Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Gawat


__ADS_3

"Semua Dewi di negri awan ☁️ memiliki dua mutiara jiwa begitu pula dengan diriku. Kak Alex bisa sembuh dengan satu jiwa mutiara, jika seandainya aku memberikan salah satu jiwa mutiara ke dalam tubuh Kak Alex maka umurku tidak abadi dan setengah ilmu sihir ku akan hilang." Jawab Dewi Arumi menjelaskan.


"Untuk Kak Alex, Kak Alex menguasai beberapa ilmu sihir selain itu setengah bagian manusia dan setengah bagian menjadi Dewa. Apakah Mommy dan semuanya setuju jika aku memberikan salah satu mutiara jiwaku?" Tanya Dewi Arumi.


"Apakah tidak ada cara lain untuk menyembuhkan putraku? Aku ahli dalam racun dan dengan obat-obatan aku bisa mengobatinya." Ucap Katarina.


"Maaf Kak Alex tidak terkena racun tapi terkena sihir dan sihir ini sangat kuat dan hanya cara ini satu-satunya yang bisa aku lakukan." Jawab Dewi Arumi.


"Tapi umurmu tidak abadi dan setengah ilmu sihir milikmu akan hilang." Ucap Katarina yang tidak ingin egois.


"Aku tidak masalah asalkan aku bisa menyembuhkan Kak Alex." Jawab Dewi Arumi.


"Akhhhhhhhh .... Sakit ..." Teriak Alex tiba-tiba.


Bruk


Selesai berteriak bersamaan tubuh Alex ambruk dan tidak sadarkan diri tapi untunglah tubuhnya di tahan oleh Katarina dan Mikael. Marcel yang melihat Katarina keberatan menggantikan Katarina menahan tubuh Alex.


"Alex." Panggil mereka bersamaan.

__ADS_1


"Kakak Ipar, biar aku yang menahan tubuh Alex." Pinta Marcel.


"Baik." Jawab Katarina singkat.


Marcel memegang tubuh Alex agar tidak terjatuh sedangkan Ayahnya yang bernama Max menahan tubuh Alex dari arah belakang.


"Aku mohon, lakukanlah yang terbaik untuk putraku." Mohon Katarina untuk pertama kalinya memohon.


Selama ini dirinya tidak pernah memohon tapi melihat putranya tidak sadarkan diri membuat dirinya memohon pada Dewi Arumi untuk menyembuhkan Alex.


"Kalau begitu letakkan Kak Alex di ranjang." Pinta Dewi Arumi yang tidak ada pilihan lain demi menyelamatkan Alex karena dirinya tidak tega Alex terluka.


"Ok." Jawab Mikael, Max dan Marcel bersamaan.


Mikael, Max dan Marcel menggotong tubuh Alex ke arah kamar tamu kemudian dibaringkan di ranjang dengan perlahan.


"Mommy, ..." Ucap Dewi Arumi menggantungkan kalimatnya sambil menatap ke arah Dennisa dan Elisabeth.


"Oma Dennisa / Elisabeth." Ucap Dennisa dan Elisabeth bersamaan.

__ADS_1


"Baik, Oma Dennisa, Oma Elisabeth dan Mommy Katarina bisa tinggal di sini dan yang lainnya maaf silahkan tinggal di luar." Pinta Dewi Arumi.


"Ok." Jawab Mikael, Max dan Marcel bersamaan sambil berjalan meninggalkan kamar tamu.


Dewi Arumi berjalan dan duduk di sisi ranjang di mana Alex berbaring.


"Oma Elisabeth, Oma Dennisa dan Mommy, tolong buat agar Kak Alex dalam posisi duduk." Pinta Dewi Arumi.


Tanpa menjawab mereka melakukan permintaan Dewi Arumi sedangkan Dewi Arumi duduk saling berhadapan dengan Alex.


'Dewi Arumi, jangan lakukan itu karena umurmu tidak abadi dan sihirmu hilang sebagian.' Ucap Pemimpin Boneka.


'Aku tidak perduli karena aku tidak tega melihat orang menderita.' Jawab Dewi Arumi.


'Apakah kamu tidak berpikir, bisa saja Alex menjadi seorang penjahat karena bisa menguasai setengah ilmu sihir milikmu dan umurmu semakin panjang.' Ucap Pemimpin Boneka.


'Jika itu terjadi maka aku akan berusaha untuk menasehatinya untuk tidak menjadi penjahat dan jika tetap melakukan kejahatan maka aku akan mengambilnya yang aku berikan yaitu satu mutiara jiwa.' Jawab Dewi Arumi.


'Aku sudah menasehati dirimu dan jangan pernah untuk menyesalinya apa yang akan terjadi nanti nya.' Ucap Pemimpin Boneka.

__ADS_1


'Aku tidak akan pernah menyesalinya.' Jawab Dewi Arumi dengan nada yakin.


'Gawat Dewi Arumi.' Ucap Pemimpin Boneka tiba-tiba.


__ADS_2