
'Tidak bisa, kamu akan berubah lagi menjadi Putri Jelita.' Ucap Pemimpin Boneka dengan tegas.
'Kalau ada tamu atau Alicia bangun bagaimana?' Tanya Dewi Arumi.
'Aku sudah menulis pesan di kertas kalau Ibunya pergi ke kantor jadi tidak masalah.' Jawab Tuan Boneka.
'Aish, baiklah.' Jawab Dewi Arumi pasrah karena pada dasarnya dirinya lebih betah menjadi Dewi atau manusia dari pada Putri Jelita.
Whushh
Dewi Arumi berubah kembali menjadi Putri Jelita dan menggantikan boneka Cantik ilusi. Boneka Cantik ilusi kembali berubah menjadi buku sekolah Alicia sedangkan awalnya Alicia memeluk boneka ilusi kini memeluk Putri Jelita.
Dua jam kemudian Alicia menggeliatkan tubuhnya dan tidak berapa lama dirinya membuka matanya dan melihat Putri Jelita berada di pelukannya.
"Seandainya kamu hidup senangnya aku." Ucap Alicia sambil memeluk Putri Jelita dengan erat.
Setelah beberapa saat Alicia melepaskan pelukannya kemudian turun ke ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
'Aduh sakit banget di peluk dengan erat.' Ucap Putri Jelita dalam hati sambil menggeliatkan tubuhnya setelah melihat Alicia masuk ke dalam kamar mandi.
'Semoga ini cepat berakhir agar aku bisa kembali ke negriku.' Ucap Dewi Arumi dalam hati dengan penuh harap.
xxxxxxxx
Satu Bulan Kemudian
Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan selama satu bulan berjalan seperti biasanya. Seperti biasa setiap bulan purnama Putri Jelita berubah menjadi Dewi Arumi.
"Hari ini aku mau terbang." Ucap Dewi Arumi sambil menjentikkan jarinya.
Whushh
Kini Dewi Arumi berada di genteng milik Alena kemudian menatap sekelilingnya.
"Aku mau ke arah selatan." Ucap Dewi Arumi.
Whushh
Dewi Arumi kini terbang sambil menikmati udara malam hari dari satu pohon ke pohon lainnya hingga dirinya melihat pemuda tampan sedang berlatih bela diri.
"Sudah malam begini kenapa pria itu tidak tidur?" tanya Dewi Arumi sambil berdiri di pucuk pohon milik pemuda tampan tersebut.
"Siapa itu?" Tanya pemuda tampan tersebut sambil melempar batu kerikil ke arah Dewi Arumi.
__ADS_1
Whushh
Dewi Arumi yang tidak ingin terkena lemparan batu langsung menangkapnya kemudian turun tepat di depan pemuda tampan tersebut.
"Dewi Arumi." Panggil pemuda tampan tersebut dengan wajah terkejut.
"Kak Alex." Panggil Dewi Arumi dengan wajah terkejut juga.
Pria itu ternyata Alexander Graham Taylor anak dari pasangan Mikael dengan Katarina.
Grep
"Kemana saja Kakak cari tidak pernah bertemu?" Tanya Alex sambil memeluk tubuh Dewi Arumi.
"Eh ..." Ucap Dewi Arumi terkejut ketika tubuhnya di peluk.
"Bukankah aku bilang kalau setiap bulan purnama aku akan berubah menjadi Dewi Arumi?" Tanya Dewi Arumi.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Seperti yang kita ketahui, bulan Purnama kerap kali terjadi sekitar sebulan sekali. Tetapi ketika mendekati ekuinoks musim gugur di belahan Bumi utara, pengamat langit akan melihat penampakan Bulan yang terlihat lebih besar dan penuh untuk beberapa malam berturut-turut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Kenapa sih harus menunggu bulan purnama?" Tanya Alex sambil melepaskan pelukannya karena Dewi Arumi tidak membalas pelukannya.
"Di hukum? Kenapa di hukum?" tanya Alex dengan wajah bingung.
"Ceritanya agak panjang, bagaimana kalau kita duduk santai?" tanya Dewi Arumi.
"Baik, kita duduk di taman itu karena Kakak ingin mendengarkan ceritamu." Ucap Alex
Dewi Arumi hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan ke arah taman yang di tunjuk oleh Alex.
"Ceritakan secara detail." Pinta Alex ketika mereka duduk berdampingan di bangku taman.
