Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Arsene dan Angel


__ADS_3

Sepulang dari mansion milik Edward, Dewi Arumi dan Alex pergi ke mansion milik Arsene hingga setengah jam kemudian mereka sudah sampai di mansion.


Arsene yang mengenal keluarga besar Alvonso mengulurkan tangannya ke arah Alex untuk berjabat tangan sedangkan Dewi Arumi dan Angel saling cipika cipiki.


Cerita tentang kisah Arsene dengan Angel dapat di baca di novelku dengan judul : Menikahi Pria Gangguan Jiwa karangan : Yayuk Triatmaja.


"Kak Alex dan ... " ucap Arsene menggantungkan kalimatnya sambil menatap sebentar ke arah Dewi Arumi.


"Calon istriku, Dewi Arumi." Jawab Alex yang mengerti arti tatapan Alex.


"Kak Alex dan Kak Dewi Arumi silahkan duduk." Ucap Arsene mengulangi perkataannya sambil duduk di sofa begitu pula dengan istrinya.


"Terima kasih." Jawab Alex sambil duduk di sofa begitu pula dengan Dewi Arumi.


"Sama - sama." Jawab Angel.


"Kok tumben Kak Alex datang, apa ingin mengantar surat undangan?" Tanya Arsene.


"Untuk surat undangannya belum dan tenang saja kamu dan Angel akan dapat surat undangan pernikahan dari kami." Jawab Alex.


"Maksud kedatangan kami untuk menyampaikan Tante Delisa ingin meminta maaf padamu." Sambung Alex.


"Mommy Delisa meminta maaf? Bukankah Mommy Delisa sudah meninggal?" Tanya Arsene dengan wajah terkejut.


"Memang benar tapi saat ini arwahnya gentayangan untuk meminta maaf karena di sana Tante Delisa sangat tersiksa." Jawab Alex.


Prang

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara nampan terjatuh bersamaan empat gelas ikut terjatuh dan pecah berkeping-keping membuat Alex, Dewi Arumi, Arsene dan Angel menatap ke arah wanita yang bekerja sebagai pelayan.


"Ada apa Bi? Kenapa nampan sampai jatuh dan wajah Bibi seperti hendak marah?" Tanya Angel dengan nada lembut.


"Maaf Nyonya - Nyonya dan Tuan - Tuan, tadi saya tidak sengaja tadi Tuan menyebut nama Nyonya Delisa." Ucap pelayan tersebut sambil menundukkan kepalanya.


"Memang benar, apakah Bibi mengenalnya?" Tanya Angel.


"Kenal Nyonya, Nyonya Delisa telah membuat putriku satu-satunya menghilang." Jawab pelayan tersebut.


"Maksudnya?" Tanya Angel dengan wajah bingung begitu pula dengan Arsene.


"Terakhir putriku bekerja dengan Nyonya Delisa setelah itu hilang entah kemana tanpa ada kabar beritanya." Jawab pelayan tersebut.


"Kami tahu, putri Bibi telah meninggal." Ucap Alex dan Dewi Arumi bersamaan.


"Benar, teman Bibi dan putri Bibi dijadikan korban untuk menggantikan Eden dan putrinya Eden supaya asuransi jatuh ke tangan Tante Delisa." Jawab Dewi Arumi.


"Apa? Darimana Tuan dan Nyonya tahu?" Tanya pelayan tersebut dengan wajah terkejut sedangkan Arsene dan Angel sudah tahu ceritanya.


"Karena calon istriku adalah Dewi kayangan tentu saja bisa mengetahui semua rahasia dan bisa berkomunikasi dengan para arwah." Jawab Alex.


"Dewi kayangan?" Tanya Arsene, Angel dan pelayan tersebut bersamaan dengan wajah tidak percaya.


"Iya Dewi Kayangan dan bisa menyihir apa saja." Jawab Alex dengan bangga.


"Kak Alex jangan bercanda." ucap Arsene yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alex.

__ADS_1


"Kalau kalian tidak percaya, lihat yang dilakukan oleh calon istriku." Ucap Alex.


"Ayo sayang, tunjukkan ke mereka." Sambung Alex sambil menatap ke arah Dewi Arumi.


Dewi Arumi hanya menganggukkan kepalanya kemudian menjentikkan jarinya.


Whushh


Tiba-tiba nampan dan empat gelas minuman yang jatuh berada di meja untuk Dewi Arumi, Alex, Arsene dan Angel membuat ke tiga orang tersebut serempak mengucek matanya karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Sekarang kalian percayakan?" Tanya Alex.


"Tapi bagaimana mungkin seorang Dewi Kayangan turun ke bumi?" Tanya Arsene yang masih belum percaya.


"Itulah yang terjadi." Jawab Alex.


Arsene, Angel dan pelayan langsung terdiam antara percaya dan tidak tapi itu yang terjadi terlebih mereka melihat sendiri bagaimana gelas tersebut pecah berkeping-keping dan airnya membasahi lantai keramik.


"Tante Delisa sudah ada di tengah - tengah kalian. Apakah kalian ingin bicara dengan Tante Delisa?" Tanya Dewi Arumi.


"Kalau memang putriku sudah meninggal, saya ingin bicara dengan putriku terlebih dahulu setelah itu baru bicara dengan Nyonya Delisa." jawab pelayan tersebut yang sangat merindukan putri semata wayangnya.


"Bagaimana Arsene dan Angel? Apakah Nyonya Delisa dulu atau anak Bibi yang datang terlebih dahulu?" Tanya Alex.


Alex mengatakan hal itu karena bagaimanapun Arsene dan Angel adalah pemilik mansion sedangkan pelayan tersebut bekerja dengan Arsene dan Angel.


"Nyonya dan Tuan, ijinkan saya berbicara dengan putriku satu - satunya karena saya sangat merindukannya." Mohon pelayan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2