Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Ancaman Alex dan Dewi Arumi.


__ADS_3

"Bu Teko dan Pak Bejo, aku sangat menyesali atas apa yang aku lakukan. Aku sangat menderita karena kesalahan yang aku lakukan jadi aku mohon ampuni kesalahan yang dulu pernah aku lakukan agar aku tidak tersiksa lagi." Mohon Delisa.


"Kamu menderita di sana itu akibat kesalahanmu yang sangat besar jadi nikmatilah apa yang pernah kamu lakukan." Ucap Bu Teko sambil menatap Delisa yang wajahnya tidak menakutkan seperti tadi dengan tatapan tajam.


"Aku tahu dosaku sangat banyak tapi aku mohon maafkan semua kesalahanku. Bagaimana kalau aku memberikan setengah hartaku untuk kalian?" Tanya Delisa.


"Kamu pikir dengan harta yang melimpah bisa membuat putriku hidup?" Tanya Bu Teko dengan nada kesal.


"Aku tahu tapi ..." Ucapan Delisa terputus karena tiba-tiba ponsel milik Alex berdering membuat Alex mengambil ponselnya dari saku jasnya.


"Paman Delon." Ucap Alex sambil menggeser tombol warna hijau kemudian ditempelkan ponselnya ke telinganya.


("Hallo Paman Delon." Panggil Alex).


("Paman ada di depan pintu." Ucap Delon).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak membuat Alex menatap ponselnya dengan tatapan bingung.


"Ada apa?" Tanya Dewi Arumi.


"Katanya Paman Delon ada di depan pintu." Jawab Alex.


"Maaf, boleh aku buka pintunya? Pamanku datang." Ucap Dewi Arumi meminta ijin ke pemilik rumah.


"Biar aku saja yang membukanya." Ucap Pak Bejo.

__ADS_1


Pak Bejo berjalan ke arah pintu dan melihat sepasang suami istri siapa lagi kalau bukan Delon bersama istri tercintanya yang bernama Joanna. Entah kenapa ketika menatap Joanna jantungnya berdetak kencang membuat Pak Bejo membeku.


Grep


"Ehem ... Boleh kami masuk?" Tanya Delon sambil memeluk pinggang istrinya.


'Dasar pria tua bau tanah sebentar lagi ma ti masih saja jelalatan.' Sambung Delon dalam hati.


Tiba-tiba Delon merasakan adik kecilnya bergerak membuat Delon meringis menahan rasa sakit. Dewi Arumi dan Alex yang mendengar suara hati Delon dan tahu kalau adik kecil milik Delon bertambah kecil membuat Dewi Arumi dan Alex sama-sama menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


'Paman, jaga bicara Paman karena kalau tidak maka adik kecil milik Paman akan mengecil. Semakin memaki atau menjelekkan seseorang maka adik kecil Paman lama-lama menghilang.' Ucap Alex lewat telepati.


"Kamu serius Alex?" Tanya Delon dengan wajah terkejut sambil menatap ke arah Alex.


"Tentu saja benar." Jawab Alex dan Dewi Arumi bersamaan.


"Tidak ada apa-apa, bolehkah kami masuk ke dalam?" Tanya Delon.


"Oh ya silahkan masuk." Jawab Pak Bejo.


Delon dan Joanna masuk ke dalam sedangkan Pak Bejo menutup pintu utama kemudian membalikkan badannya dan berjalan menyusul Delon dan Joanna.


'Aku bingung mau milih yang mana ya? Satunya cantik banget seperti Dewi kayangan dan satunya juga cantik seperti penulis novel Yayuk Triatmaja. Sudahlah pilih dua-duanya saja buat cadangan kalau salah satunya datang tamu bulanan sedangkan istriku akan aku tendang.' Ucap Pak Bejo dalam hati.


Dewi Arumi dan Alex bisa mendengar suara hati Pak Bejo membuat mereka sangat kesal hingga Alex berjalan ke arah Pak Bejo kemudian menariknya agar menjauh dari mereka.


"Kenapa tanganku di tarik?" Tanya Pak Bejo.

__ADS_1


"Pak Bejo, aku tahu apa yang Bapak pikirkan jadi jangan pernah mencoba mempunyai pikiran untuk mengganggu ataupun mengusik calon istriku dan Tante ku kalau tidak Pak Bejo akan menyesalinya." Ancam Alex.


Deg


Jantung Pak Bejo berdetak kencang karena Alex bisa tahu apa yang dipikirkannya namun dirinya berusaha untuk menyangkalnya.


"Maksud Tuan apa? Saya tidak mengerti." Ucap Pak Bejo.


Dewi Arumi yang bisa mendengar percakapan mereka membuat Dewi Arumi berjalan ke arah mereka.


"Pak Bejo tadi mengatakan dalam hati : Aku bingung mau milih yang mana ya? Satunya cantik banget seperti Dewi kayangan dan satunya juga cantik seperti penulis novel Yayuk Triatmaja. Sudahlah pilih dua-duanya saja buat cadangan kalau salah satunya datang tamu bulanan sedangkan istriku akan aku tendang. Apa benar yang aku katakan?" Tanya Dewi Arumi.


"Dari mana kamu bisa tahu?" tanya Pak Bejo dengan wajah pucat karena apa yang dikatakan oleh Dewi Arumi sama persis apa yang dikatakan dalam hati dan kata-katanya tidak ada yang kurang ataupun lebih.


"Pak Bejo tidak perlu tahu dari mana kami tahu. Kami tidak akan mengatakan ke istri Pak Bejo asalkan Pak Bejo dan Bu Teko mau memaafkan Delisa jika tidak aku akan katakan yang sebenarnya ke Bu Teko." Ucap Dewi Arumi dengan nada mengancam.


"Nona mengancam ku?" Tanya Pak Bejo dengan wajah pucat.


"Bukan saja calon istriku, aku juga mengancam Pak Bejo." Ucap Alex.


Ancaman Alex dan Dewi Arumi membuat Pak Bejo menelan saliva nya dengan kasar antara mau memaafkan Delisa atau rahasianya terbongkar.


"Bagaimana Pak Bejo?" Tanya Dewi Arumi dan Alex bersamaan.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2