Dewi Arumi menceritakan semua dari awal dirinya tinggal di negri awan hingga dirinya pergi ke negri Boneka dan berakhir di hukum karena telah membuat salah satu penghuni boneka meninggal dan bisa hidup kembali jika dirinya melakukan seribu kebaikan.
"Itulah yang terjadi, aku di hukum menjadi Putri Jelita dan akan berubah menjadi Dewi Arumi setiap bulan purnama." Ucap Dewi Arumi mengakhiri ceritanya.
"Seribu kebaikan banyak sekali, sekarang sudah berapa kebaikan yang kamu lakukan?" tanya Alex.
"Tidak tahu Kak." Jawab Dewi Arumi yang malas menghitung kebaikan mengingat seribu kebaikan itu banyak.
__ADS_1
"Terus bagaimana kamu tahu kalau sudah melakukan seribu kebaikan?" Tanya Alex penasaran.
"Kalau aku sudah melakukan seribu kebaikan maka aku akan kembali ke negri awan." Jawab Dewi Arumi.
"Terus kamu tidak tinggal di sini?" Tanya Alex dengan wajah berbeda.
"Betul sekali, aku selamanya tinggal di negri awan dan berkumpul kembali dengan teman-teman ku. Aku sangat merindukan mereka dan ingin bermain - main seperti dulu." Ucap Dewi Arumi sambil menatap ke arah langit sambil tersenyum bahagia jika dirinya bisa kembali ke negri awan.
Deg
Jantung Alex berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan mendengarkan ucapan Dewi Arumi. Dirinya tidak rela jika Dewi Arumi kembali ke negri awan.
"Apakah di negri awan kamu sudah mempunyai kekasih?" Tanya Alex dengan nada cemburu.
"Kekasih ... pffftttt hahahaha..." ucap Dewi Arumi sambil tertawa lepas.
"Kenapa tertawa? Memangnya ada yang lucu?" Tanya Alex dengan wajah kesal.
Dewi Arumi mendekatkan wajahnya ke arah wajah Alex membuat Alex memejamkan matanya dengan jantung berdetak kencang.
"Fiuhhh..."
Dewi Arumi meniup wajah tampan Alex kemudian tersenyum melihat wajah Alex yang sangat menggemaskan. Alex yang merasakan hembusan dari mulut Dewi Arumi merasakan aroma wangi mawar 🌹 membuat Alex menghirupnya sambil membuka matanya.
Alex yang mengira dirinya di cium memalingkan wajahnya ke arah samping karena dirinya salah mengira.
'Aduh Alex, malu-maluin banget kamu mana mungkin Dewi Arumi yang sangat cantik mencium dirimu ... Pria sejelek dirimu mana mau.' Ucap Alex dalam hati.
Tanpa sepengetahuan Alex kalau Dewi Arumi bisa mendengar perkataan Alex dalam hati membuat Dewi Arumi tidak tega mendengarnya.
'Bagaimana cara mencium? Di negri awan mana ada cium - ciuman 😘 yang ada hanya bermain dan bermain.' Ucap Dewi Arumi dalam hati sambil berpikir.
Dewi Arumi memejamkan matanya untuk melihat apa yang dilakukan oleh manusia dalam hal berciuman dengan menggunakan sihirnya. Setelah mengetahuinya Dewi Arumi mencapit dagu Alex agar menatap dirinya kemudian Dewi Arumi mendekatkan wajahnya ke arah wajah Alex.
Cup
Alex yang tidak ingin di PHP in lagi hanya menatap apa yang dilakukan oleh Dewi Arumi hingga Dewi Arumi mencium bibir Alex dengan singkat untuk pertama kalinya begitu pula dengan Alex.
Mata Alex membulat sempurna dengan apa yang dilakukan oleh Dewi Arumi dan langsung tersenyum bahagia. Alex memberanikan diri mengarahkan tangan kanannya ke arah tengkuk Dewi Arumi.
Cup
Alex yang kini berinisiatif mencium bibir Dewi Arumi dengan singkat dan berubah menjadi *******. Walau ciuman itu masih kaku namun mereka berdua sangat menikmati hingga lima belas menit kemudian Alex melepaskan ciumannya dan menyandarkan keningnya ke kening Dewi Arumi.
__ADS_1
"Kamu tidak kehabisan nafas?" tanya Alex dengan wajah bingung.
"Kehabisan nafas kenapa?" tanya Dewi Arumi polos sambil menatap sepasang mata Alex yang sangat dekat dengan wajahnya.