Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Arsene dan Angel 2


__ADS_3

"Biarkan Bibi bertemu dengan putrinya." Ucap Angel yang tidak tega melihat kesedihan pelayannya.


"Lakukanlah apa yang dikatakan oleh istriku." Ucap Arsene yang melihat Alex menatap dirinya.


"Ok." Jawab Alex singkat.


"Juminten masuklah ke tubuhku." Ucap Dewi Arumi sambil memejamkan matanya dan merentangkan ke dua tangannya.


Whushh


Juminten yang berada di ruangan tersebut langsung masuk ke dalam tubuh Dewi Arumi.


"Mbok." Panggil Juminten.


"Kamu Juminten?" Tanya pelayan tersebut karena suara Dewi Arumi mirip dengan putrinya.


"Benar Mbok, aku Juminten." Jawab Juminten.


Grep


"Mbok kangen sama kamu." Ucap Ibunya tersebut sambil memeluk Juminten.


"Juminten juga kangen sama Si Mbok." Ucap Juminten sambil membalas pelukan Ibunya.


Merekapun berpelukan saling melepaskan rindu. Hingga lima menit kemudian mereka melepaskan pelukannya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Ibunya.


"Waktu Juminten sedang bekerja tiba-tiba kepala Juminten di pukul setelah itu Juminten tidak ingat apa-apa. Ketika Juminten sadar mansion sudah terbakar dan selain Juminten ternyata ada teman Juminten yang juga sadar dari pingsan membuat kami berusaha untuk kabur." Jawab Juminten dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Ibunya sambil menahan amarahnya terhadap Delisa.


"Juminten dan teman Juminten terjebak dalam kobaran api dan akhirnya kami ikut terbakar sambil berteriak kesakitan dan meminta tolong hingga akhirnya Juminten tidak ingat apa yang terjadi." Jawab Juminten.


"Ketika Juminten dan teman Juminten sadar, Juminten dan teman Juminten melihat dua mayat berwarna hitam alias sudah gosong. Kami berusaha menarik dua mayat tersebut tapi kami tidak bisa dan kami tidak merasakan tubuh kami kesakitan ketika tubuh terbakar padahal tempat tersebut banyak api yang mengelilingi kami. Hingga akhirnya kami sadar kalau kami ternyata sudah meninggal." Sambung Juminten.


"Mbok, tidak akan memaafkan atas apa yang dilakukan oleh Nyonya Delisa walau Nyonya Delisa sudah meninggal sekalipun." Jawab Ibunya.


"Mbok, jangan dendam pada Nyonya Delisa karena saat ini aku sudah tenang di sana sedangkan Nyonya Delisa sangat tersiksa. Sudah cukup siksaan yang di alami Nyonya Delisa jadi lupakan dan maafkan kesalahan Nyonya Delisa." Ucap Juminten.


"Tapi .." Ucapan Ibunya terpotong oleh Juminten.


"Aku mohon, jika Si Mbok tidak memaafkan kesalahan Nyonya Delisa malah membuatku menjadi sedih." Ucap Juminten.


Pelayan tersebut menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap putri semata wayangnya.


"Baiklah, Si Mbok akan memaafkan kesalahannya." Ucap Ibunya.


Grep


"Maafkan Si Mbok yang belum bisa membahagiakan dirimu." Ucap Ibunya sambil memeluknya.


"Tidak apa-apa Mbok, terima kasih atas semua kasih sayang yang Mbok berikan pada Juminten sambil membalas pelukan pelayan tersebut.


Whushh


Grep


Tiba-tiba roh Juminten keluar dari tubuh Dewi Arumi ketika mereka melepaskan pelukannya. Tubuh Dewi Arumi mulai limbung membuat Alex menahan tubuh Dewi Arumi.

__ADS_1


Whushh


"Tubuhku sangat lelah dan sepertinya aku akan berubah menjadi Putri Jeli ..." Ucapan Dewi Arumi terputus ketika Dewi Arumi berubah menjadi boneka yang sangat cantik.


Putri Jelita yang hendak jatuh langsung di pegang oleh Alex sedangkan Arsene, Angel dan pelayan tersebut sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Kenapa Kak Dewi Arumi jadi boneka?" Tanya Arsene dengan wajah terkejut.


Alex pun menceritakan dari awal hingga akhir yang Alex ketahui sedangkan Arsene, Angel dan pelayan mendengarkan cerita Alex.


"Itulah yang terjadi." Jawab Alex mengakhiri ceritanya.


"Antara percaya dan tidak percaya tapi ketika melihatnya secara langsung membuatku menjadi percaya." Ucap Arsene.


"Aku pun juga sama." Ucap Angel.


"Mengenai Tante Delisa, bolehkah aku meminjam Alona agar roh Tante Delisa bisa masuk ke dalam tubuh Alona?" Tanya Alex dengan nada memohon.


"Maaf Kak, aku tidak bisa." Ucap Arsene.


"Tolonglah, Kakak ingin hukuman untuk Dewi Arumi semakin berkurang agar Dewi Arumi tidak lagi menjadi boneka seperti ini." ucap Alex dengan mata berkaca-kaca.


Sungguh Alex merasa sangat sedih jika melihat Dewi Arumi berubah menjadi boneka. Angel yang mendengar ucapan Alex tidak tega membuat Angel menggenggam tangan suaminya.


"Aku bersedia Kak, silahkan Tante Delisa masuk ke dalam tubuhku." Ucap Angel.


"Tapi sayang ..." Ucapan Arsene terpotong oleh Angel.


"Kak Arsene, aku mohon demi Dewi Arumi agar menyelesaikan hukumannya agar Kak Alex dan Kak Dewi Arumi bisa bersama selamanya tanpa perlu menjadi boneka." Ucap Angel.

__ADS_1


Arsene menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah Alex.


"Jika Istriku bersedia, apakah terjadi sesuatu dengan istriku?" Tanya Arsene.


__ADS_2