Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Draft


__ADS_3

Tanpa menjawab Tuan Marcel tanpa curiga mengambil dokumen tersebut kemudian membukanya. Tuan Marcel dengan teliti membaca dokumen tersebut hingga beberapa saat kemudian tersenyum puas karena datanya benar.


"Bagus, mulai besok kamu yang akan menggantikan posisi Manager Keuangan." Ucap Tuan Marcel.


"Maaf, Tuan Marcel serius?" Tanya Dewi Arumi dengan wajah terkejut.


"Apakah wajahku terlihat sedang bercanda?" tanya Tuan Marcel dengan nada dingin.


"Maaf Tuan." Jawab Dewi Arumi.


"Sekarang kembalilah ke ruang mu nanti aku akan menghubungi pihak manager HRD untuk membuat surat pengangkatan dari asisten manager keuangan menjadi Manager Keuangan." Ucap Tuan Marcel.


"Baik Tuan, terima kasih atas kebaikan Tuan." Jawab Dewi Arumi sambil turun dari kursi.


Tuan Marcel hanya menganggukkan kepalanya ketika Dewi Arumi berdiri di hadapannya. Dewi Arumi keluar dari ruangan tersebut menuju ke arah lift.


'Aku menjadi Manager Keuangan? Eh salah Alena yang menjadi Manager Keuangan. Apakah Alena bisa menjadi Manager Keuangan? Sudahlah pikirkan nanti saja apalagi aku sangat yakin kalau Alena pasti bisa menjadi Manager Keuangan.' Ucap Dewi Arumi dalam hati sambil menekan tombol lift.


Ting

__ADS_1


Pintu lift terbuka dan Dewi Arumi masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut dan tidak berapa lama pintu lift tertutup dengan rapat. Dewi Arumi menekan tombol lift setelah itu menunggu lift terbuka.


"Semoga semuanya baik-baik saja." Ucap Dewi Arumi penuh harap.


Ting


Pintu lift terbuka dan Dewi Arumi keluar dari kotak persegi empat menuju ke arah ruangan departemen keuangan. Dewi Arumi kembali melanjutkan pekerjaannya lebih tepatnya membaca pekerjaan milik Alena yang membuat kepalanya pusing.


'Lihat angka ini kenapa kepalaku pusing banget ya? Kalau baca selain angka aku paling jago.' Ucap Dewi Arumi dalam hati sambil memijat keningnya yang tidak pusing.


"Ada apa Alena? Bos marah ya?" Tanya salah satu temannya.


"Lebih baik kamu cuci wajahmu biar kelihatan segar." Saran temannya.


"Baiklah." Jawab Dewi Arumi yang menyetujui saran temannya.


Dewi Arumi turun dari kursinya kemudian berjalan ke arah toilet sambil berpikir.


'Tuan, kepalaku pusing apa yang mesti harus aku lakukan?' Tanya Dewi Arumi pada Pemimpin Boneka melalui telepon eh salah telepati.

__ADS_1


'Alena sudah pulang dan berada di rumah kamu bisa bertukar posisi.' Jawab Pemimpin Boneka.


'Baik kalau begitu aku akan bertukar posisi .... (menjeda kalimatnya) tapi bagaimana caranya? Akukan tidak bisa menghilang?' tanya Dewi Arumi.


'Untuk kali ini ada pengecualian.' Ucap Pemimpin Boneka.


'Baiklah.' Jawab Dewi Arumi sambil mengangkat tangan kanannya.


'Tunggu, ada hawa jahat yang melihatmu lebih baik kamu masuk ke dalam kamar mandi agar aku bisa menghalangi hawa jahatnya agar tidak mengetahui identitas aslimu. Kamu berpura-pura lah sedang melakukan senam olah raga dan setelah selesai jalan seperti biasa jangan membuatnya curiga! Perintah Pemimpin Boneka.


'Baiklah.' Jawab Dewi Arumi singkat.


Arumi mengangkat tangan kirinya dan pura-pura menggerakkan ke dua tangannya seakan dirinya sedang merilekskan otot-otot yang kaku mengikuti apa yang dikatakan oleh Pemimpin Boneka.


Setelah selesai Dewi Arumi berjalan ke arah kamar mandi dengan berjalan santai seperti tidak tahu apa-apa dan ketika sampai di dalam kamar mandi barulah Dewi Arumi mengangkat tangan kanannya ke atas kemudian menggerakkannya.


Whushh


Kini Dewi Arumi sudah berada di rumah milik Alena dan kebetulan Alicia sedang tidur siang sedangkan Alena berada di dapur menyiapkan makan siang.

__ADS_1


"Kak Alena." Panggil Dewi Arumi sambil menepuk bahu Alena.


__ADS_2