau melakukan sesuatu agar mereka bisa hidup dengan tenang. Paman bisa menolong mereka agar hukuman Paman berkurang." Jawab Dewi Arumi.
"Baiklah Paman akan membantu mereka agar hukuman Paman segera berkurang." Ucap Delon.
'Agar Paman bisa melakukan hubungan suami istri karena dengan bentuk kecil seperti ini bagaimana bisa memuaskan istriku.' sambung Delon dalam hati yang tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.
"Paman tenang saja walau bentuknya mini tapi Tante Joanna di jamin puas." Ucap Alex sambil menepuk bahu Delon.
"Kok kamu tahu isi hati Paman?" Tanya Delon.
"Tahu dong, oh ya paman kalau begitu kami pamit pulang." Ucap Alex yang ingin istirahat.
Dalam hatinya sangat berharap apa yang dikatakan oleh Alex semoga benar dan tidak bohong.
Mereka pergi ke tempat yang berbeda sedangkan Delisa menghilang dari tempat tersebut sambil tersenyum bahagia karena dua orang sudah mau memaafkan kesalahan Delisa di masa lalu.
Hari Ke Dua
Di hari ke dua Alex dan Dewi Arumi serta Delisa pergi ke rumah putranya yang bernama Edward untuk meminta maaf, baik ke Edward maupun ke Alona karena dosanya lebih banyak.
__ADS_1
Untuk mengetahui apa yang dilakukan Delisa semasa hidup dapat di baca novelku dengan judul : Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia.
Kini mereka berada di ruang keluarga milik Edward di mana Edward dan Alona sedang duduk menatap mereka.
"Tumben Kak Alex datang? Apa mau ngasih kami undangan pernikahan?" Tanya Edward sambil menatap sekilas ke Dewi Arumi.
"Sebenarnya kedatangan kami ke sini untuk menyampaikan pesan namun sebelumnya kenalkan ini calon istriku namanya Dewi Arumi." Ucap Alex memperkenalkan Dewi Arumi.
Merekapun saling berjabat tangan dengan Dewi Arumi kemudian Edward menatap ke arah Alex.
"Akhirnya Kak Alex laku juga." Ucap Edward.
"Sebenarnya banyak yang suka sama Kakak tapi belum ada yang cocok dan ketemu Dewi Arumi langsung cocok dan ingin secepatnya menikah." Jawab Alex.
"Hebat Kakak ipar bisa membuat Kak Alex tergila-gila." ucap Edward.
Dewi Arumi hanya tersenyum begitu pula dengan Alex ikut tersenyum.
"Oh ya, Kakak ingin menyampaikan pesan apa ya?" Tanya Edward penasaran.
"Mengenai Mommy mu." Jawab Alex dengan wajah serius.
"Mommy ku? Mommy Joanna? Mommy Joanna kenapa?" Tanya Edward dengan nada kuatir begitu pula dengan Alona.
__ADS_1
"Bukan Mommy Joanna tapi Mommy Delisa." Jawab Alex.
"Mommy Delisa?" Tanya Edward dan Alona bersamaan dengan wajah terkejut.