
Dewi Arumi menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian memejamkan matanya membuat Delon dan Joanna keluar keringat dingin.
"Adik kecil Paman Delon bisa kembali ke bentuk semula jika Paman Delon melakukan dua puluh lima kebaikan." Jawab Dewi Arumi.
"Apa dua puluh lima kebaikan? Banyak banget!" Pekik Delon.
"Masih mending Paman, Calon istriku seribu kebaikan." Ucap Alex.
"Alex, jangan bicara lagi kalau tidak Paman akan menghukum mu." Ucap Delon dengan nada kesal.
"Paman, jangan marah-marah karena satu kemarahan maka dijumlahkan satu." Ucap Dewi Arumi.
"Maksudnya?" Tanya Delon.
"Paman melakukan dua puluh lima kebaikan jika Paman marah sekali maka bertambah satu jadi dua puluh enam dan jika marah lagi maka bertambah lagi jadi dua puluh tujuh, begitu seterusnya." Jawab Dewi Arumi menjelaskan.
"Akhhhhhhhh... Tidak!" Teriak Delon dengan nada frustrasi.
"Berarti selama Suamiku tidak melakukan kebaikan maka adik kecilnya akan tetap mini?" Tanya Joanna.
"Betul Tante." Jawab Dewi Arumi.
"Dewi Arumi, bisa tidak buat adik kecilnya Alex seperti Paman?" Tanya Delon penuh harap.
Ketika Delon mengatakan hal itu Delon tersenyum menyeringai membuat Alex menatap tajam ke arah Delon.
__ADS_1
"Maaf Paman, aku tidak bisa karena yang bisa melakukan itu hanya Kak Alex." Jawab Dewi Arumi jujur.
'Seandainya bisa, aku tidak bisa melakukan terhadap orang yang aku cintai.' Sambung Dewi Arumi dalam hati.
Sejak Dewi Arumi memberikan mutiara jiwa ke tubuh Alex maka separuh ilmu sihirnya pindah ke Alex. Dewi Arumi tidak mempermasalahkan hal itu karena yang terpenting Alex baik-baik saja.
"Syukurlah hanya aku yang bisa." Ucap Alex kemudian menghembuskan nafasnya dengan perasaan lega.
"Seandainya aku bisa, aku tidak mungkin tega melakukan untuk orang yang aku cintai." Ucap Dewi Arumi.
Grep
Cup
"Kakak semakin mencintaimu." Ucap Alex terharu dengan apa yang dikatakan oleh Dewi Arumi membuat Alex memeluk dan mencium pucuk kepala Dewi Arumi.
"Baik Paman, Joanna dan Kak Alex akan pergi." Ucap Dewi Arumi sambil mencium punggung tangan Delon kemudian berganti ke punggung tangan Joanna.
Ketika Alex ingin mencium punggung tangan Delon tiba-tiba Delon menekan tangan Alex membuat Alex tersenyum menyeringai.
"Paman, aku tambahkan hukumannya?" Tanya Alex usil.
"Aish enak saja, ini saja Paman sangat tersiksa." Ucap Delon dengan nada kesal.
"Ingat Paman, jangan marah-marah." Ucap Dewi Arumi.
__ADS_1
"Iya ... Iya ..." Ucap Delon sambil tersenyum walau dalam hatinya ingin berteriak.
Mereka keluar dari kamar tamu kemudian Dewi Arumi dan Alex pergi meninggalkan mansion milik Delon di mana Delon sangat frustrasi sambil duduk di ruang tamu dengan di temani istrinya.
"Joanna, kenapa wajah Delon jelek banget?" Tanya Daddy Nathan tiba-tiba datang bersama istrinya Mommy Maya.
"Gara-gara Delisa, aku apes banget Dad." Ucap Delon.
"Delisa?" Tanya ulang Mommy Maya dan Daddy Nathan dengan wajah terkejut.
"Delisa mantan istrimu? Bukankah dia sudah ma ti?" Tanya Daddy Nathan.
"Benar Dad." Jawab Delon.
"Coba ceritakan ke kami yang lebih detail." pinta Mommy Maya.
Delon menceritakan tentang kedatangan Alex dan Dewi Arumi di mana arwah Delisa meminta maaf agar bisa hidup dengan tenang.
"Itulah yang terjadi Dad." Jawab Delon.
"Kamu tidak bercanda kan? Mana mungkin arwah Delisa datang dan meminta maaf." Ucap daddy Nathan.
"Sejak kapan Delon bercanda?" Tanya Delon.
Daddy Nathan menatap ke arah putra sulungnya dan dirinya tahu kalau Delon tidak mungkin berbohong.
__ADS_1
"Walau kami belum percaya dengan apa yang kami dengar tapi kenapa kamu frustrasi?" Tanya Daddy Nathan penasaran.