
"Aku akan pergi menemui Paman Delon karena Delisa ingin meminta maaf." Jawab Dewi Arumi.
"Aku akan menemaninya." Ucap Alex yang tidak ingin pisah dengan Dewi Arumi.
"Jaga diri kalian kalau ada apa-apa hubungi kami." ucap Katarina.
"Baik Mom." jawab Dewi Arumi dan Alex bersamaan.
"Kalau begitu kami pergi ke rumah Paman Delon." pamit Alex.
"Hati - hati." Ucap ke dua orang tuanya.
Alex dan Dewi Arumi mencium punggung tangan Katarina dan Mikael secara bergantian kemudian berlanjut ke Max, Dennisa dan Marcel. Setelah selesai mereka pergi meninggalkan mansion menuju ke mansion milik Delon.
Mansion yang dibelinya untuk istri yang sangat dicintainya siapa lagi kalau bukan Joanna, istri ke duanya sedangkan istri pertamanya sudah lama meninggal.
Setengah jam perjalanan menuju ke mansion milik Delon dan sampai di mansion Alex di sambut oleh para bodyguard milik Delon karena mereka mengenal Alex salah satu cucu keluarga besar Alexander.
"Silahkan masuk Tuan muda dan Nona muda." Ucap salah seorang bodyguard sambil membuka pintu utama dengan lebar.
"Terima kasih." ucap Dewi Arumi sambil tersenyum kemudian berjalan bersama Alex dan diikuti oleh Delisa.
Dewi Arumi dan Alex berjalan hingga di depan pintu utama mereka di sambut oleh kepala pelayan. Kepala pelayan mengantarkan mereka ke ruang keluarga di mana Delon bersama istri yang sangat dicintainya sedang menatap sepasang anak kembar mereka yang berumur satu tahun bermain di karpet yang berbulu.
"Paman Delon." Panggil Alex.
__ADS_1
"Eh ada Alex, silahkan duduk." Ucap Delon.
"Terima kasih Paman." Jawab Alex.
"Calon istrimu ya Lex?" tanya Joanna.
"Benar Tante." Jawab Alex sambil tersenyum.
"Akhirnya kamu laku juga." Ledek Delon.
"Jangan begitu Paman, sebenarnya banyak yang suka sama Alex tapi Alex tidak suka. Ketika bertemu untuk pertama kali dengan Dewi Arumi, Alex langsung jatuh cinta." Jawab Alex jujur.
"Dewi Arumi, jangan mau sama Alex." Ucap Delon usil.
"Memang kenapa Paman?" Tanya Dewi Arumi penasaran.
"Benar begitu Kak Alex?" tanya Dewi Arumi.
"Itu Fitnah, justru Paman Delon terkenal galak dan kejam." Jawab Alex.
"Galak dan kejam khusus orang yang mengusik keluarganya. Kak Delon sangat menyayangi istri, ke dua anak kami dan keluarga besarnya." Ucap Joanna membela suaminya.
Cup
"Terima kasih banyak sayang, Daddy sangat senang mendengarnya." Ucap Delon kemudian mengecup pipi istrinya.
__ADS_1
"Sama-sama Sayang." Jawab Joanna.
"Ehem Paman." panggil Alex dan Dewi Arumi bersamaan tanpa memperdulikan keromantisan Delon dan Joanna.
Alex dan Dewi Arumi melihat Delisa menatap suaminya dengan sendu. Mereka tahu kalau Delisa sangat sedih dan merasa bersalah karena semasa hidupnya tidak pernah memperdulikan suami dan ke dua putranya.
"Ya." Jawab Delon.
"Sebenarnya kedatangan kami ada yang ingin bicara dengan Paman." ucap Dewi Arumi dengan wajah serius.
"Membicarakan tentang apa?" tanya Delon penasaran.
"Paman, Tante Delisa ada di sini dan ingin bicara dengan Paman." Ucap Dewi Arumi.
"Apa Delisa? Bukankah Delisa sudah meninggal? kamu jangan bercanda." Ucap Delon yang tidak percaya dengan ucapan Dewi Arumi.
"Aku tidak bercanda Paman, Tante Delisa ingin meminta maaf sama Paman karena telah melukai perasaan Paman." Jawab Dewi Arumi.
"Tapi kan Delisa sudah meninggal, bagaimana bisa meminta maaf?" Tanya Delon yang masih tidak percaya.
"Memang benar Paman, tapi karena kesalahannya yang sangat besar membuat Tante Delisa menjadi arwah penasaran." Jawab Dewi Arumi.
"Tunggu dulu, bagaimana kamu bisa tahu tentang Delisa? Apakah di kasih tahu sama Alex?" Tanya Delon.
"Calon istriku bisa melihat arwah yang sudah meninggal dan Tante Delisa salah satunya. Tante Delisa sangat menyesali perbuatannya dan ingin meminta maaf untuk orang - orang yang pernah disakitinya.'' Jawab Alex yang menjawab pertanyaan Delon.
__ADS_1
"Apakah Paman bersedia menemui Tante Delisa?" Tanya Dewi Arumi penuh harap.